Mengulas kebijakan, tren, dan dinamika keuangan nasional maupun global, membantu pengambil keputusan memahami arah perekonomian.
Sistem keuangan stabil walau triwulan II-2026 menjadi kuartal terberat. Stabilitas itu akan menjadi landasan memenuhi ambisi pertumbuhan ekonomi semester dua
Tanggung jawab pemerintah dalam pergantian Gubernur Bank Indonesia bukan hanya menjaga kepercayaan pasar, tetapi juga memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai akhir terhormat seorang begawan
Koordinasi yang erat antara BI dan pemerintah menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan selama masa transisi.
Koordinasi antarregulator sistem keuangan tetap berjalan solid di bawah payung KSSK. Pergantian gubernur bank sentral sesuai prosedur diharapkan menjaga kepercayaan pasar.
Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Juli 2026 setelah genap delapan tahun memimpin bank sentral itu (Mei 2018 – Juli 2026) menjadi momen yang melengkapi catatan sejarah ekonomi modern Indonesia.
Industri keuangan menanti sepak terjang gubernur BI pengganti Perry Warjiyo. Di satu sisi, pergantian menguji independensi bank sentral. Di sisi lain, mulusnya transisi menjadi catatan paripurna seorang ekonom kawakan.
Pengunduran diri mendadak Gubernur Bank Indonesia membutuhkan tindak lanjut dan respons cepat. Kesinambungan kebijakan bank sentral perlu menjadi prioritas untuk cegah volatilitas dan buktikan independensi.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan pribadi per tanggal 25 Juli 2026. Adapun Pejabat Gubernur Sementara diduduki oleh Deputi Gubernur Senior BI yakni Destry Damayanti yang sudah efektif berlaku 26 Juli 2026.
Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) baru saja mencatatkan capaian baru pada bulan Juni 2026 dengan total outstanding yang mencapai Rp 1.072,62 triliun. Minat terhadap SRBI meningkat setelah BI menaikkan tingat suku bunga acuan.
Pertumbuhan uang beredar yang berhasil mencapai dua digit tak serta-merta menandakan geliat perekonomian. Dampak pembiayaan yang terasa hingga akar rumput jauh lebih menentukan
Untuk menjaga nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%. Keputusan mempertahankan suku bunga ini ditopang juga dengan beragam kebijakan insentif bauran kebijakan.
Perkembangan terkini utang luar negeri (ULN) yang bertumbuh tipis mencerminkan dua hal sekaligus yakni pengelolaan utang yang stabil tapi di sisi lain mencerminkan stagnansi pertumbuhan.
Menampilkan 12 dari 50 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.