Aliran Modal Asing ke Pasar Investasi Indonesia Tahun ini Lebih Baik

Aliran Modal Asing ke Pasar Investasi Indonesia Tahun ini Lebih Baik

Pergerakan aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia di sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan dinamika yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2026 menunjukkan perbaikan tren aliran modal asing yang masuk.

Aliran Modal Asing ke Pasar Investasi Indonesia Tahun ini Lebih Baik

Laporan Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia menunjukkan pasar domestik sepanjang tahun 2025 menghadapi tantangan berat akibat aliran modal keluar atau outflow yang besar, yakni mencapai Rp 125,10 triliun. Tekanan terbesar terjadi di kuartal ketiga tahun tersebut. 

Di kuartal ketiga 2025, modal asing keluar dari Indonesia tercatat mencapai Rp 108,20 triliun. Kondisi tersebut akibat tingginya ketidakpastian global saat itu yang memaksa investor asing untuk menarik dananya dari negara berkembang, termasuk Indonesia, demi mengamankan portofolio mereka.

Memasuki tahun 2026, optimisme datang seiring stabilitas perekonomian nasional. Data setelmen hingga 28 September 2026 menunjukkan bahwa arus modal berbalik arah dengan mencatat total inflow sebesar Rp 131,00 triliun secara year-to-date (YtD). Titik balik kepercayaan investor ini terutama terlihat pada kuartal kedua tahun ini.

Pasar mencatatkan pemasukan dana asing pada kuartal kedua 2026 sebesar Rp 150,83 triliun. Kembalinya aliran dana di paruh pertama 2026 menggambarkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai membaik oleh para pelaku pasar global, meskipun aliran dana yang masuk tidak merata di semua jenis instrumen investasi.

Dilihat berdasarkan instrumennya, Surat Berharga Negara (SBN) menunjukkan tren pertumbuhan minat yang cukup stabil dan positif dari para investor asing. Di tengah kuatnya outflow pada instrumen lain pada tahun 2025, SBN masih mampu bertahan dan mencatatkan inflow meski tipis sebesar Rp 2,01 triliun. 

Kepercayaan terhadap SBN semakin menguat pada tahun 2026, terbukti dari capaian aliran masuk modal asing yang melonjak signifikan menjadi Rp 27,51 triliun (YtD). Hal ini memperlihatkan bahwa investor memiliki keyakinan yang kuat terhadap stabilitas fiskal negara dan imbal hasil (yield) yang ditawarkan oleh surat utang pemerintah Indonesia.

Berbanding terbalik dengan SBN, instrumen investasi berupa saham menjadi titik lemah dengan aliran modal yang terus keluar. Pada tahun 2025, investor asing telah mencatatkan aksi jual saham hingga Rp 17,00 triliun. 

Tren negatif atau keluarnya modal asing semakin memburuk pada tahun 2026 dengan total aliran modal keluar yang membesar hingga mencapai Rp 62,10 triliun (YtD). Fenomena terus keluarnya asing dari pasar ekuitas ini menjadi sinyal kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan kinerja emiten domestik.

Meski demikian, instrumen lainnya yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hadir sebagai penyelamat pada 2026 ini. Setelah sempat terpuruk dengan mencatatkan outflow terbesar yakni Rp 110,11 triliun sepanjang tahun 2025, instrumen SRBI bangkit kembali pada tahun 2026 dengan berhasil menarik dana asing masuk sebesar Rp 165,59 triliun (YtD). 

Porsi terbesar kenaikan SRBI terjadi pada kuartal kedua 2026, yakni sebesar Rp 149,25 triliun. Tingginya capaian instrumen tersebut membuktikan kebijakan instrumen moneter pro-pasar dari Bank Indonesia efektif dan menarik untuk memancing likuiditas jangka pendek global masuk.

Masuknya kembali aliran modal asing hingga kuartal ketiga 2026 memberikan gambaran pulihnya kepercayaan terhadap pasar investasi Indonesia. Memasuki paruh kedua 2026, modal asing yang masuk sukses mengubah kondisi dari defisit Rp 125,10 triliun menjadi surplus Rp 131,00 triliun. 

Pemulihan di tahun ini turut ditopang oleh instrumen pendapatan tetap dan instrumen moneter, khususnya instrumen SRBI dan SBN yang menawarkan imbal hasil menarik di mata investor dunia. Meski demikian, tantangan terbesar saat ini bertumpu pada pasar saham di mana tren outflow terjadi berkepanjangan.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Data

Rekomendasi SUAR