Perkembangan terkini di dunia saham, termasuk kinerja emiten, tren pasar, dan kebijakan yang memengaruhi pergerakan investasi.
Penguatan IHSG ini dikerek oleh wacana buyback saham oleh sejumlah BUMN dan putusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 0,25% menjadi 5,5%.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 5.342,14 melemah 4,52% atau turun 252,63 poin dari posisi sebelumnya 5.594,77. Sebanyak 701 saham melemah, 78 saham menguat, dan 180 saham stagnan.
Dalam waktu relatif singkat, investor asing beramai-ramai melepas aset baik yang berupa kepemilikan saham maupun surat berharga. Di bursa saham, asing mencatat net sell Rp 61,3 triliun sejak awal tahun. Sementara di pasar obligasi, kepemilikan SBN oleh asing berkurang Rp 15,5 triliun dalam 5 bulan.
Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya dipengaruhi oleh rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Ini juga merupakan respons pasar terhadap berbagai faktor ekonomi domestik dan global yang sedang berkembang.
Pelemahan rupiah yang signifikan dan turunnya nilai saham secara tajam di pasar bursa dalam negeri perlu disadari sebagai tanda adanya kesalahan dalam tata kelola kebijakan.
Merosotnya IHSG dipicu sentimen eksternal dari outlook dari S&P dan peringkat kredit Moody's Rating. Sentimen internal dalam negeri juga memicu merosotnya IHSG.
Kebijakan ini diperkirakan bakal meningkatkan masuknya devisa sehingga mendatangkan modal ke sistem keuangan dalam negeri.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah menjelang libur panjang Idul Adha 2026 dan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Kondisi ini berbeda dibandingkan momentum serupa tahun lalu ketika pasar saham domestik masih mampu menguat meski dibayangi aksi jual investor asing.
Pergerakan IHSG di zona merah terjadi selama delapan hari berturut-turut dua pekan lalu dan mencapai level terendah di bawah 6.000. Kemerosotan IHSG selama empat bulan terakhir menempatkan pasar saham Indonesia di posisi terbawah, baik di tingkat ASEAN, Asia Pasifik, maupun dunia.
Wacana pembentukan BUMN khusus ekspor sumber daya alam yakni Danantara Sumberdaya Indonesia direspon negatif pasar modal.
Pada Selasa (19/5/2026), Bursa Efek Indonesia kedatangan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco didampingi OJK. Mereka mencoba meyakinkan investor pasar modal Indonesia kian berkembang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) setelah pasar dibayangi sentimen negatif dari dua penyedia indeks global, MSCI dan FTSE Russell.
Menampilkan 12 dari 68 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.