Populasi Indonesia Didominasi oleh Milenial dan Generasi Z

Hampir separuh dari populasi Indonesia (49,27 persen) adalah generasi produktif yang meliputi generasi milenial dan generasi Z. Mayoritas generasi muda tersebut bekerja di tiga sektor utama, yakni sektor pertanian, sektor pengangkutan dan pergudangan, serta sektor pengadaan listrik dan gas.

Populasi Indonesia Didominasi oleh Milenial dan Generasi Z

Jumlah penduduk Indonesia hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 284,67 juta jiwa. SUPAS 2025 adalah survei kependudukan yang dilakukan di antara dua sensus untuk memutakhirkan indikator demografi pada tahun 2025.

Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan tahun kelahiran menjadi generasi Pre-Boomer, Baby Boomer, Generasi X, Milenial, Generasi Z, dan Post Generasi Z. Berdasarkan SUPAS 2025, generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 24,93%, diikuti oleh generasi milenial sebesar 24,34%. Persentase empat kelompok generasi lainnya adalah 50,73%.

Generasi Z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012 sehingga diperkirakan di tahun 2025 berusia 13-28 tahun. Sedangkan generasi milenial adalah generasi yang lahir tahun 1981-1996 dan diperkirakan di tahun 2025 berusia 29-44 tahun. Kombinasi kedua generasi muda ini mencakup hampir separuh populasi Indonesia atau sekitar 140,25 juta jiwa. Jumlah ini mewakili generasi yang produktif, yang berada di rentang usia 15-44 tahun.

Jika melihat data ketenagakerjaan dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Agustus 2025, penduduk yang merupakan generasi milenial dan generasi Z yang bekerja (usia 15-44 tahun) tercatat sebanyak 86,22 juta jiwa atau sekitar 59% dari total penduduk yang bekerja.

Mereka bekerja di tiga sektor utama, yakni sektor pertanian sebanyak 18 juta jiwa (20,9%), sektor pengangkutan dan pergudangan sebanyak 17,5 juta jiwa (20,3%), dan sektor pengadaan listrik, gas, dan lainnya sebanyak 13,5 juta jiwa (15,6%). Di sektor yang terkait dengan dunia digital, yaitu sektor informasi dan komunikasi terdapat sebanyak 7 juta jiwa (8,2%) yang merupakan pekerja milenial dan generasi Z.

Sementara itu, terdapat sekitar 6,36 juta generasi milenial dan generasi Z yang masih menganggur. Jumlah terbanyak adalah pada kelompok usia 15-24 tahun, yakni sebanyak 3.843.567 jiwa. Selanjutnya pada kelompok usia 25-34 tahun sebanyak 1.791.256 jiwa dan kelompok usia 35-44 tahun sebanyak 728.703 jiwa.

Persentase pengangguran di kalangan milenial dan generasi Z ini adalah 85,28% dari total pengangguran Nasional. Banyaknya pengangguran dari kalangan milenial dan generasi Z ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. Hal itu dikarenakan kalangan usia produktif itu kini dihadapkan pada penurunan bonus demografi.

Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi pada periode 2030-2040. Ketika periode tersebut berakhir, rasio penduduk belum produktif dan tidak produktif yang ditanggung oleh penduduk usia produktif akan membesar. Bonus demografi diartikan sebagai keuntungan yang dinikmati oleh suatu negara secara ekonomi karena kondisi besarnya proporsi penduduk usia produktif dalam struktur kependudukannya.

Ketika kalangan usia produktif tidak memiliki pekerjaan, maka beban yang ditanggung pemerintah akan semakin besar, terutama dalam memberikan bantuan sosial.

Author

Baca selengkapnya