Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Stabilitas daya beli masyarakat saat ini tengah menghadapi tantangan. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) 10 Juni lalu menambah kekhawatiran daya beli akan melemah.
Hampir separuh dari populasi Indonesia (49,27 persen) adalah generasi produktif yang meliputi generasi milenial dan generasi Z. Mayoritas generasi muda tersebut bekerja di tiga sektor utama, yakni sektor pertanian, sektor pengangkutan dan pergudangan, serta sektor pengadaan listrik dan gas.
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini semakin menjadi alat pembayaran andalan masyarakat Indonesia. Di kuartal pertama tahun 2026, volume transaksi dengan QRIS tembus 2,1 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 203 triliun, tertinggi sejak diluncurkan tahun 2019.
Pemerintah akan mempercepat realisasi pembangunan jaringan perkeretaapian untuk wilayah di luar Pulau Jawa. Penambahan panjang lintasan akan melayani pergerakan komoditas dan masyarakat dalam jumlah yang sangat besar pada tahun 2030.
Keputusan PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per 10 Juni 2026 memicu kekhawatiran. Daya beli masyarakat di paruh kedua tahun ini akan menghadapi tekanan yang lebih berat.
Membangun ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia menghadapi tantangan yang tidak mudah. Ada potensi terjadinya antrean panjang di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akibat kemampuan pengisian daya (charging rate) yang rendah.
Pasar emas saat ini tengah memasuki periode koreksi setelah mencatatkan lonjakan historis pada awal tahun 2026. Memasuki bulan Juni, instrumen safe haven ini justru menunjukkan tren menurun dibandingkan performa lonjakan di bulan Februari dan Maret.
Tahun 2025 menjadi tahun terjadinya perlambatan realisasi penanaman modal asing (PMA). Realisasi PMA di tahun pertama Presiden RI Prabowo Subianto menjabat ini hanya tumbuh 0,1 persen. Nilainya Rp 900,9 triliun.
Perkembangan tingkat inflasi tahunan di Indonesia sepanjang 2025 hingga Mei 2026 menunjukkan pola volatilitas yang dinamis. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memegang peranan yang sangat krusial.
Dalam waktu relatif singkat, investor asing beramai-ramai melepas aset baik yang berupa kepemilikan saham maupun surat berharga. Di bursa saham, asing mencatat net sell Rp 61,3 triliun sejak awal tahun. Sementara di pasar obligasi, kepemilikan SBN oleh asing berkurang Rp 15,5 triliun dalam 5 bulan.
Industri nikel Indonesia bergantung pada China sebagai pasar dan sumber investasi. Namun, kini investor China mulai melirik industri di Afrika.
Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia pada April 2026 menunjukkan tren surplus yang terus berlanjut. Namun, rekor surplus yang telah berlangsung cukup lama ini dibayangi oleh penyusutan nilai yang kian besar.
Menampilkan 12 dari 399 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.