Tanggung jawab pemerintah dalam pergantian Gubernur Bank Indonesia bukan hanya menjaga kepercayaan pasar, tetapi juga memastikan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai akhir terhormat seorang begawan
Keputusan mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Juli 2026 setelah genap delapan tahun memimpin bank sentral itu (Mei 2018 – Juli 2026) menjadi momen yang melengkapi catatan sejarah ekonomi modern Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan pribadi per tanggal 25 Juli 2026. Adapun Pejabat Gubernur Sementara diduduki oleh Deputi Gubernur Senior BI yakni Destry Damayanti yang sudah efektif berlaku 26 Juli 2026.
Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) baru saja mencatatkan capaian baru pada bulan Juni 2026 dengan total outstanding yang mencapai Rp 1.072,62 triliun. Minat terhadap SRBI meningkat setelah BI menaikkan tingat suku bunga acuan.
Kinerja dan arah pergerakan industri manufaktur Indonesia saat ini mendapat dua penilaian yang berbeda dari dua barometer utama: Prompt Manufacturing Index (PMI) dari Bank Indonesia dan Purchasing Manager’s Index (PMI) dari S&P Global.
Untuk menjaga nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75%. Keputusan mempertahankan suku bunga ini ditopang juga dengan beragam kebijakan insentif bauran kebijakan.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dari Bank Indonesia pada triwulan II-2026 menunjukkan sinyal penguatan perekonomian nasional. Namun, ketidakpastian masih membayangi.
Dua survei bicara situasi beda yang dialami dunia usaha. Di satu sisi, indikator makroekonomi menunjukkan aktivitas lapangan usaha meningkat. Yang lain, keyakinan pengusaha justru melemah
Perkembangan terkini utang luar negeri (ULN) yang bertumbuh tipis mencerminkan dua hal sekaligus yakni pengelolaan utang yang stabil tapi di sisi lain mencerminkan stagnansi pertumbuhan.
Kenaikan cadangan devisa RI yang sempat tergerus selama lima bulan berturut-turut menjadi sinyal awal pemulihan kepercayaan yang perlu dikawal agar nilai tukar rupiah dapat berbalik menguat.
Perbankan dan multifinance tengah mempersiapkan langkah-langkah respons kebijakan suku bunga acuan dalam waktu 1 bulan ke depan.
Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan secara agresif sepanjang Mei hingga Juni 2026 menandai era baru kebijakan moneter ketat. Setelah sempat bertahan lama di level 4,75%, BI menaikkan suku bunga ke angka 5,25% pada Mei dan dilanjutkan pada Juni menjadi 5,75%.
Menampilkan 12 dari 33 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.