Menteri Keuangan Baru, Kredit Konsumsi Perbankan, dan Ekonomi Digital

Menteri Keuangan Baru, Kredit Konsumsi Perbankan, dan Ekonomi Digital

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Menteri Keuangan Baru, Kredit Konsumsi Perbankan, dan Ekonomi Digital
Dalam Artikel Ini

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Jangan takut membuat kesalahan. Namun, pastikan kamu tidak membuat kesalahan yang sama dua kali." (Akio Morita- Pendiri Sony)

Menkeu Suahasil: Presiden Minta Saya Jaga Kesehatan dan Kredibilitas Keuangan Negara

  • Suahasil Nazara dilantik oleh Presiden Prabowo menjadi menteri keuangan mengganti Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Negara, Senin (14/9/2026). Turut hadir dalam kesempatan antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Sebelumnya Suahasil merupakan wakil menteri keuangan sejak 25 Oktober 2019.
  • Ditemui usai pelantikan, Suahasil membeberkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto."Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," ujar Suahasil.

Di Balik Perburuan Bank Mengejar Kredit Konsumsi

  • Perbankan kian agresif menggarap kredit konsumsi di tengah pertumbuhan segmen tersebut yang masih tertinggal dibandingkan kredit investasi dan modal kerja. Berbagai promo bunga kredit, potongan biaya administrasi, hingga insentif transaksi digelar untuk menarik minat masyarakat sekaligus memperluas basis nasabah ritel. Fenomena tersebut terlihat dari strategi sejumlah bank besar yang menggelar pameran dan program promosi dengan menawarkan pembiayaan konsumsi dengan bunga jauh di bawah tarif normal. Kredit konsumsi saat ini memang cukup menarik bagi perbankan karena memiliki pasar yang luas, kebutuhan yang relatif berulang, serta karakter produk yang lebih mudah distandardisasi.

Sektor Aplikasi Jadi Andalan Baru Ekonomi Kreatif

  • Subsektor aplikasi menjadi salah satu andalan baru dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional. Besarnya pertumbuhan investasi subsektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir terjadi seiring meningkatkan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan berbasis digital. Subsektor aplikasi menyumbang investasi terbesar bagi sektor ekonomi kreatif, mencapai Rp54,18 triliun atau hampir 30% dari total investasi ekonomi kreatif pada 2025, sebesar Rp183 triliun. Adapun subsektor industri kreatif dengan kontribusi terbesar setelahnya adalah kriya, fesyen, kuliner dan periklanan.

Opini: Mengapa Sentra Industri Indonesia Sulit Naik Kelas?

  • Masalah industrialisasi kita bukan ketiadaan kluster. Masalahnya adalah mengapa begitu banyak kluster mampu terus berproduksi, tetapi sulit mengubah pengulangan produksi menjadi akumulasi kemampuan. Artikel ini merupakan opini dari Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Deni Friawan.
Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Deni Friawan. (Foto: AI/SUAR).

Vietnam Ungguli Indonesia Sebagai Tujuan Ekspansi Bisnis Uni Eropa di ASEAN

  • Temuan terbaru EU-ASEAN Business Sentimen Survey 2026 menunjukkan bahwa 73% pelaku usaha Eropa menyatakan ASEAN telah menjadi semakin penting bagi pendapatan global mereka selama dua tahun terakhir. Dalam peta ekspansi bisnis lima tahun ke depan, Vietnam menempati posisi puncak di mana sebanyak 64% responden pelaku bisnis Uni Eropa merencanakan perluasan operasi mereka di negara tersebut. Tepat di bawahnya, Indonesia menyusul dengan hasil 57% responden juga bersiap melakukan ekspansi bisnis.

Indonesia Bangun Kekuatan Kerja Sama Ekonomi di Aliansi BRICS 2026

  • Dari forum BRICS pada 12-13 September 2026 di India, Indonesia dengan keanggotaan penuhnya membuka peluang lebih besar untuk menguatkan sekaligus mengamankan stabilitas kerja sama ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global. ​Secara global, kekuatan ekonomi aliansi BRICS menunjukkan dominasi yang kian besar dan signifikan dalam lanskap makroekonomi dunia. Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), total Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP) negara anggota BRICS pada tahun 2025 telah mencapai 85,23 triliun dolar AS atau setara dengan 40,5% dari PDB global. 

Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Juli 2026 akan dirilis Selasa, 15 September 2026 oleh Bank Indonesia (BI). Adapun laporan selengkapnya dapat diunduh dan dibaca di situs resmi BI yakni www.bi.go.id.

Seminar Perpajakan "Aspek Pajak di Balik Program Makan Bergizi Gratis" akan diselenggarakan Selasa, 15 September 2026 pukul 10.30-12.00 WIB secara hibrida melalui zoom meeting dan di Sekretariat Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha KAHMI (Korps Alumni HMI). Hadir

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Weekday Bright

Rekomendasi SUAR