Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

“Kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi, tetapi kita selalu bisa memilih bagaimana meresponsnya.” (Marcus Aurelius - Mantan Kaisar Romawi dan Filsuf)

Mimpi PLTS 100 GW, Dongkrak Investasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8%
- Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) pada 2029, dinilai berpotensi menjadi sumber investasi baru sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%. Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan, pengembangan PLTS 100 GW dan fasilitas battery energy storage system (BESS) dapat menarik investasi sekitar USD100 miliar hingga USD200 miliar, bergantung pada skala pembangunan.
- Target pembangunan PLTS 100 GW perlu dikaji secara matang, agar tidak menimbulkan risiko terhadap perekonomian maupun industri dalam negeri. target pembangunan PLTS 100 GW dalam tiga tahun sulit direalisasikan, baik dari sisi kapasitas industri nasional maupun kesiapan rantai pasok. Pembangunan dalam skala besar berpotensi meningkatkan impor peralatan apabila kemampuan produksi dalam negeri belum memadai.


Ekonom Soroti Kontradiksi Capaian Pertumbuhan Ekonomi
- Ekonom menyoroti senarai kontradiksi dalam pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 yang mencapai 5,29% year-on-year (yoy). Berhasil membuktikan resiliensi di tengah tingginya tekanan perekonomian global, pola konsumsi yang semakin timpang dan tekanan terhadap industri mengirimkan sinyal agar pemerintah tidak silau dengan capaian kuantitatif semata. Kontradiksi terjadi karena di saat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% dan investasi tumbuh 6,87%, nilai tukar rupiah justru mencatatkan pelemahan, diikuti defisit neraca perdagangan pertama setelah surplus enam tahun beruntun, penurunan cadangan devisa, pengetatan kebijakan moneter, dan peningkatan imbal hasil obligasi terbitan pemerintah. Meski andil konsumsi masih cukup besar dengan andil 53,32% terhadap PDB, bentuk kurva konsumsi yang membentuk K-shape curve memperlihatkan porsi konsumsi kelas atas semakin melebar dibandingkan tingkat konsumsi kelas menengah yang perlahan melambat.

Belanja Oleh-oleh Jemaah Haji Indonesia Capai Rp1,9 Triliun
- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jemaah haji Indonesia menghabiskan hampir Rp1,9 triliun untuk membeli oleh-oleh selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Nilai tersebut menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran pribadi jemaah di luar biaya resmi penyelenggaraan ibadah haji. Besarnya belanja ini menunjukkan bahwa aktivitas membeli buah tangan masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan ibadah haji masyarakat Indonesia.

Community Investment Jadi Solusi Ekonomi Hijau yang Lebih Inklusif
- Di tengah ekspansi usaha yang terus luas, perusahaan perlu terus menjaga keberlangsungan usaha dengan menjaga relasi baik dengan komunitas dan lingkungan sekitar. Community investment atau investasi berbasis masyarakat merupakan pendekatan yang tergolong baru dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau yang lebih inklusif. Melalui community investment, manfaat pembangunan diharapkan tidak hanya terpusat pada pertumbuhan ekonomi di pusat-pusat perkotaan besar saja, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput melalui penguatan ekonomi lokal dan kemandirian.


Desakan Deregulasi untuk Meredam Badai PHK
- Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan terjadi lonjakan angka pekerja yang terdampak PHK. Pada tahun 2022, jumlah pekerja terdampak PHK berjumlah 25.114 pekerja. Angka ini kemudian melonjak secara eksponensial pada tahun 2023 menjadi 64.855 pekerja atau tumbuh ekstrem hingga 158,2%. Tren kenaikan PHK terus berlanjut di tahun 2024 dengan 77.965 pekerja atau naik 20,2% dan mencapai puncaknya pada tahun 2025 sebanyak 88.519 pekerja atau naik 13,5%. Memasuki pertengahan tahun 2026, angka sementara hingga bulan Juni menyebutkan sebanyak 32.389 pekerja yang kehilangan mata pencahariannya. Kurva kumulatif yang terus membesar ini menegaskan bahwa tekanan terhadap dunia usaha bukanlah sebuah gejolak sesaat, melainkan krisis struktural yang kian membesar setiap tahunnya.


Statistik Cadangan Devisa Juli 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) oleh Jumat, 7 Agustus 2026 yang akan diunggah di situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Data perkembangan ini menjadi penting karena bisa menjadi acuan bagaimana pengelolaan kebijakan moneter.
Indo Beauty Expo 2026 dan Indo Healthcare Gakeslab Expo 2026 diselenggarakan pada 5-7 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR