Stabilitas Keuangan, Neraca Perdagangan, Inflasi, dan Ekspansi Manufaktur

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Stabilitas Keuangan, Neraca Perdagangan, Inflasi, dan Ekspansi Manufaktur
ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/wsj.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Kamu tidak bisa memberi batasan pada apa pun. Semakin besar kamu bermimpi, semakin jauh kamu akan melangkah." (Michael Phelps - Juara Olimpiade Renang)

Sistem Keuangan Stabil Landasi Pertumbuhan Ekonomi Semester Dua

  • Koordinasi otoritas fiskal, moneter, dan jasa keuangan memungkinkan sistem keuangan Indonesia tetap stabil meski tantangan sepanjang triwulan II-2026 jauh lebih berat dari sebelumnya. Dengan menargetkan pertumbuhan ekonomi semester dua bisa mendongkrak pertumbuhan tahunan hingga 6%, stabilitas itu menjadi landas pacu yang memungkinkan mesin-mesin pertumbuhan dipacu lebih cepat untuk mengejar target ambisius tersebut.
  • Kendati seluruh upaya telah dikerahkan, Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ex-officio Purbaya Yudhi Sadewamengakui ketepatan prediksi 4 lembaga yang memprakirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 akan berada di bawah 5,6%, tetapi juga tidak jauh dari 5,4%. 

Neraca Dagang RI Masih Defisit USD450 Juta di Juni 2026

  • Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2026 kembali tercatat defisit sebesar USD450 juta, melanjutkan defisit neraca perdagangan bulan lalu sebesar USD1,61 miliar. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) total nilai ekspor pada Juni 2026 mencapai USD25,46 miliar, naik 8,84% dibandingkan Juni 2025 yang sebesar USD23,29 miliar. Sementara itu, impor Juni 2026 mencapai USD25,91 miliar, naik 34,27% dibandingkan Juni 2025. 

Deflasi RI 0,14% pada Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

  • Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan deflasi sebesar 0,14% pada Juli 2025 secara bulanan (month to month/mtm). Sementara itu, terjadi inflasi sebesar 2,88% secara tahunan (year on year/yoy) pada Juli 2026, lebih rendah dibandingkan Juni 2026 di level 3,34%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau penyumbang deflasi bulanan dengan andil 0,26% dan tingkat inflasi 0,89%. Komoditas dominan mendorong deflasi adalah bawang merah dengan andil 0,11%, cabai merah dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing 0.06%, telur ayam ras dan tomat dengan andil masing-masing 0,03% serta juga jeruk engan andil deflasi 0,02% 

PMI Manufaktur Naik ke 50,2, Industri Nasional Kembali Masuk Jalur Ekspansi

  • Aktivitas manufaktur Indonesia kembali memasuki zona ekspansi pada Juli 2026 setelah sempat terkontraksi pada bulan sebelumnya. Meski demikian, pemulihan sektor industri dinilai masih berlangsung bertahap, di tengah kenaikan biaya bahan baku, lemahnya permintaan ekspor, serta sikap hati-hati pelaku usaha dalam melakukan pembelian bahan baku. Berdasarkan laporan S&P Global yang dirilis pada 3 Agustus 2026, Indonesia Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI) naik ke level 50,2 pada Juli 2026 dari 46,9 pada Juni. Posisi di atas level 50 menandakan aktivitas manufaktur kembali berekspansi pada awal kuartal III 2026.

Otomatisasi Pajak, Babak Baru Pemungutan Pajak Usaha E-commerce Indonesia

  • Proses pemungutan pajak secara otomatis oleh marketplace melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025 dimulai pada 1 Agustus 2026. Kebijakan tersebut bukan merupakan pengenaan jenis pajak baru, melainkan pengalihan skema pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,5% yang kini dipotong, disetor, dan dilaporkan secara otomatis oleh platform digital. Skema ini menyasar pedagang online beromzet Rp 500 juta hingga Rp 4,8 miliar per tahun (PPh Final 0,5%). Sementara omzet di atas Rp 4,8 miliar dikenakan pemotongan non-final yang dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak. Untuk menjaga aspek keadilan, pemerintah mengecualikan pedagang beromzet di bawah Rp 500 juta per tahun (dengan menyerahkan surat pernyataan omzet), pemegang Surat Keterangan Bebas (SKB), penyedia jasa, serta platform yang belum ditunjuk sebagai pemungut.

Forum Bisnis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kamar Dagang Thailand rencananya akan digelar Selasa 4 Agustus 2026. Forum tersebut ditujukan untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara guna membuka peluang perdagangan dan investasi baru. Ini merupakan bagian dari agenda kunjungan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul ke Indonesia dilakukan 3-4 Agustus 2026.

Rakerkornas XXXV Apindo 2026 digelar di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3-5 Agustus 2026. Tema dari kegiatan ini adalah Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global. Adapun acara ini antara lain Apindo UMKM & Business Investment Expo, Gala Dinner, Sidang Pleno, Apindo Run Fest 2026, Apindo Golf Tournament, Business Matching Networking Session, dan Welcome Dinner.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya