Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Di lapangan, tidak ada istilah 'tidak mungkin' sebelum poin terakhir diraih lawan. Selama masih ada kesempatan, kejar!" (Liliyana Natsir - Mantan Atlet Bulu Tangkis)
Iklim Investasi Indonesia: Peluang Besar di Tengah Ketidakpastian
Indonesia dinilai masih menyimpan peluang investasi yang besar di tengah dinamika ekonomi global yang semakin diselimuti oleh kondisi penuh ketidakpastian. Meski demikian, peluang tersebut belum sepenuhnya dapat dikonversi dengan baik menjadi investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih optimal, karena masih dibayangi oleh sejumlah persoalan. Seluruh pemangku kepentingan perlu bahu membahu menciptakan ekosistem yang kondusif untuk mendorong investasi demi mempercepat laju pertumbuhan ekonomi.
Hal ini menjadi benang merah dalam Roundtable Decision bertema “Rolling Out the Gold Carpet for New and Existing Investors” yang digelar oleh SUAR dalam SUAR Forum 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) tepatnya di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (21/08/2026). Hadir sebagai pembicara adalah Founder & CEO Plataran Indonesia Yozua Makes, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Mohamad Ikhsan. Selain itu, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnaen memberikan keynote speech.
Narasumber SUAR Roundtable Decision dalam rangkaian acara SUAR Forum 2026 bertema "Navigating Challenges, Creating Opportunity Together" yang digelar di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/08/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Reformasi Keuangan Daerah Kawal Efektivitas TKD Rp735 Triliun Tahun Depan
Kenaikan pagu anggaran Transfer Ke Daerah (TKD) dari Rp693 triliun menjadi Rp735 triliun dalam RAPBN 2027 menjadi angin segar ketika kondisi fiskal daerah semakin mengetat. Meski demikian, reformasi tata kelola keuangan daerah dibutuhkan agar TKD tak dianggap sekadar isi ulang saldo daerah oleh pusat, melainkan kepercayaan agar daerah mampu memenuhi ekspektasi rencana pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Investasi 2027 Ditarget Rp2.322 Triliun, Pemerintah Perlu Kejar Kualitas
Pemerintah menargetkan capaian realisasi investasi pada tahun 2027 sebesar Rp2.322 triliun, atau naik 13,8 % dari target 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Investasi tidak hanya harus bertumbuh tapi berkualitas mendorong perekonomian nasional dan memberi dampak nyata di masyarakat. Untuk mencapai target terebut pihaknya terus melakukan pembenahan iklim investasi melalui tiga fokus utama, yakni kepastian perizinan, kecepatan konstruksi, dan penyelesaian hambatan di lapangan.
Harga Terendah Saham Akan Sebesar Rp 1 bukan lagi Rp50
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan perubahan ketentuan perdagangan saham dengan menurunkan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Kebijakan ini ditujukan untuk memperluas ruang perdagangan saham berharga rendah sekaligus meningkatkan kualitas price discovery dan likuiditas pasar.
Krisis di Laut Hitam Mengancam Pasokan Gandum Indonesia
Ketegangan geopolitik dan rentetan serangan terhadap kapal-kapal komersial telah melumpuhkan lebih dari 97% kapasitas ekspor biji-bijian Rusia dan Ukraina yang melewati kawasan Laut Azov dan Laut Hitam. Sebagai negara yang sepenuhnya bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan gandum domestik, Indonesia dipastikan akan terkena imbas langsung dari guncangan pasar global ini. Melalui data Impor Gandum Indonesia, volume impor gandum sempat mengalami tren kenaikan dari 9,35 juta ton pada 2022 menjadi 11,71 juta ton pada 2024, sebelum akhirnya sedikit turun ke angka 10,83 juta ton pada 2025. Di sisi lain, nilai impor terus menunjukkan tren menurun dari 3,77 miliar dolar AS pada 2022 menjadi 3,04 miliar dolar AS pada 2025. Namun, dengan adanya krisis di Laut Hitam yang memicu lonjakan harga global pada tahun 2026, tren efisiensi nilai impor ini sangat rentan berbalik arah karena beban lonjakan biaya pada paruh kedua 2026.
Rapat Panja RUU Tentang Pelindungan Ketenagakerjaan Komisi IX DPR RI akan dilakukan pada Senin 24 Agustus 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Adapun agenda kegiatan adalah menerima masukan dari Koalisi Besar dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selain itu, ada agenda finalisasi hasil Panja RUU tentang Pelindungan Ketenagakerajaan.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR
Bagian selanjutnya tersedia khusus untuk member SUAR