Kinerja Fantastis QRIS sebagai Andalan Transaksi Era Digital

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini semakin menjadi alat pembayaran andalan masyarakat Indonesia. Di kuartal pertama tahun 2026, volume transaksi dengan QRIS tembus 2,1 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 203 triliun, tertinggi sejak diluncurkan tahun 2019. 

Kinerja Fantastis QRIS sebagai Andalan Transaksi Era Digital

Kemudahan yang ditawarkan QRIS sebagai sistem pembayaran terintegrasi ini membuat transaksi digital menjadi jauh lebih praktis dan efisien. Sejak diluncurkan di tahun 2019 oleh Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), kini QRIS berkembang semakin pesat.

Fleksibilitas yang ditawarkan dapat menjangkau pelaku usaha dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan modern. Kini QR code telah memfasilitasi jutaan merchant untuk menerima pembayaran secara instan dari berbagai aplikasi keuangan. 

Ekosistem yang inklusif telah dibentuk melalui QRIS tersebut tidak hanya mendorong percepatan digitalisasi ekonomi secara merata, tetapi juga secara fundamental mengubah gaya hidup masyarakat menjadi cashless dan modern dalam bertransaksi melalui pembayaran digital.

Transaksi melalui QRIS secara total terus mencatatkan kinerja yang fantastis. Kemudahan yang ditawarkan mendorong tingginya adopsi pembayaran digital masyarakat dari waktu ke waktu. Berdasarkan data pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026, volume transaksi QRIS telah menembus angka 2,1 miliar transaksi dengan nilai nominal transaksi mencapai Rp 203 triliun. 

Jika dibandingkan secara tahunan (yoy), Q1-2026 terhadap Q1-2025, volume transaksi melonjak luar biasa sebesar 107,4% (dari 1 miliar transaksi). Sementara nilai nominalnya tumbuh sangat impresif sebesar 95,2% (dari Rp 104 triliun). Lonjakan pertumbuhan yang konsisten setiap kuartalnya mencerminkan bahwa QRIS bukan sekadar alternatif, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam perputaran roda ekonomi sehari-hari masyarakat.

Tidak hanya berjaya di dalam negeri, QRIS juga sukses menembus batas negara melalui layanan QRIS Cross Border Inbound. Wisatawan asing yang berlibur di Indonesia kini semakin nyaman berbelanja menggunakan QRIS, dengan dominasi terbesar dari wisatawan asal Malaysia. Pada Q1-2026, nilai transaksi oleh wisatawan Malaysia di Indonesia menembus Rp 226 miliar, naik tajam sebesar 242,4% (YoY) dibandingkan Q1-2025 yang hanya berada di angka Rp 66 miliar. 

Selain itu, wisatawan asal Singapura dan Thailand juga turut berkontribusi dengan nilai transaksi masing-masing mencapai Rp 10 miliar dan Rp 2 miliar pada kuartal yang sama, menunjukkan tingginya kepercayaan turis ASEAN terhadap infrastruktur pembayaran kita.

Antusiasme serupa juga terlihat dari sisi Outbound, yakni bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berbelanja saat bepergian ke luar negeri. Sepanjang Q1-2026, total nilai transaksi outbound WNI di Thailand, Malaysia, dan Singapura menyentuh angka Rp 81 miliar. Angka ini melonjak secara signifikan sebesar 179,3% (YoY) jika dibandingkan dengan capaian pada Q1-2025 yang hanya sebesar Rp 29 miliar. 

Secara spesifik pada Q1-2026, WNI paling banyak menggunakan QRIS di Malaysia dengan nilai transaksi Rp 45 miliar, disusul oleh penggunaan di Thailand sebesar Rp 30 miliar dan di Singapura senilai Rp 6 miliar. Kemudahan scan QR ini jelas memanjakan para wisatawan karena mereka tidak perlu lagi repot mengantre di tempat penukaran uang asing.

Tingginya adopsi domestik serta keberhasilan integrasi pembayaran lintas negara di kawasan ASEAN menjadi pemicu kuat bagi pengembangan QRIS di berbagai wilayah Asia lainnya. Menjawab kebutuhan mobilitas global yang semakin dinamis, instrumen transaksi kebanggaan Indonesia ini kini telah dikembangkan dan mulai diimplementasikan di beberapa negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. 

Ekspansi strategis ini tidak hanya akan semakin mempermudah langkah para wisatawan maupun pekerja migran Indonesia di luar negeri, tetapi juga menguatkan posisi QRIS sebagai inovasi sistem instrumen pembayaran yang inklusif.

Baca selengkapnya