Dari sisi backlog jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, BPS mencatat adanya penurunan dari 13,0% rumah tangga pada Maret 2025 menjadi 12,39% pada Maret 2026. Sementara itu, backlog jumlah rumah tidak layak huni juga mencatatkan penurunan dari 25,33% menjadi 24,03%.
Persoalan pemenuhan kebutuhan dasar hunian (backlog) di Indonesia, baik dari aspek kuantitas maupun kualitas hunian, masih menjadi tantangan besar yang memerlukan kebijakan pembiayaan yang tepat.
Konektivitas kian dipertimbangkan dalam pemilihan properti hunian maupun perkantoran. Kedekatan dengan transportasi umum bisa menarik segmen konsumen usia muda.
Permasalahan perumahan di Indonesia masih menjadi tantangan nasional yang tercermin dari masih tingginya angka kebutuhan dasar hunian (backlog) baik kepemilikan maupun kualitas hunian.
Optimalisasi SLIK yang mulai berlaku 1 Juli 2026 mencakup percepatan pembaruan informasi kredit atau pembiayaan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan setelah sebelumnya, proses pembaruan data dapat berlangsung hingga satu bulan atau lebih.
Masyarakat akan memiliki efisiensi dari segi waktu dan biaya transportasi jika tinggal di kawasan berbasis TOD, yang biasanya berlokasi dekat dengan atau berada dekat dengan fasilitas dan transportasi umum.
Perusahaan juga telah menyiapkan strategi untuk memasarkan properti kelas menengah ke atas untuk menjaga bisnis berkelanjutan ke depan.
Anggaran tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, mengurangi backlog perumahan, serta meningkatkan kualitas kawasan permukiman di berbagai daerah
Permintaan rumah subsidi berpotensi melonjak setelah ambang penerima subsidi dinaikkan. Selain kapasitas fiskal, kesiapan pengembang perumahan rakyat perlu diperhitungkan.
Akses hunian layak bagi masyarakat akan lebih luas menyusul penyesuaian batas pendapatan golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan pemerintah.
Pasar properti menggeliat. Spekulasi menurun, pengembang lebih inovatif. Pasar lebih menjanjikan
OJK mendorong penguatan manajemen risiko dan ketahanan lembaga jasa keuangan. Perbankan juga perlu terlibat langsung dalam program strategis nasional
Menampilkan 12 dari 15 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.