Rubrik Industri menyajikan perkembangan terbaru dari sektor-sektor utama penggerak ekonomi mulai dari energi, manufaktur, hingga digital. Fokus pada implikasi bisnis dan peluang nyata, bukan kabar permukaan.
Hingga pertengahan tahun 2026, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menghantui berbagai sektor industri di Indonesia. Kebijakan deregulasi birokrasi menjadi kunci untuk meredam angka PHK semakin bertambah.
Industri tekstil dan alas kaki Tanah Air tak pernah takut bersaing. Namun, tanpa regulasi yang berpihak dan sosialisasi komprehensif, itu semua cuma angan-angan.
Arus investasi tersebut juga berhasil menciptakan 34.162 lapangan kerja baru, mencerminkan peran strategis KEK sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Pengembangan industri drone nasional sebenarnya memiliki prospek yang besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan teknologi drone di berbagai sektor.
Ada kenaikan PMI pada bulan Juli 2026. Volume produksi setelah empat bulan mengalami kontraksi. Namun, laju ekspansinya masih relatif terbatas.
Ekspansi lahan kawasan industri yang kini melampaui 101,35 ribu hektar telah menampung 11.970 perusahaan tenant serta menyerap 2,35 juta tenaga kerja.
Sejumlah ekonom menilai pelaku usaha pada dasarnya tidak mempermasalahkan besarnya peran negara dalam perekonomian, selama arah kebijakan jelas, dapat diprediksi, dan dijalankan secara konsisten.
ASEAN Food Safety Regulatory Framework Agreement (AFSRFA) memangkas hambatan teknis perdagangan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha. Ini diharapkan membuka peluang ekspor produk-produk pangan Indonesia ke ASEAN.
Kinerja dan arah pergerakan industri manufaktur Indonesia saat ini mendapat dua penilaian yang berbeda dari dua barometer utama: Prompt Manufacturing Index (PMI) dari Bank Indonesia dan Purchasing Manager’s Index (PMI) dari S&P Global.
Puncak musim kemarau yang berlangsung pada periode Juli hingga Agustus 2026 membawa angin segar bagi penjualan produk pendingin ruangan (AC) di Indonesia. Gabungan Industri Elektronika dan Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel) memprediksi terjadinya lonjakan penjualan.
Parfum tak lagi merupakan barang mewah. Produk ini kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup harian yang digandrungi oleh berbagai generasi dan kelas sosial di Indonesia. Dengan tren seperti ini, industri parfum domestik mulai unjuk gigi.
Secara perbandingan dari KBLI 2020 ke KBLI 2025, terjadi penambahan satu kategori dari 21 ke 22, pengurangan golongan pokok dari 88 menjadi 87, penambahan golongan dari 245 menjadi 257, pengurangan subgolongan dari 567 menjadi 519, dan pengurangan kelompok dari 1.789 menjadi 1.559.
Menampilkan 12 dari 235 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.