Analisis mendalam sektor-sektor yang membentuk masa depan: Fokus mingguan pada satu industri strategis, lengkap dengan data, tren, dan dampaknya terhadap bisnis.
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang tata kelola ekspor SDA dengan mewajibkan komoditas strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy diekspor melalui BUMN tunggal, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kebijakan ini bertujuan memperkuat kontrol negara, menutup celah praktik manipulasi harga, serta meningkatkan penerimaan devisa. Pemerintah menegaskan sistem
Aturan baru ini akan mulai diimplementasikan pada masa transisi mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan mulai per 1 September 2026.
Pelemahan rupiah yang beruntun sejak dua bulan lalu,memicu Bank Indonesia (BI) melakukan berbagai langkah stabilisasi. Menggerus cadangan devisi, meski diklaim masih di posisi aman.
Bank sentral berupaya meredam pelemahan Rupiah hingga menggerus cadangan devisa. Berbagai strategi dagang diupayakan para ekpsortir dan importir.
Penerimaaan pajak disinyalir mengalami kenaikan signifikan. Karena kinerja Coretax yang mulai membaik.
Transformasi sistem perpajakan Indonesia mulai menunjukkan hasilnya. Melalui Coretax diharapkan kepatuhan meningkat dan basis pajak bertambah. Mengurangi potensi kebocoran penerimaan.
Penguatan dana murah jadikan bank efisien dan punya ruang lebih lebar untuk tranformasi bisnis. Berdampak pada penguatan perekonomian masyarakat.
Demi bisa bertahan, perbankan perlu melakukan inovasi dalam mencari sumber pendapatan yang efisien. Salah satunya melalui digitalisasi.
Pengelolaan dana murah melalui digitalisasi juga berdampak bagi penguatan perekonomian nasional.
Digitalisasi di Bank BNI turut berkontribusi terhadap pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA secara signifikan. Portofolio pembiayaan berkelanjutan juga berkembang signifikan.
Intensitas safari diplomasi Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menjadi sorotan, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah. Namun, penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang mengancam 20 persen pasokan minyak dunia membuat langkah kunjungan marathon ke negara-negara produsen energi terasa mendesak. Strategi “jemput bola” ini dimaknai sebagai
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rentetan kunjungan kerjanya ke luar negeri merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin ketersediaan energi, terutama minyak bumi, bagi masyarakat Indonesia.
Menampilkan 12 dari 152 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.