Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Bertarung di dalam ring itu mudah karena musuhnya kelihatan. Yang sulit adalah bertarung melawan rasa malas dan rasa puas dalam diri sendiri setiap hari saat latihan." (Chris John - Mantan Juara Petinju)

Serapan Tenaga Kerja Berangsur Membaik
- Jumlah penyerapan tenaga kerja berangsur membaik. Ini salah satunya tercermin dari jumlah orang yang bekerja lebih tinggi ketimbang kenaikan jumlah angkatan kerja. Kendati demikian, jumlah tenaga kerja Indonesia masih didominasi sektor informal. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Februari 2026 - Mei 2026 tercatat ada tambahan serapan tenaga kerja sebanyak 522 ribu orang. Angka tambahan pekerja ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan angkatan kerja sebanyak 497 ribu orang. Pada saat yang sama angka pengangguran pada periode ini turun 24 ribu orang. Sementara itu, sepanjang tahun 2026 dari bulan Januari hingga Juni ada 32.289 pekerja yang terkena PHK.
- Secara umum, walau serapan tenaga kerja meningkat, namun kualitas pekerjaannya masih perlu terus ditingkatkan. Pada Mei 2026, tenaga kerja sektor informal masih mendominasi dengan menyerap 87,88 juta orang atau 59,30% dari total penduduk pekerja. Sisanya sebanyak 60,31 juta orang atau 40,70% dari total, bekerja di sektor formal.


Menilik Perekonomian Triwulan Ketiga Berkaca dari Triwulan Kedua
- Dari sisi sektor riil, triwulan II-2026 telah menjadi kuartal yang berat karena banyak industri mengalami cost-push inflation. Ini disebabkan oleh kombinasi eskalasi konflik Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga energi dan efek pelemahan kurs terhadap peningkatan biaya produksi & bahan baku impor. Bunyi alarm industri manufaktur dan impor perlu ditindaklanjuti secara proporsional agar dampak pertumbuhan dirasakan secara konkret, bukan hanya deret angka bagus di atas kertas. Fokus pertumbuhan sektor riil untuk membalikkan laju pertumbuhan dan menjaga kinerja perekonomian nasional.

Pertumbuhan Ekonomi Baik di Triwulan II-2026 Belum Mampu Tarik Dana Asing
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,3% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II-2026 belum cukup kuat untuk mengembalikan kepercayaan investor asing ke pasar saham domestik. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan, arus dana asing masih keluar dari saham-saham berkapitalisasi besar sehingga prospek pasar pada semester II-2026 dinilai masih menghadapi tantangan.

Menakar Langkah PFII Jadikan Pasar Modal Syariah Berkelas
- Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dinilai berpotensi menjadi katalis pengembangan pasar modal syariah, sekaligus menarik investasi global. Namun, agar tujuan tersebut tercapai, pemerintah perlu memperkuat kepastian regulasi, tata kelola, perlindungan investor, serta memperluas inovasi instrumen investasi syariah.


Arah Mobilitas Pekerja Migran Risen Indonesia
- Fenomena migrasi pekerja direkam secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Melalui survei tersebut, BPS memantau mobilitas pekerja, salah satunya migrasi risen yakni penduduk usia 15 tahun ke atas yang pada lima tahun sebelum pendataan tinggal di kabupaten/kota yang berbeda dengan tempat tinggalnya saat ini. Mengamati tren pergerakan dari tahun 2016 hingga 2025, mobilitas pekerja migran risen di Indonesia menunjukkan fluktuasi yang dinamis. Puncak mobilitas tertinggi selama satu dekade terakhir terjadi pada tahun 2019, di mana jumlah pekerja migran mencapai angka 5,8 juta orang atau dengan porsi 4,5%.


Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 akan diumumkan pada Senin 10 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB sampai selesai secara hibrida di Kantor Pusat Badan Pusat Statistik (BPS) dan disiarkan di akun resmi Youtube BPS. Hasil riset ini jadi penting bagi paling pelaku dunia usaha di sektor jasa keuangan untuk melihat sejauh mana jangkau literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Laporan Survei Konsumen Juli 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Senin 10 Agustus 2026 di situs resmi Bank Indonesia yakni www.bi.go.id. Laporan ini menjadi penting untuk pengusaha karena bisa menjadi indikator cerminan bagaimana keyakinan dan geliat perekonomian dari perspektif konsumen.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR