Lanskap teknologi global mencatat sejarah baru dengan berdirinya Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia (WAICO) di Shanghai, pertengahan tahun ini. Indonesia turut ambil bagian di dalamnya.
Dari 36 finalis, dewan juri menetapkan 12 pemenang yang menawarkan beragam solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), internet of things (IoT), dan analitik data
Antusiasme masyarakat untuk gunakan AI memang sangat tinggi. Tapi belum dibarengi kemampuan untuk menjadi produsen.
Pemanfaatan AI berpotensi membantu meningkatkan efisiensi pelaku UMKM, terutama dalam menekan biaya pembuatan materi promosi seperti logo, foto produk, hingga deskripsi produk. Namun, pelaku usaha jangan terlampau mengandalkan AI juga sehingga produk UMKM kehilangan karakter dan menjadi seragam.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia kini terdepan untuk menjadi pusat hub pangkalan data regional. Tercatat Indonesia memiliki 200 data center dan menjadikannya menduduki posisi pertama di ASEAN.
Keberadaan AI bukan ancaman, namun jadi peluang bagi BPS untuk memperluas pemanfaatan data statistik resmi.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) membawa babak baru di dunia modern saat ini. Meski penggunaan AI tidak menimbulkan gelombang PHK yang dikhawatirkan banyak kalangan, perlambatan serapan tenaga kerja menjadi ancaman nyata AI. Di Indonesia, paparan dari penggunaan AI belum begitu besar.
Untuk industri data center, pemerintah menargetkan kapasitas nasional meningkat signifikan dari sekitar 500 megawatt (MW) saat ini menjadi 2,7 gigawatt (GW) pada 2030.
Dengan iming-iming peningkatan produktivitas, demam automasi telah mendorong banyak pengusaha berlomba-lomba mendorong penggunaan AI tanpa menguji klaim tersebut.
Menampilkan 12 dari 9 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.