Perkembangan industri keuangan, perbankan, fintech, dan arsitektur sistem keuangan.
Capaian pertumbuhan ekonomi yang Impresif pada Q1 2026 menyisakan keraguan para ekonom. Banyak indikator yang menunjukkan pelemahan.
Indonesia segera memiliki pusat keuangan global, yang akan dibangun di Bali. Diharapkan jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru
Fintech dan bank digital lebih lentur dalam memberikan persyaratan penyaluran kredit ketimbang lembaga keuangan konvensional lainnya.
Selain mendiversifikasi portofolio pembiayaan, perbankan mulai mempersiapkan kuda-kuda memonitor kesehatan finansial nasabah demi menjaga kualitas penyaluran kredit dan arus kas mulai triwulan kedua dan seterusnya.
Pemerintah mendorong Generasi Z melek keuangan. Akan dilakukan di sekolah-sekolah.
Industri penjaminan pun dituntut menghadirkan jalan tengah dengan berperan ganda: menekan risiko bagi bank, sekaligus mengerek kelayakan UMKM sebagai debitur.
Ada kekhawatiran pelaku industri terhadap dampak putusan tersebut terhadap kepercayaan pemberi dana (lender) serta kelangsungan penyaluran pembiayaan.
Ini untuk mendorong pasar derivatif berkembang lebih pesat setelah selama ini pertumbuhannya relatif stagnan.
Mereka khawatir, stres, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Sektor asuransi kini tidak lagi hanya berperan dalam manajemen risiko, tetapi juga sebagai mesin dan fasilitator program pemerintah.
Posisi Indonesia pada klasifikasi secondary emerging setara dengan negara lain seperti India dan China. Adapun negara-negara dengan klasifikasi developed antara lain seperti Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan lain-lain.
Tekanan geopolitik global yang disinyalir memicu volatilitas nilai tukar rupiah dan ketidakpastian suku bunga, mendorong PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) memperkuat manajemen risiko, menjaga likuiditas, serta lebih selektif dalam penyaluran kredit.
Menampilkan 12 dari 108 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.