Dinamika perdagangan impor, kebijakan pemerintah, biaya logistik, dan strategi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan global supply chain.
Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren surplus yang terus berlanjut. Namun, rekor surplus yang telah berlangsung cukup lama ini dibayangi oleh penyusutan nilai yang kian besar.
Pembiayaan impor yang dilakukan oleh BLU dapat bersumber dari pendanaan internal BLU dan/ atau pendanaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan keberhasilan Indonesia mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 72 bulan atau enam tahun berturut-turut sejak Mei 2020. Meski demikian, angka surplus neraca dagang RI tercatat merosot tajam menjadi USD 89,1 juta pada April 2026.
Pemerintah memberi ruang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU) agar lebih fleksibel melakukan impor energi secara langsung dari luar negeri.
Indonesia mencatatkan lonjakan impor bahan bakar minyak pada kuartal I-2026 di tengah krisis minyak akibat konflik Timur Tengah. Sementara, laporan dari International Energy Agency (IEA) justru mencatat adanya penurunan konsumsi minyak dunia.
Pemenuhan protein hewani dari daging sapi domestik masih bergantung pada pasokan luar negeri. Tahun 2026 ini, produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar separuh dari kebutuhan nasional. Beban impor bertambah karena jatuhnya rupiah.
Nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.700 per dolar AS menjadi alarm keras bagi industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku dari luar negeri. Industri farmasi nasional menjadi salah satu yang paling rentan terkena dampak guncangan ini.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang berkelanjutan hingga ke level Rp 17.700 per dolar AS berdampak langsung pada struktur perdagangan internasional Indonesia, terutama pada sektor impor. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan luar negeri mengancam neraca perdagangan.
Berhentinya operasional salah satu perusahaan baja nasional memberi sinyal memburuknya sektor manufaktur Indonesia. Gelombang pemutusan hubungan kerja membayangi. Sektor industri didera tingginya biaya operasional dan kondisi pasar yang tidak menentu.
Nilai impor Indonesia meningkat pada periode Januari-Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain berpotensi mengikis surplus neraca perdagangan, nilai impor yang terus meningkat akan menguji ketahanan nilai tukar rupiah akibat permintaan terhadap dolar AS yang meningkat.
Indonesia mampu mempertahankan surplus perdagangan pada triwulan I-2026 meski angkanya cenderung menurun. Hal itu disebabkan kenaikan nilai impor jauh melebihi ekspor.
Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, pemerintah menegaskan bahwa pasokan LPG nasional aman melalui strategi pengalihan sumber pasokan. Keyakinan akan keamanan pasok ini didasarkan pada diversifikasi sumber impor yang tidak lagi bergantung pada jalur pelayaran Selat Hormuz.
Menampilkan 12 dari 38 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.