Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Tekanan itu pasti ada. Tapi kalau kita fokus pada proses dan bukan pada hasil akhir, tekanan itu berubah menjadi energi." (Alan Budikusuma - Legenda Bulu Tangkis)
Target Pertumbuhan 6% di 2027 Menguji Performa Mesin Transformasi Ekonomi
Target ambisius pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahunan hingga 6% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2027 akan menguji performa mesin ekonomi transformatif yang dicanangkan secara bersamaan. Alih-alih membanggakan tingginya angka di atas kertas, membuat pertumbuhan ekonomi terasa dan berdampak ke seluruh lapisan masyarakat jauh lebih penting menjadi indikator keberhasilan kinerja ekonomi. Tingginya target yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna ke-1 DPR-RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/08/2026) tidak lepas dari capaian pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 yang berhasil mencapai 5,45% (yoy).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan, dengan perekonomian yang diperkirakan akan terus menguat di kisaran 5,6–6,0% (yoy) hingga akhir tahun 2026, perbaikan mulai tercermin turunnya tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,74% dan angka kemiskinan ekstrem menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.
Swasta Butuh Kejelasan Risiko Sebelum Garap Aset Tidur BUMN
Pemerintah kembali menggelar rencana menggandeng swasta untuk menggarap aset-aset milik BUMN yang tidak produktif, terutama setelah BPI Danantara menyelesaikan restrukturisasi akhir tahun ini. Namun, tanpa kejelasan risiko dan skema pembagian peran, rencana itu justru dapat menjadi bumerang yang merugikan negara sekaligus pengusaha. Rencana tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR-RI ke-1 Masa Persidangan 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/08/2026). Kerangka besar rencana tersebut aset BUMN yang tidak produktif, bersamaan dengan langkah restrukturisasi yang sedang dijalankan BPI Danantara.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan meningkatkan alokasi kuota ekspor komoditas pisang dan nanas Indonesia ke Jepang yang mendapatkan tarif preferensi 0% melalui skema tariff rate quota (TRQ) dalam Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement (IJEPA). IJEPA sendiri merupakan perjanjian kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang yang mulai berlaku sejak tahun 2008 lalu. Perjanjian ini terus mengalami penyesuaian dan perkembangan hingga di tahun 2026, di mana Indonesia mendapatkan kenaikan kuota untuk komoditas pisang dan nanas yang mendapatkan preferensi tarif 0%.
IHSG Berpeluang Naik, Namun Fundamental Pasar Masih Dibayangi Risiko
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada dalam kisaran level 6.800-7.000 hingga akhir tahun. Adapun pergerakan pasar tetap akan dipengaruhi dinamika ekonomi domestik dan global. Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.448,26 hingga 6.490,65 sepanjang sesi. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.490,65, namun penguatan mulai terbatas menjelang penutupan perdagangan akibat aksi ambil untung investor. Aktivitas perdagangan saham hari ini mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp14,83 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,18 juta kali transaksi. Dari sisi transaksi investor asing, tekanan jual masih terlihat. Investor asing mencatatkan nilai jual sebesar Rp4,67 triliun, lebih tinggi dibandingkan nilai beli yang mencapai Rp4,31 triliun. Dengan demikian, investor asing membukukan net sell sebesar Rp355,17 miliar.
Peluncuran ETF Emas di Indonesia Dorong Pasar Asia
Indonesia kini resmi memiliki Exchange-Trade Fund (ETF) emas yang diluncurkan BEI pada Senin, 10 Agustus 2026. Di tengah tren lonjakan investasi emas, langkah menghapus hambatan logistik dari emas fisik dan memasukkannya ke dalam sistem pasar modal sekunder diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap emas. Dibandingkan dengan wujud fisik investasi pada logam mulia jenis emas yang dinilai lebih berisiko dengan likuiditas yang rendah, ETF menawarkan fleksibilitas dalam bentuk digital bagi para investor emas. Secara global, kepemilikan ETF emas di tahun 2020 meningkat sekitar 31% secara tahunan (yoy) dengan akumulasi kepemilikan mencakup 3,77 ribu ton. Di tahun 2025 angkanya meningkat 24,9% (yoy) atau berada di posisi kepemilikan 4,03 ribu ton.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Agustus 2026 akan diselenggarakan pada 18 Agustus-19 Agustus 2026. Adapun hasil RDG BI akan disampaikan pada Rabu 19 Agustus 2026. Putusan RDG BI menjadi penting karena menjadi acuan dunia usaha bagaimana kebijakan moneter diputuskan.
Seminar "Turning Opportunities Into Projects: Private Sector Participation in Indonesia's Energy Transition" akan diselenggarakan Rabu 19 Agustus 2026 pukul 11.00 - 12.30 WIB di Grand Ballroom, Hotel Fairmont, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Executive Vice President of New and Renewable Energy PT PLN (Persero) Rahmat Nichol Fauzen, Lead Sector Coordinator in Energy and Financial Sector at KFW Jakarta Diana Arango, Chairperson of Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) Mada Ayu Habsari, Head of Project Development at German Solar Association (BSW-Solar) Lea Dunst, Country Director DEG Jakarta Pranay Maini, Head of Strategy and Market Development at Siemens Energy Indonesia Bernard Ade Permatista, CEO SUN Energy Jefferson Kuesar.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR