Mengulas kebijakan, tren, dan dinamika keuangan nasional maupun global, membantu pengambil keputusan memahami arah perekonomian.
Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga berada di titik terlemahnya sepanjang sejarah. Per 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp 17.719 per dolar AS. Tak hanya Indonesia, sejumlah mata uang negara lain, seperti Jepang dan India, juga ikut terpuruk.
Selain intervensi moneter di pasar keuangan, menyelamatkan daya beli masyarakat perlu dipastikan agar pukulan depresiasi tidak merusak konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi pilar pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah mengakselerasi pertumbuhan moneter dan fiskal dengan kolaborasi Pemerintah, swasta dan Danantara. BI meluncurkan PINISI wadah kolaborasi pembiayaan bersama.
Bank sentral mempertahakan BI Rate di level 4,75%. Otoritas moneter juga secara bertahap menaikkan suku bunga instrumen SRBI
Posisi M2 pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp10.089,9 triliun atau tumbuh sebesar 8,7% (yoy), setelah pada Januari 2026 tumbuh sebesar 10,0% (yoy).
Selain China, beberapa negara mitra kerjasama penggunaan mata uang lokal antara lain Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab dan Jepang
Merespon tren pelemahan nilai tukar rupiah, Bank Indonesia (BI) memodifikasi ambang jual-beli mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) mulai 1 April 2026. Ini mengatur ambang pembelian dan penjualan rupiah dan valas.
Keputusan tersebut meresonansikan komitmen bank sentral dunia untuk memprioritaskan stabilitas moneter, menahan tingkat pengangguran, serta mengembalikan tingkat inflasi di tengah turbulensi global.
Pengelolaan cadangan devisa bisa jadi instrumen penting untuk meredam gejolak ketidakpastian global. Pengelolaan yang tepat bisa meredam depresiasi rupiah sehingga ciptakan stabilitas perekonomian domestik.
ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 mencapai USD 214,3 miliar meningkat 2% dibandingkan dengan triwulan III 2025 yakni USD 210,1 miliar. Sementara itu posisi ULN swasta berada di angka USD 192,8 miliar, menurun dari USD 194,5 miliar di triwulan sebelumnya.
Transaksi modal dan finansial mendorong surplus neraca pembayaran Indonesia pada kuartal IV-2025.
Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan ini karena nilai rupiah berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.
Menampilkan 12 dari 50 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.