Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Bahaya terbesar turbulensi bukan karena guncangan itu sendiri, namun karena respon yang diambil justru menggunakan logika kemarin yang sudah kuno dan tak lagi relevan." (Peter Drucker - Ahli Ilmu Manajemen)
Menteri Keuangan dan the Beautiful Game
Artikel ini merupakan opini dari Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) dan Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) Mohamad Ikhsan.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Suahasil Nazara — kolega saya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) — sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pergantian pucuk pimpinan Kementerian Keuangan selalu menjadi momen yang baik untuk merenungkan kembali apa sebenarnya yang dibutuhkan dari seorang Menteri Keuangan — dan dari kementerian yang ia pimpin. Untuk menjelaskan peran ini, saya suka meminjam metafora dari olahraga yang paling dicintai di dunia yaitu sepak bola. “Permainan yang indah” (the beautiful game) begitulah perumpamaan yang ternyata jauh lebih pas daripada yang saya duga.
Suahasil Nazara, Disiplin Fiskal, dan Tugas Besar Pulihkan Kepercayaan
Babak baru kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai bendahara negara di sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2026-2029 menjanjikan kembalinya rezim disiplin fiskal dalam tata kelola Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Suahasil harus segera bersiap menghadapi beragam tantangan, kredibilitas fiskal, dan konsistensi laju pertumbuhan ekonomi perlu terus berjalan beriringan. Simak ulasan aspirasi komplet dari parlemen, dunia usaha, ekonom selengkapnya di artikel ini.
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia tengah mengkaji peluang investasi terhadap infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seiring dengan melonjaknya permintaan terhadap kapasitas komputasi dan juga infrastruktur data center di Indonesia.
Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia saat ini disebut tengah menghadapi keterbatasan dalam pengembangannya, baik dari sisi keterbatasan lahan maupun energi. Kondisi tersebut pun membuat Indonesia harus memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk menjadi negara tujuan investasi dari negara lain.
Ancaman Lonjakan Harga Minyak Bagi Ketahanan Energi Indonesia Masih Berlanjut
Pasca-konflik Timur Tengah di paruh pertama tahun 2026, guncangan kembali muncul di paruh kedua. Akibatnya, Indonesia kembali menghadapi ancaman ketahanan energi akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Dampak langsung memanasnya kembali geopolitik Timur Tengah ini turut mendongkrak harga minyak dunia ke level 100 Dolar AS per barel. Minyak mentah Brent kembali menembus level 100 Dolar AS/Bbl. Bahkan, pada 14 September 2026 sempat menyentuh 106,93 Dolar AS/Bbl. Sedangkan minyak mentah WTI terpantau melonjak hingga 102,73 Dolar AS/Bbl di hari yang sama.
International Tax Conference 2026 akan dilaksanakan Rabu, 16 September 2026 di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti (CBB) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta. Turut hadir sebagai pembicara Menteri Keuangan, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto. Selain itu juga hadir Direktur Australian Taxation Office Allan Partington; Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Rimawan Pradiptyo; Senior Advisor Japan International Cooperation Agency Naofumi Kosugi, dan Indonesia Japan Tax Society Nishino Takeru.
The 8th International Livestock, Dairy, Meat Processing, and Aquaculture Exposition (ILDEX) in Indonesia diselenggarakan Rabu-Jumat pada 16-18 September 2026 di ICE BSD, Tangerang. Ini merupakan ajang pameran dan diskusi dengan para pemangku kepentingan pangan, peternakan, pengolahan pangan daging, dan akuakultur.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR