Perubahan aturan BEI dapat menjadi salah satu faktor yang membuka ruang pembentukan harga GOTO secara lebih dinamis. Tingginya likuiditas perdagangan GOTO dan keberadaan investor institusi global menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
•
6 Menit Baca
Oleh:
Tautan telah disalin! Tempelkan ke stiker tautan di Bio atau Story Anda.
Rombongan mitra pengemudi roda dua GOTO. Foto: Dokumentasi GOTO
Dalam Artikel Ini
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus batas harga minimum saham Rp50 per lembar mulai 28 September 2026. Perubahan tersebut membuka ruang bagi saham yang selama ini tertahan di level Rp50, termasuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Aturan ini jadi jendela price discovery atau pembentukan harga wajar suatu saham melalui interaksi antara penawaran dan permintaan dari pembeli di pasar.
Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana Hans Kwee menilai perubahan aturan BEI dapat menjadi salah satu faktor yang membuka ruang pembentukan harga GOTO secara lebih dinamis. Ia menilai tingginya likuiditas perdagangan GOTO dan keberadaan investor institusi global menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
“Kondisi tersebut dapat menjadi perhatian investor, baik institusi maupun ritel, dalam menentukan level valuasi dan keputusan transaksi,” ujarnya dihubungi Rabu (16/9/2026).
Ia menilai harga GOTO di Rp50 lebih mencerminkan dinamika jangka pendek pasar dan proses konsolidasi fundamental daripada nilai bisnis GoTo secara keseluruhan.
Menurut Hans, GOTO memiliki fondasi ekosistem yang kuat melalui Gojek, GoPay, serta kemitraan strategis dengan Tokopedia dan TikTok. Monetisasi pada lini on-demand services dan teknologi finansial juga terus menunjukkan perbaikan margin.
“Dari sisi kinerja, GoTo juga terus mengarahkan bisnisnya pada peningkatan efisiensi dan profitabilitas. Perbaikan tersebut tercermin dari pencapaian EBITDA yang disesuaikan positif,” ucap Hans.
Hans melihat skala Gross Merchandise Value (GMV), basis pengguna aktif, serta perkembangan menuju profitabilitas sebagai faktor yang dapat membuka ruang bagi peningkatan valuasi GOTO.
Ia menilai harga saham GOTO saat ini berada pada kondisi yang terdiskon jika dibandingkan dengan skala ekosistem dan perkembangan fundamental perseroan.
“Konsensus analisis fundamental yang mempertimbangkan efisiensi operasional dan pertumbuhan lini finansial juga menempatkan nilai wajar GOTO di atas level harga saat ini. Target konsensus analis secara bertahap bergerak pada kisaran Rp80–Rp100 lebih seiring dengan realisasi kinerja keuangan GoTo yang semakin membaik,” ungkapnya.
Ia juga menilai risiko GOTO terseret ke level bawah relatif kecil mengingat likuiditas transaksi hariannya yang tinggi serta dukungan investor institusi global.
Namun, perubahan aturan tidak menggantikan kebutuhan terhadap fundamental. Bagi GOTO, kata Hans, skala ekosistem yang mencakup jutaan merchant, mitra pengemudi, dan puluhan juta pengguna harus berjalan seiring dengan kemampuan menghasilkan laba, menjaga margin, memperkuat arus kas, dan meningkatkan monetisasi.
Menurutnya apabila perbaikan kinerja keuangan GOTO berlanjut dari kuartal ke kuartal, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung terbentuknya momentum pemulihan harga menuju valuasi yang lebih tinggi.
“Dengan demikian, perhatian terhadap saham GOTO tidak hanya tertuju pada level harga Rp50, tetapi juga pada kemampuan GoTo mempertahankan perbaikan kinerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat monetisasi ekosistem bisnisnya,” pungkasnya.
Tidak lantas langsung jeblok
Mulai 28 September 2026, perubahan batas bawah saham dari Rp50 menjadi Rp1 juga mengubah ruang perdagangan GOTO. Saham yang selama ini berhenti di Rp50 akan memiliki ruang untuk membentuk harga di bawah level tersebut.
Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas, Elandry Pratama menilai, harga saham perubahan tersebut menghilangkan lantai harga yang selama ini membatasi pergerakan saham GOTO.
“Perubahan batas bawah dari Rp50 menjadi Rp1 memang menghilangkan ‘lantai’ yang selama ini membatasi pergerakan harga GOTO, sehingga secara mekanisme saham memiliki ruang bergerak di bawah Rp50,” ujarnya.
Namun, perubahan batas bawah tersebut tidak otomatis berarti GOTO akan bergerak menuju Rp1. Menurut Elandry, dalam jangka pendek volatilitas berpotensi meningkat karena proses pembentukan harga menjadi lebih terbuka.
Setelah itu, lanjut Elandry, pergerakan harga tetap akan ditentukan oleh fundamental perusahaan, supply-demand, market sentiment serta ekspektasi investor terhadap prospek bisnisnya.
Perubahan mekanisme tersebut pada akhirnya membuat harga saham GOTO semakin bergantung pada interaksi antara fundamental dan persepsi pasar. Batas Rp50 tidak lagi menjadi lantai harga, tetapi perbaikan fundamental juga harus mampu menjadi dasar bagi terbentuknya valuasi baru.
Elandry menilai kunci GOTO berada pada konsistensi laba, pertumbuhan bisnis terutama fintech, monetisasi ekosistem, serta kemampuan menjaga margin dan arus kas.
“Fair value ke depan akan sangat bergantung pada konsistensi laba, pertumbuhan bisnis terutama fintech, monetisasi ekosistem, serta kemampuan menjaga margin dan arus kas,” kata Elandry.
Ekosistem ekonomi digital terintegrasi
GOTO bukan sekadar saham berharga Rp50 per unitnya. Di belakang harga tersebut, terdapat salah satu ekosistem digital terbesar di Indonesia yang telah membangun basis pengguna, merchant, mitra pengemudi, serta layanan transaksi dalam skala besar yang mana ekosistemnya mencakup Gojek, GoPay, serta kemitraan strategis dengan Tokopedia dan TikTok.
Mengutip laporan tahunan GoTo 2025, lebih dari 6,4 juta merchant tergabung dalam ekosistem GoTo. Perusahaan juga memiliki sekitar 3 juta mitra pengemudi dan 66 juta pengguna transaksi.
Skala tersebut membuat perkembangan GOTO memiliki dimensi sosial-ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar kinerja satu emiten di pasar modal. Ekosistem perusahaan bersinggungan langsung dengan aktivitas merchant, pelaku usaha, mitra pengemudi, konsumen, serta transaksi ekonomi digital.
GOTO juga memiliki perjalanan panjang sejak mulai beroperasi pada 2010, menjalankan aplikasi Gojek pada 2015, hingga mencatatkan sahamnya di BEI pada 2022.
Saat initial public offering (IPO) pada 11 April 2022, saham GOTO dibuka pada Rp400 per saham, naik 18,3% dari harga penawaran Rp338. Ketika itu, GOTO menjadi perusahaan decacorn pertama yang melantai di bursa Asia dan perusahaan rintisan pertama yang tercatat di papan utama BEI.
GOTO menghimpun dana Rp13,7 triliun dalam IPO dan memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp400 triliun pada saat pencatatan. GOTO menjadi perusahaan tercatat ke-15 yang melantai di BEI pada 2022 dan emiten ke-781 secara keseluruhan pada saat itu.
Perubahan tersebut mulai terlihat pada 2026. Setelah bertahun membangun ekosistem dan mengejar skala bisnis, GOTO mencatat laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan pada kuartal I 2026.
Pada periode tersebut, GOTO membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp367 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut berlanjut pada kuartal II 2026 ketika GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar.
Perubahan dari fase ekspansi menuju profitabilitas menjadi salah satu faktor yang kini diperhatikan pasar.
Dorong likuiditas perdagangan
Sebelumnya, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, penghapusan batas minimum harga saham dilakukan untuk memberikan likuiditas yang lebih baik kepada investor serta memperbaiki proses pembentukan harga di pasar saham.
“Untuk saham yang saat ini Rp50, nanti tanggal 28 September itu akan dibuka. Tidak ada lagi harga minimum Rp50. Ya, tujuannya itu sudah disampaikan juga adalah untuk memberikan likuiditas dan price discovery yang lebih baik,” kata Jeffrey, Rabu (16/9/2026).
Dengan kebijakan tersebut, level Rp50 tidak lagi menjadi batas bawah perdagangan saham. Pergerakan harga selanjutnya akan mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.
Jeffrey mengatakan kebijakan itu juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas investor. Menurut dia, batas minimum sebelumnya membuat ruang pembentukan harga saham menjadi terbatas ketika suatu saham telah berada di level Rp50.
“Pertama, untuk memenuhi kebutuhan likuiditas investor. Kedua, untuk memberikan price discovery yang lebih baik,” ujar Jeffrey.
Selain itu, BEI menyebut penghapusan batas minimum Rp50 merupakan bagian dari penerapan praktik yang telah digunakan bursa-bursa besar di dunia.
“Dan yang ketiga, ini adalah best practices di bursa-bursa besar di seluruh dunia,” katanya.
Kebijakan tersebut nantinya tetap akan dievaluasi secara berkala. Jeffrey mengatakan setiap kebijakan maupun produk baru yang diterapkan BEI akan melalui evaluasi setelah diluncurkan.
“Setiap kebijakan, setiap produk setelah itu diluncurkan ‘kan pasti harus dilakukan evaluasi secara periodik,” ujarnya.
GOTO masih bertahan di indeks utama
Perubahan batas bawah harga menjadi Rp1 menjadi perhatian khusus bagi GOTO karena saham perusahaan tersebut masih berada di level Rp50. Namun, posisi GOTO di sejumlah indeks utama BEI hingga saat ini masih menunjukkan bahwa saham tersebut memiliki likuiditas yang diperhitungkan dalam metodologi indeks.
BEI memastikan tidak ada perubahan kriteria dalam evaluasi berkala indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. Evaluasi yang berlaku efektif pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026 tetap menggunakan parameter likuiditas selama enam bulan terakhir.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menegaskan metodologi seleksi indeks tidak mengalami perubahan. “Kriteria tetap sama, dari likuiditasnya selama enam bulan. Sama kok, enggak ada perubahan kriteria,” ujar Irvan kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (28/7/2026) lalu.
Irvan menjelaskan GOTO masih bertahan di IDX80, LQ45, dan IDX30 karena penilaian likuiditas tidak hanya melihat pergerakan saham dalam beberapa bulan terakhir.
“Likuiditas kan tidak dihitung hanya satu-dua bulan. Rata-rata enam bulan atau 12 bulan terakhir sebelum evaluasi. Likuiditasnya baru turun beberapa bulan terakhir saja, dua-tiga bulan terakhir,” kata Irvan.
Dukung Jurnalisme Solusi.Terangi Lebih Banyak Langkah Bersama SUAR
Di tengah banyaknya informasi, jurnalisme yang memberi arah hanya dapat terus hadir berkat dukungan pembaca. Bersama Anda, kami akan terus menghadirkan informasi yang terkurasi, mendalam, dan berorientasi pada solusi bagi penggerak dunia usaha.
Daftar untuk buletin SUAR Inspirasi Penggerak Dunia Usaha.
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.