Dinamika pasar modal, mulai dari regulasi, pergerakan emiten, hingga partisipasi investor.
IHSG telah bertumbuh dengan rata-rata 13,9% selama 20 tahun terakhir, mengalahkan S&P 500 maupun Nasdaq dalam kurun yang sama. Karena itu, fundamental pasar modal Indonesia tidak perlu diragukan.
Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri
Meskipun masih bersifat teknis dan rahasia, pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu berlangsung konstruktif.
Akar utama dari temuan tersebut berasal dari penyimpangan dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Gejolak pasar modal Indonesia awal 2026 mencatat beberapa peristiwa besar mulai dari IHSG tembus rekor 9.134,7 hingga jatuh ke level 7.900-an. Pasca penilaian oleh MSCI dan Moody's yang memengaruhi kepercayaan investor global, beberapa emiten berupaya melakukan langkah penyelamatan lewat buyback.
Keputusan menaikkan besaran free float jadi langkah awal reformasi di lantai bursa.
BEI perlu menemukan keseimbangan menjadi operator pasar modal yang independen dan akuntabel, namun tetap memperhatikan aspirasi pemegang saham, serta stakeholder ekosistem pasar modal lainnya.
Emiten meminta rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menaikkan ambang batas minimum saham beredar di publik (free float) menjadi 15% dari sebelumnya 7,5 % dilakukan secara bertahap.
Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings pada Kamis (5/2/2026) malam yang resmi menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. IHSG pun merespon negatif. Bagaimana ke depan?
SIARAN PERS. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pada Jumat (6/2) melakukan penyesuaian Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat, salah satunya terkait aturan free float 15% yang akan diterapkan Maret 2026.
Terdapat 267 emiten yang berpotensi belum memenuhi ambang batas free float 15% apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
Tiga perusahaan yang diusut kepolisian antara lain PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Narada Asset Manajemen, serta pendalaman lanjutan atas IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang melibatkan Shinhan Sekuritas Indonesia.
Menampilkan 12 dari 39 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.