Setelah sempat tertekan hingga menyentuh level terlemahnya tahun ini, nilai tukar rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Apresiasi rupiah kali ini berlangsung beriringan dengan rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Perbedaan arah kebijakan The Fed dan Bank Indonesia dalam penetapan suku bunga acuan menentukan arah penguatan nilai tukar rupiah, khususnya di tengah gejala penguatan yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Penguatan nilai tukar rupiah beberapa hari ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap bauran kebijakan moneter yang ditempuh otoritas, termasuk kenaikan suku bunga acuan dan penguatan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pemerintah mencobai mengurai masalah dampak pelemahan rupiah ke perajin tahu dan tempe. harga kebutuhan pokok, sebisanyatidak mengalami kenaikan
Pertumbuhan ekonomi berpotensi terkontraksi dan inflasi bisa terus terkerek ketika depresiasi rupiah terus terjadi.
Dalam waktu relatif singkat, investor asing beramai-ramai melepas aset baik yang berupa kepemilikan saham maupun surat berharga. Di bursa saham, asing mencatat net sell Rp 61,3 triliun sejak awal tahun. Sementara di pasar obligasi, kepemilikan SBN oleh asing berkurang Rp 15,5 triliun dalam 5 bulan.
Tak hanya menempuh upaya konvensional, sinergi memulihkan kepercayaan pasar perlu dirumuskan dalam kebijakan konkret dan terukur guna mencegah depresiasi memicu efek berkepanjangan terhadap perekonomian Tanah Air.
Pelemahan rupiah yang signifikan dan turunnya nilai saham secara tajam di pasar bursa dalam negeri perlu disadari sebagai tanda adanya kesalahan dalam tata kelola kebijakan.
Rupiah kembali mencatatkan level all time low historis, melewati ambang batas Rp18.000 per US$. Perlu segera diselamatkan.
Keputusan Bank Indonesia (BI) pada Mei 2026 untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% menandai babak baru dalam strategi moneter domestik. Langkah BI tersebut mengakhiri fase pelonggaran panjang yang sempat dinikmati sepanjang tahun lalu.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang berkelanjutan hingga ke level Rp 17.700 per dolar AS berdampak langsung pada struktur perdagangan internasional Indonesia, terutama pada sektor impor. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan luar negeri mengancam neraca perdagangan.
Menengok sejarah tentang beragam cara untuk mengendalikan kurs dollar AS dan perkuat nilai tukar rupiah.
Menampilkan 12 dari 23 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.