Dinamika perdagangan impor, kebijakan pemerintah, biaya logistik, dan strategi pelaku usaha dalam menghadapi tantangan global supply chain.
Harapan untuk menjadi eksportir pangan global dihadapkan pada defisit neraca perdagangan pada tiga dari empat subsektor pertanian. Membenahi ketahanan pangan domestik menjadi pekerjaan rumah utama.
Ini mengakhiri defisit neraca perdagangan yang terjadi pada Mei dan Juni 2026, sekaligus mengawali periode pemulihan dan penguatan ekspor Indonesia memasuki triwulan III-2026.
Ketegangan geopolitik dan rentetan serangan terhadap kapal-kapal komersial telah melumpuhkan lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian Rusia dan Ukraina yang melewati kawasan Laut Azov dan Laut Hitam.
Pemerintah telah mendatangkan 770 ribu barel minyak mentah dari Rusia. proses impornya dilakukan melalui Lemigas sebagai kepanjangan tangan pemerintah.
Pemerintah Indonesia dan Australia secara resmi meluncurkan Katalis 2.0 (13/7/2026) di Jakarta sebagai kelanjutan dari keberhasilan kerjasama fase pertama (2021–2025). Upaya ini sebagai langkah strategis memperkuat ikatan kerjasama bidang perdagangan kedua negara.
Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Vietnam dalam forum Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC) ke-6 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Jakarta pada 14 Juli 2026, menjadi momentum penting bagi penguatan integrasi ekonomi kedua negara anggota ASEAN ini.
Sebanyak 16 kesepakatan antara Indonesia dan India menjadi komitmen kedua negara dalam upaya optimalisasi perdagangan komersial dan investasi industri.
Tren surplus kinerja perdagangan luar negeri Indonesia akhirnya menghadapi titik balik. Efek lonjakan harga minyak dunia dan nilai Rupiah yang tertekan jadi tantangan.
Industri mi instan Indonesia memiliki potensi pasar yang luar biasa besar di pasar global. Ironisnya, bahan bakunya berupa gandum masih bergantung pada impor dari negara lain.
Defisit neraca perdagangan pada Mei 2026 dikarenakan kinerja ekspor yang menurun, sementara impor bertumbuh.
Pasar energi global boleh bernapas lega setelah tekanan hebat dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak mentah dunia, baik jenis Brent maupun WTI, menunjukkan tren penurunan setelah bertengger di atas 100 dolar AS per barel sepanjang Maret-Mei 2026.
Pemenuhan kebutuhan gula domestik masih bergantung pada impor. Peningkatan kapasitas pabrik gula dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor masih menjadi pekerjaan rumah semua pihak.
Menampilkan 12 dari 41 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.