Selamat berakhir pekan.
Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Perjalanan Bendera 80 Memikat Panggung Elit
Iringan gitar akustik, keyboard dan suara santai khas musik country jarang berkaitan dengan tren musik populer masa kini, apalagi di tengah tren menjamurnya band pop baru dan dinamika industri musik yang semakin beragam. Namun Band Era 80 atau kemudian disebut Bendera 80 berhasil mematahkan stereotip tersebut, dengan penampilan energik dan memukau di tiap aksinya selama lebih dari satu dekade.
Dari panggung ke panggung, grup beranggotakan lima sampai tujuh orang ini tampil di berbagai pesta ataupun acara yang dihadiri beberapa orang penting. Bagi sang team leader, Ario Prakoso, 56 tahun, bertahan di industri musik bukan perkara mudah, tapi Bendera 80 punya jurus sendiri untuk tetap relevan dan dicari.
“Saya dari muda dan teman-teman dari muda itu sudah menggemari lagu 80-an, jadi kita harus suka dulu. Begitu kita suka, kita akan ikhlas membawakannya dengan sebenar-benarnya,” ujar dia saat ditemui di kawasan BSD City, Jumat (24/7/2026).

Menata Logistik Bersama Setijadi
Bagi Setijadi, logistik bukan sekadar urusan memindahkan barang dari satu truk ke truk lainnya, melainkan fondasi utama yang menentukan daya saing ekonomi bangsa. Lulusan Teknik Industri ITB ini memang menyimpan cita-cita besar untuk mewujudkan sistem rantai pasok nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.
Niat itu ia wujudkan dengan mendirikan Supply Chain Indonesia (SCI) pada awal 2010. Berdiri sebagai lembaga independen, SCI hadir menjawab tantangan industri yang kian rumit lewat riset, pelatihan, dan rekomendasi kebijakan guna menekan biaya logistik secara berkelanjutan.

Warisan Keluarga, Tembaga Tumang Kini Sampai Eropa
Aktivitas membuat tembaga dan kuningan menghiasi keseharian masyarakat di Desa Tumang, Kukuhan Barat 01/13, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Selama puluhan tahun, desa ini terkenal menghasilkan hasil karya kerajinan kelas dunia. Melalui tangan terampil para perajin, lembaran tembaga dan kuningan bisa disulap menjadi berbagai karya seperti lampu gantung hias, piala dan kerajinan yang menghiasi berbagai hotel mewah, bangunan megah hingga tempat ibadah di belahan dunia.
Adalah Rumah Tempa, menjadi salah satu usaha homemade industri yang telah bertahan sejak 1990. Sebagai generasi kedua, pemilik sekaligus Founder Rumah Tempa, Dimas Bayu Saputra berada di balik perjalanan lahirnya mahakarya tembaga.

Mengapa Karyawan Terbaik Justru Pergi?
Fenomena hengkangnya karyawan terbaik di sektor UMKM kerap disalahartikan sebagai persoalan gaji semata atau minimnya loyalitas. Padahal, masalah utamanya sering kali bersumber dari ketiadaan keselarasan (concept of fit). Bagi UMKM, kecocokan ini mencakup lima hal: nilai perusahaan, minat karier, jenis pekerjaan, rekan kerja, hingga karakter pemilik usaha. Tanpa adanya kecocokan tersebut, seseorang yang berbakat pun tidak akan bertahan, karena kualitas kerja pada dasarnya merupakan hasil perjumpaan yang pas antara karakter individu dan lingkungan tempatnya bekerja.
Guna mencegah bongkar-pasang SDM yang merugikan, pemilik UMKM perlu menggeser pola pikir dari sekadar mencari kandidat terhebat menjadi mencari yang paling cocok. Pendekatan ini tidak membutuhkan biaya besar, melainkan proses seleksi yang jujur dan terukur—seperti memberi gambaran kerja yang transparan, menguji keterampilan lewat kerja percobaan, serta memahami dinamika hubungan interpersonil.


Bangor Fest 2026: Festival musik Bangor Fest kembali hadir untuk keempat kalinya di Stadion Madya B GBK, Jakarta, pada 8–9 Agustus 2026. Diinisiasi oleh Burger Bangor, gelaran ini menghadirkan panggung musik dari deretan musisi papan atas seperti Bernadya, Mahalini, hingga .Feast, yang dipadukan dengan festival kuliner serta beragam aktivitas interaktif mulai dari olahraga lari, Zumba, hingga kemeriahan lomba 17-an.
Esport Kapolri Cup 2026 : Ajang Esport Kapolri Cup 2026 siap mengumpulkan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, pada 8–9 Agustus 2026. Selain menjadi panggung kompetisi game digital, gelaran ini juga diramaikan dengan beragam side event seru, mulai dari kompetisi cosplay, influencer hunt, hingga kemeriahan bazar UMKM.

Suka Ikutan Bukan Karena Kesepian
Ia bukan atasan, tetapi bertindak seperti supervisor. Ia bukan penanggung jawab sebuah proyek, tetapi selalu memiliki komentar tentang bagaimana proyek itu seharusnya dijalankan. Ia hadir dalam hampir setiap diskusi, memberi arahan yang tidak diminta, mengoreksi keputusan kolega, bahkan terkadang mengambil alih pekerjaan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
Dalam psikologi organisasi, gejala ini dikenal sebagai workplace meddling, kecenderungan mencampuri pekerjaan orang lain tanpa mandat, kewenangan, atau kebutuhan yang jelas.
Sepintas perilaku ini terlihat sebagai bentuk kepedulian. Namun dalam praktiknya, bantuan yang tidak diminta sering kali berubah menjadi gangguan. Alih-alih mempercepat pekerjaan, ia justru menciptakan kebingungan, memperpanjang proses pengambilan keputusan, dan perlahan mengikis kepercayaan di dalam tim.

Rela Dilupakan
Saudaraku, tidakkah kau lihat bagaimana angin menyapu dedaunan tanpa meninggalkan namanya? Bagaimana hujan membasahi bumi, lalu pergi tanpa menuntut dikenang? Begitulah adanya kebajikan—hadir tanpa suara, menguatkan yang rapuh, lalu lenyap dalam gelombang waktu.
Dalam panggung kehidupan ini, mereka yang merintis seringkali terlempar ke balik tirai, sementara para kurcaci oportunis berlenggak-lenggok di tengah sorot lampu.
Mereka yang menanam benih hanya menyaksikan panen dari kejauhan, sementara yang tak pernah meneteskan keringat menikmati sajian pujian di pesta perayaan.
