Dunia usaha bukan melulu urusan mencari keuntungan saja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk membangkitkan harapan. Berbagai bantuan dan inisiatif dilakukan dunia usaha untuk memberikan harapan dan meringankan korban rangkaian gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi dan berlanjut pada Senin (17/8/2026) pagi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap bencana bagi warga terdampak dengan menyalurkan berbagai bantuan seperti ratusan paket makanan cepat saji, makanan ringan, air mineral, minyak goreng, beras dan obat-obatan.
Bantuan disalurkan langsung oleh Relawan BRI Peduli melalui unit kerja BRI terdekat di wilayah terdampak bencana khususnya di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka dan di Mbay, Kab. Nagekeo. Relawan BRI Peduli juga saling bahu-membahu turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak dengan memprioritaskan warga yang terdampak lebih parah.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa BRI sebagai bagian dari Danantara berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah.
“BRI menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). BRI Peduli juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa bumi sebagai upaya meringankan beban masyarakat,” ungkap Dhanny dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).

“Bantuan juga akan kami salurkan secara bertahap dan kami pastikan bahwa BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia, serta membantu mempercepat pemulihan pascabencana,” lanjutnya Dhanny.
BRI juga memastikan bahwa keselamatan nasabah dan pekerja menjadi prioritas utama. Saat ini BRI telah melakukan langkah-langkah pengamanan aset di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi bangunan dan fasilitas operasional.
BRI juga telah menyiapkan langkah mitigasi guna memastikan layanan perbankan kepada masyarakat tetap dapat berjalan.
“Nasabah tetap dapat mengakses berbagai layanan perbankan BRI melalui BRImo serta BRILink Agen yang tersedia. BRI juga terus memantau kondisi seluruh unit kerja di wilayah terdampak dan akan melakukan penyesuaian operasional apabila diperlukan. Kami berkomitmen untuk melakukan pemulihan layanan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah dan otoritas terkait serta perkembangan kondisi pascagempa” tegasnya.
Hal senada juga dilakukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya para pengungsi selama masa tanggap darurat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemangku kepentingan terkait melakukan identifikasi kebutuhan di sejumlah wilayah terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan turut prihatin atas musibah yang dialami masyarakat. Dalam kondisi tanggap darurat, BNI hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan yang paling mendesak agar dukungan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Pada tahap awal, BNI melalui program BNI Berbagi menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, serta peralatan dapur. Bantuan disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah, meliputi Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi para pengungsi dan masyarakat terdampak.
“Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat,” kata Okki.

Menurut Okki, penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap awal. BNI akan melanjutkan pemberian bantuan secara bertahap sesuai kebutuhan prioritas di wilayah terdampak.
“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. BNI akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan,” kata Okki.
Dukungan BNI tersebut merupakan bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia untuk mendukung penanganan dampak bencana secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
Selain menyalurkan bantuan kemanusiaan, BNI memastikan keberlangsungan layanan perbankan di wilayah terdampak tetap terjaga dengan mengutamakan keselamatan pegawai dan nasabah.
Dari 25 outlet BNI di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet tetap beroperasi. Satu outlet, yakni KCP Borong, untuk sementara belum dapat beroperasi akibat keretakan pada bangunan yang memerlukan perbaikan. Dari 67 mesin ATM di area tersebut, sebanyak 65 mesin tetap beroperasi, sementara dua mesin ATM di KCP Borong untuk sementara tidak dioperasikan.
Sebagai bagian dari business continuity plan, BNI menyiapkan O-Branch atau layanan gerak untuk melayani transaksi nasabah KCP Borong selama proses perbaikan. Nasabah juga tetap dapat memperoleh layanan melalui jaringan kantor BNI lainnya serta kanal elektronik dan digital.
“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” jelas Okki.
Operasional KCP Borong akan dinormalisasi setelah kondisi bangunan dinyatakan aman dan memungkinkan untuk kembali digunakan.
“BNI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana. Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” tutup Okki.
Inisiatif kreatif
Inisiatif kreatif untuk melibatkan masyarakat memberikan bantuan dilakukan platform penggalangan dana Kitabisa. Melalui aktivitas Beyond The Game, Kitabisa mengajak partisipasi warga memberikan donasi lewat aktivitas olahraga lari dan bersepeda.
Dengan membeli tiket pendaftaran warga untuk aktivitas lari (virtual run) dan bersepeda (virtual ride) sama dengan berdonasi untuk warga terdampak gempa di NTT. Donasi terkumpul dari campaign ini akan disalurkan untuk makanan siap saji, air bersih, selimut, tenda darurat, perlengkapan bayi dan perempuan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan pemulihan pascabencana.
Dikutip dari situs Kitabisa, sejak dibuka 15 Agustus, hingga artikel ini ditulis sudah 567 peserta yang mendaftar dengan total donasi hingga Rp29,43 juta. Adapun donasi ditargetkan bisa mencapai Rp50 juta dengan pendaftaran akan ditutup pada 31 Agustus 2026.
Perbaikan infrastruktur
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tanggap melakukan langkah percepatan pemulihan layanan telekomunikasi dan digital pasca gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8).
Bencana yang terjadi menyebabkan terganggunya sejumlah infrastruktur telekomunikasi TelkomGroup yang berdampak pada penurunan kualitas layanan mobile dan fixed broadband serta layanan digital lainnya di beberapa titik terdampak.
Dengan mengutamakan keselamatan personel, TelkomGroup mengerahkan sumber daya teknis serta mengoptimalkan sistem suplai listrik cadangan untuk menjaga konektivitas masyarakat tetap tersedia di tengah kondisi darurat.
“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih. Telkom berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat, aman, dan terkoordinasi sekaligus memperkuat ketahanan jaringan melalui backup,” ujar Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, pada agenda Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026).

Sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi, sementara sisanya masih dalam proses penanganan. Pemulihan terus diprioritaskan di sejumlah wilayah terdampak, antara lain Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Respon pemerintah
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan penanganan fase tanggap darurat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat diselesaikan dalam kurun waktu 2–3 pekan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam Update Penanganan Pascagempa Bumi NTT, Minggu (16/8). “Tim gabungan dari pemerintah pusat, lintas kementerian/lembaga menargetkan fase tanggap darurat bisa kita selesaikan dalam 2–3 minggu ke depan,” kata Aam, sapaan akrab Abdul Muhari, Minggu (16/8/2026).
Meski demikian, Aam menegaskan target tersebut tetap bergantung pada dinamika dan perkembangan kondisi di lapangan. Target dapat berubah apabila ditemukan kondisi atau situasi tidak terduga selama proses penanganan bencana.
“Tentu saja ini sangat tergantung dengan dinamika yang kita hadapi di lapangan. Tetapi hasil rapat koordinasi tadi pagi, di awal kita menetapkan target supaya tanggap darurat ini tidak terlalu lama dan kita bisa nanti langsung masuk ke fase transisi darurat,” imbuhnya.
Aam mengatakan, saat ini status tanggap darurat telah diberlakukan di Kabupaten Manggarai selama 90 hari. Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur sedang dalam proses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Adapun penetapan status tanggap darurat untuk Provinsi NTT juga masih dalam proses.
Ia menjelaskan, selain berfokus pada pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan logistik dasar bagi masyarakat terdampak, pemerintah mulai melakukan pendataan dan identifikasi kerugian materiil akibat gempa.
“Kita harapkan di lapangan pemerintah daerah, dibantu oleh personel dari pemerintah pusat, juga sudah bisa melakukan pendataan dan identifikasi kerugian materiil, terutama berkaitan dengan rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat,” ujarnya.
Menurut Aam, identifikasi tingkat kerusakan rumah dan bangunan tersebut penting dilakukan sejak awal agar pemerintah dapat mempersiapkan tahapan selanjutnya secara lebih efektif, khususnya dalam mempercepat proses transisi dan pemulihan menuju tahap rekonstruksi.
“Ini sangat penting supaya proses early recovery nantinya bisa kita lakukan, kita percepat, dan kita akselerasi,” katanya.

Sementara itu, pada hari kedua pascagempa, BNPB atas arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Media Center untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana juga telah disiapkan di Kantor Bupati Manggarai Barat.
“Kita harapkan ini bisa menjadi Posko Nasional selama fase tanggap darurat berlangsung untuk benar-benar bisa mendampingi pemerintah daerah supaya fase tanggap darurat ini bisa kita efektifkan dan optimalkan,” terang Aam.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan Posko Logistik Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko Penerimaan Logistik Utama berada di Bandara Labuan Bajo, sedangkan Posko Logistik Pendukung berada di Maumere.
Dengan demikian, masyarakat, organisasi, maupun berbagai entitas lainnya yang ingin memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di NTT dapat menyalurkannya melalui tiga posko logistik tersebut.
Pemerintah juga terus mempercepat distribusi bantuan dengan menyiapkan dukungan transportasi udara. Sejumlah helikopter dan pesawat telah disiagakan di Labuan Bajo dan Maumere untuk mendukung mobilisasi personel serta distribusi logistik ke wilayah yang membutuhkan.
Aam mengatakan dukungan jalur udara disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan bantuan tetap dapat menjangkau masyarakat apabila akses darat belum sepenuhnya pulih.
“Ini semua kita standby-kan dan kita siap untuk digunakan, baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah membutuhkan dukungan distribusi logistik dari udara,” ujar Aam.
Di Labuan Bajo pemerintah menyiagakan satu unit Heli Super Puma dari TNI Angkatan Udara, satu unit Heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit helikopter dari BNPB, serta dua unit pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB.
Sementara itu, dukungan armada udara di Maumere terdiri atas satu unit Heli Bell 412 dari TNI Angkatan Darat, satu unit Heli Panther dari TNI Angkatan Laut, dua unit Heli Bell dari Kementerian Perhubungan, dan satu unit Caravan dari BNPB.
Aam menjelaskan, pemerintah tetap mengutamakan pemulihan akses darat. Namun, jalur udara disiapkan untuk mempercepat penyaluran bantuan apabila terdapat wilayah yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Yang pasti saat ini untuk akses logistik via darat kita pastikan bisa dilalui, dan kalaupun via darat sulit untuk dilalui, maka kita akan lakukan via udara. Kalau nanti dibutuhkan via laut, tentu saja kita akan membuka opsi penyaluran logistik via jalur laut,” katanya.
Pemerintah juga telah memastikan ruas jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya tertimbun longsor akibat gempa, kini sudah dapat dilalui oleh truk pengangkut BBM. Pembersihan dilakukan oleh Kementerian PU. Hampir seluruh titik jalan lain yang terdampak juga telah memasuki tahap akhir pembersihan dan diharapkan dapat kembali dilalui maksimal besok.

Di sisi lain, dukungan logistik dari pemerintah pusat terus disalurkan kepada masyarakat terdampak. Bantuan Presiden berupa 50.000 paket sembako dikirimkan secara bertahap melalui jalur udara. Untuk sortie pertama, sebanyak 4.925 paket telah terkirim dan tersalurkan.
Dari jumlah tersebut, 3.200 paket didistribusikan melalui Posko Labuan Bajo untuk Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 550 paket, Kabupaten Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, serta Nagekeo dan Ngada masing-masing 550 paket. Sementara melalui Maumere, sebanyak 1.725 paket telah didistribusikan untuk Kabupaten Sikka sebanyak 1.000 paket dan Kabupaten Ende sebanyak 725 paket.
“Sortie kedua akan dikirimkan sore ini, sudah terbang pukul 15.00 dengan jumlah 45.075 paket. Semua ini tentu saja atensi Bapak Presiden untuk benar-benar bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Aam.
Untuk memperkuat koordinasi penanganan, BNPB juga telah membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Posko logistik nasional juga dibuka di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, sementara Posko Penerimaan Logistik Utama berada di Bandara Labuan Bajo dan Posko Logistik Pendukung di Maumere.