Mengantisipasi RAPBN 2027, Bantuan Gempa NTT, Bursa Mineral Komoditas Strategis, dan Motor Listrik Nasional

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Mengantisipasi RAPBN 2027, Bantuan Gempa NTT, Bursa Mineral Komoditas Strategis, dan Motor Listrik Nasional
Penyelam mengibarkan bendera Merah Putih usai upacara HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Kolam Hiu SeaWorld, Ancol, Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa kita sendiri. Makin pudar semangat cinta tanah air dan bangsa, makin cepat robohnya negara." Mohammad Hatta

Dunia Usaha Menanti Manfaat APBN Rp4.097,2 Triliun Tahun Depan

  • Rencana pemerintah mengajukan anggaran belanja negara hingga tembus Rp4.097,2 triliun dalam RAPBN 2027 menjadi pisau bermata ganda. Di satu sisi, dunia usaha menantikan manfaat peningkatan belanja negara pada penciptaan daya beli yang lebih kukuh dan konsisten. Di sisi lain, daya tahan fiskal dalam postur ekspansif menuntut perhatian lebih dari sisi produktivitas dan kualitas belanja. Secara rinci, dari total anggaran belanja Rp4.097,2 triliun tersebut, belanja pemerintah pusat direncanakan Rp3.362,2 triliun, sementara transfer ke daerah (TKD) naik menjadi Rp735 triliun. Dengan total target penerimaan negara sebesar Rp3.426 triliun, pemerintah menargetkan defisit fiskal RI terjaga di level Rp671,2 triliun atau 2,40% terhadap PDB.
  • Presiden juga menjabarkan delapan klaster program kerja nasional 2027. Delapan klaster itu adalah kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan desa; penurunan kemiskinan.

Bangkitkan Harapan dengan Bantuan dan Inisiatif Dunia Usaha untuk Korban Gempa NTT

  • Dunia usaha bukan melulu urusan mencari keuntungan saja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk membangkitkan harapan. Berbagai bantuan dan inisiatif dilakukan dunia usaha untuk memberikan harapan dan meringankan korban rangkaian gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi dan berlanjut pada Senin (17/8/2026) pagi. 

Bursa Mineral Komoditas Strategis dan Ambisi RI Kendalikan Harga Komoditas

  • Pemerintah akan membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sebagai bagian dari upaya memperkuat kendali Indonesia atas perdagangan dan harga komoditas strategis. Presiden Prabowo Subianto menargetkan BMKS mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa tersebut nantinya akan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). BMKS telah memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang perubahan atas Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Nantinya, OJK akan memiliki kepala eksekutif yang secara khusus membidangi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

Molinas Meluncur, Insentif Jadi Jurus Tingkatkan Demand dan Utilisasi Pabrik

  • Pemerintah tengah mendorong percepatan dan penguatan industri motor listrik nasional melalui pemberian insentif. Hal ini dilakukan guna mendorong produksi dari industri dan adopsi kendaraan listrik oleh masyarakat di dalam negeri. Pelaku industri pun memiliki strategi guna mencegah terjadinya oversupply dan memastikan produk berhasil diserap masyarakat.

Regulasi Logam Tanah Jarang Dinanti Guna Cegah Hambatan Ekspor Terulang Kembali

  • Hambatan yang dapat memengaruhi kinerja ekspor komoditas mineral yang memiliki kandungan mineral ikutan yang juga bernilai tinggi harus segera diatasi. Merujuk pada salah satu komoditas unggulan hilirisasi terdampak yaitu nikel Indonesia, terlihat tren pertumbuhan ekspor yang tumbuh positif. Pada tahun 2023, ekspor nikel mencatatkan nilai 1,26 miliar dolar AS dengan volume 6,8 juta ton. Nilai ekspor ini terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada tahun 2025 dengan nilai 2,39 miliar dolar AS dari volume 9,72 juta ton. Meski data tahun 2026 baru mencakup periode Januari hingga Mei, nilai ekspor nilai telah mencapai angka 0,9 miliar dolar AS dengan volume 5,41 juta ton. Tren yang pertumbuhan positif tersebut menunjukkan betapa fatalnya potensi kerugian negara jika hambatan regulasi seperti misinterpretasi aturan mineral ikutan dibiarkan berlarut-larut.

Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Juni 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Selasa 18 Agustus 2026. Adapun laporan selengkapnya bisa dibaca dengan mengunduhnya dari situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Laporan ini menjadi penting bagi dunia usaha untuk melihat bagaimana geliat pembiayaan dan pendanaan BUMN dan pengusaha swasta dari utang luar negeri.

Rapat Paripurna DPR RI Ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 akan diselenggarakan Selasa 18 Agustus 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan. Adapun agenda persidangan adalah Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027; Penetapan Keanggotaan Fraksi-Fraksi pada Alat Kelengkapan DPR RI Tahun Sidang 2026-2027. Agenda didahului dengan Pelantikan Pengganti Antarwaktu Anggota DPR RI dan Anggota MPR RI Masa Jabatan Tahun 2024-2029.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya