Lanjutan Putusan MSCI, Mineral Logam Tanah Jarang, Air Bersih, dan Aset Kripto

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Lanjutan Putusan MSCI, Mineral Logam Tanah Jarang, Air Bersih, dan Aset Kripto
Foto: Adam Śmigielski / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Masalah utama seorang investor—dan bahkan musuh terbesarnya—kemungkinan besar adalah dirinya sendiri." (Benjamin Graham - Guru Para Investor Dunia)

Rebalancing MSCI Agustus Bikin Komposisi Global Standard Indonesia Makin Ramping

  • Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengurangi jumlah saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes melalui hasil August 2026 Index Review. Penyedia indeks global terkemuka itu mempertahankan status pasar saham Indonesia sebagai negara berkembang (emerging market)Namun, Dalam evaluasi tersebut, dua saham Indonesia, yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index. Tidak ada saham baru yang masuk ke dalam kelompok Global Standard Indonesia.
  • Head of Corporate Affairs GoTo Audrey Petriny mengatakan, pihaknya memperhatikan keputusan MSCI terkait eksklusi GoTo dari indeks sahamnya. "Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ujarnya. Adapun secara makro di pasar modal, para analis dan ekonomi menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap punya ruang untuk menguat ke depan.

Pemerintah Bakal Rilis Aturan Eksporal Mineral Mengandung Logam Tanah Jarang Pada November

  • Pemerintah menargetkan regulasi teknis terkait ekspor Logam Tanah Jarang (LTJ) rampung pada November 2026. Aturan tersebut nantinya akan menentukan batas kadar LTJ yang masih diperbolehkan terkandung dalam komoditas mineral yang diekspor dari Indonesia. Ekspor mineral yang mengandung tanah jarang bisa dibebaskan. Pemerintah masih menghitung besaran kadar yang nantinya dapat menjadi batas dalam kegiatan ekspor.

Butuh Investasi Rp743 T demi Air Minum Perpipaan Kota

  • Untuk bisa mewujudkan jaringan air minum perpipaan di seluruh kota di Indoneia, Pemerintah memperkirakan perlu investasi mencapai hingga Rp743 triliun pada tahun 2045 mendatang. Target ini pun telah tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045.
    Kondisi saat ini, berdasarkan data kinerja pada tahun 2024, terdapat 394 badan usaha milik daerah (BUMD) air minum, mayoritas atau 80,46% baru melayani kurang dari 50 ribu pelanggan, dan bahkan hampir separuhnya masih berada di bawah 20 ribu. Selain itu, non-revenue water (NRW) atau air hilang di jaringan mencapai 33,51%, yang artinya setiap satu dari tiga liter air ini tidak terbayar.
    Padahal dari sisi biaya air perpipaan ini sangat murah dibandingkan masyarakat membeli dari depot air isi ulang ataupun air minum dalam kemasan. Air perpipaan hanya membutuhkan biaya Rp6/liter, sementara air bersih jerigen Rp150/liter, depot air isi ulang Rp370/liter, air minum galon Rp1.300/liter, air minum dalam kemasan Rp6.000/liter, dan air minum premium Rp47.000/liter.

Ekosistem Kripto Percepat Pertumbuhan Token Berbasis Aset Nyata

  • Pertumbuhan adopsi token berbasis aset nyata (real worl asset tokens/RWA) yang sangat cepat di Tanah Air akan segera mengambil kedudukan strategis dalam sistem keuangan dalam satu dekade mendatang. Agar ekosistem tak sekadar tumbuh, koridor regulasi dan sandboxing perlu terus diperkuat demi manfaat ekonomi yang lebih luas dan berdampak. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai mencapai Rp150,6 triliun yang terdiri dari USDT, bitcoin, maupun ethereum. Pada bulan Juni, nilai transaksi bahkan mencapai Rp28,58 triliun, tumbuh 24,2% month-to-month (mtm).

Potret Lesu Pasar Tenaga Kerja Indonesia Dari Dua Survei Bank Indonesia

  • Komponen Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) menunjukkan angka yang terus menurun meskipun sempat muncul optimisme di awal tahun 2026. Memasuki tahun 2026, angka IEKLK terus merosot dari level 135,1 pada awal tahun (Januari) menjadi 123,1 pada bulan Juli. Bersamaan dengan itu, Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI juga menyajikan realitas di sektor dunia usaha atau industri yang sedang menahan diri. Survei terhadap pelaku usaha melalui SKDU seakan memberikan penegasan. Hasil SKDU triwulan II-2026 dan IEK Juli 2026 menggambarkan bahwa kekhawatiran konsumen berbanding lurus dengan rencana rasionalisasi yang dilakukan perusahaan. Berdasarkan data Saldo Bersih Tertimbang (SBT) ekspektasi penggunaan tenaga kerja, laju rekrutmen perusahaan secara keseluruhan menunjukkan pelemahan.

Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 akan diselenggarakan Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 08.30-11.00 WIB di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. Adapun agenda sidang antara lain Pidato Ketua MPR RI, Ketua DPD RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI

Statistik Perusahaan Peternakan Unggas 2025 akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jumat, 14 Agustus 2026. Untuk mengunduh dan membaca laporan ini selengkapnya dapat mengakses situs resmi BPS yakni www.bps.go.id. Laporan ini menjadi penting untuk dunia usaha untuk melihat bagaimana geliat dunia usaha peternakan Tanah Air.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya