Geliat Investasi Nikel, Revisi UU Persaingan Usaha, dan Reformasi Pajak

Geliat Investasi Nikel, Revisi UU Persaingan Usaha, dan Reformasi Pajak

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Geliat Investasi Nikel, Revisi UU Persaingan Usaha, dan Reformasi Pajak
Dalam Artikel Ini

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Rasa takut adalah penyakitnya. Kerja keras dan pergerakan cepat adalah penawarnya." (Travis Kalanick - Pendiri Uber)

Membaca Arah Baru Investasi Nikel Indonesia

  • Mengutip data dari Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), realisasi investasi hilirisasi industri nikel sepanjang 2020–2025 mencapai Rp690,3 triliun atau sekitar USD44,54 miliar. Adapun berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada semester I-2026, nilai investasi industri nikel menjadi kontributor terbesar investasi hilirisasi lebih tinggi dibandingkan komoditas lainnya seperti bauksit, besi baja, gas bumi, minyak bumi dan lain-lain. Adapun nilainya mencapai Rp71 triliun atau porsi 23,65% dari total investasi hilirisasi.
  • Investasi di industri nikel Indonesia masih menunjukkan nilai besar di tengah berlanjutnya ekspansi hilirisasi, pengembangan produk bernilai tambah, serta meningkatnya tuntutan terhadap produksi yang lebih berkelanjutan.

Amandemen UU Persaingan Usaha: Mengatur Algoritma Berkeadilan

  • Rencana amandemen Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 (UU Persaingan Usaha) perlu memperhatikan lanskap pasar digital yang telah terbentuk tanpa memicu disrupsi lanjutan. Melalui pendekatan kolaboratif dalam proses revisi, regulasi yang berkeadilan dapat membantu pasar digital menjadi lebih kompetitif dan menjanjikan. Revisi regulasi persaingan usaha perlu mengatur algoritma berkadilan dalam menjaga perimbangan daya tawar penjual dan platform lokapasar.

Belajar dari Contoh Terbaik demi Reformasi Pajak Futuristik

  • Kementerian Keuangan mempersiapkan kiat reformasi pajak berhaluan masa depan sebagai kerangka strategi penerimaan negara. Selain perluasan basis pajak, kemudahan wajib pajak dan pelibatan akal imitasi (AI) akan semakin terintegrasi dalam metode audit maupun evaluasi. Pengalaman Negeri Sakura menjadi contoh terbaik yang patut ditiru. enasihat Senior Japan International Cooperation Agency (JICA) Naofumi Kosugi merekomendasikan reformasi pajak semakin mengoptimalkan data-driven tax administration yang telah mulai diterapkan. Langkah-langkah itu antara lain mengimplementasikan audit pajak dan deteksi penipuan bertingkat melalui analisis rekam jejak transaksi, serta mempergunakan predictive AI model dalam risk scoring melalui persilangan data perpajakan, rekening bank, aset kripto, dan transaksi e-commerce. 

Ambisi Ekspor Pangan di Tengah Ketergantungan Impor dan Ancaman El Nino

  • Harapan untuk menjadi eksportir pangan global dihadapkan pada defisit neraca perdagangan pada tiga dari empat subsektor pertanian. Membenahi ketahanan pangan domestik menjadi pekerjaan rumah utama. Salah satu tantangan terbesar yang membayangi langkah menuju swasembada ada pada kerentanan sektor pertanian terhadap anomali iklim, khususnya ancaman siklus El Nino ekstrem. Bencana kekeringan panjang yang dipicu oleh fenomena ini terbukti menciptakan efek domino yang merusak bagi siklus tanam nasional. 

Tarif Baru dari AS di Tengah Meroketnya Ekspor Panel Surya Indonesia

  • Industri sel dan panel surya Indonesia menghadapi tantangan baru dengan penetapan bea masuk impor Amerika Serikat. Lebih dari 60% pasar ekspor Indonesia dari industri tersebut tertuju ke Amerika Serikat. Data nilai dan volume ekspor sel dan panel surya (Kode HS 854142 dan 854143) dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren pertumbuhan eksponensial dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2022, nilai ekspor baru sebesar 196,55 juta dolar AS, dua tahun kemudian (2024) angkanya melesat menjadi 666,31 juta dolar AS atau tumbuh 162,01%. Puncak lonjakan terjadi pada tahun 2025, di mana nilai ekspor naik fantastis hingga 373,32% menyentuh angka 3,15 miliar dolar AS, diiringi lonjakan volume ekspor yang masif menjadi 547,61 ribu ton.

Jakarta International Investment, Tourism, Trade, and SMEs Expo (JITEX) 2026 diselenggarakan pada 16-19 September 2026 di JI-Expo Jakarta. Mengusung tema “Ignite the Economy”, JITEX menjadi wadah bertemunya pemerintah, pelaku usaha, buyer, investor, dan mitra internasional untuk membuka peluang kolaborasi, mendorong investasi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Seminar "DSI Jadi Pengawas Atau Pedagang" akan dilaksanakan Kamis, 17 September 2026 secara daring. Hadir sebagai pembicara Anggota Komisi VI DPR Ahmad Labib, Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center Christiantoko, Guru Besar FEB UI Telisa Aulia Falianty, dan Ketua Bidang Perpajakan & Fiskal GAPKI Yustinus Lambang Setyo.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Weekday Bright

Rekomendasi SUAR