Dinamika pasar modal, mulai dari regulasi, pergerakan emiten, hingga partisipasi investor.
Regulator dan otoritas pun sudah menggulirkan dan tengah meneruskan agenda reformasi di lantai bursa. Kini semua pemangku kepentingan tengah bekerja keras mewujudkan era baru pasar modal.
Reformasi tata kelola pasar modal yang tengah dan terus berjalan diharapkan bisa memulihkan lagi kepercayaan.
Seiring respons pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi, dengan indeks dibuka naik 0,41% ke level 7.086,34 dan ditutup menguat 0,50% ke posisi 7.092,46.
Penguatan tata kelola (governance) menjadi fondasi utama pertumbuhan industri securities crowdfunding (SCF) di Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Bagaimana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan? Apakah bakal kembali jeblok? Atau apakah justru akan bangkit dan melesat? Barangkali kita bisa temukan jawabannya dengan berkaca pada sejarah.
Kendati neraca perdagangan masih surplus hingga 71 bulan berturut-turut, tapi belum cukup dongkrak kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin.
Sentimen musiman sell in May and go away kembali mengemuka di pasar modal Indonesia pada akhir April 2026, beriringan dengan meningkatnya tekanan global dan fokus investor terhadap evaluasi MSCI.
Pasar modal tak hanya kembali menyentuh level psikologis di bawah 7.000 yang terakhir 7 April lalu, tetapi ini juga merupakan titik terendah sepanjang 2026. Anjloknya pasar modal tak lain karena tekanan dua arah baik global maupun lokal.
Dominasi investor lokal serta pertumbuhan signifikan jumlah investor dinilai mampu meredam tekanan eksternal dan menjaga stabilitas pasar.
Reformasi yang dilakukan otoritas bersama BEI, seperti peningkatan transparansi data pemegang saham di atas 1%, pengenalan indikator High Shareholding Concentration (HSC), hingga penyesuaian batas minimal saham beredar publik (free float), telah menjadi perhatian utama penyedia indeks global.
Pelaku pasar global menilai fundamental jangka panjang pasar modal Indonesia tetap menarik, dengan catatan adanya penyesuaian struktural di pasar.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merevisi kriteria evaluasi indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 dengan mengecualikan saham berkategori high shareholding concentration (HSC).
Menampilkan 12 dari 89 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.