Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Fokuslah pada apa yang bisa kamu kendalikan. Bukan pelatihnya, bukan orang-orang yang meragukanmu. Fokuslah hanya pada pekerjaanmu," (Lamine Yamal, Pesepakbola asal Spanyol)

Fungsi KDMP Dipertajam, Sebagai Penyalur Subsidi dan Penyangga Harga
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, akan menjadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan subsidi kepada masyarakat. Distribusi pupuk bersubsidi kepada petani juga akan memanfaatkan koperasi di setiap desa. Tak hanya menjadi penyalur, pemerintah juga menyiapkan koperasi sebagai pembeli atau offtaker hasil panen petani apabila harga di lapangan jatuh di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
KDMP juga akan menjadi titik distribusi ketika pemerintah menggelar operasi pasar. Dengan begitu, penyaluran komoditas pangan murah diharapkan lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi penyimpangan dalam distribusi.
- Saat ini pembentukan KDMP hampir rampung. Sebanyak 35.872 koperasi ditargetkan selesai dibangun pada Agustus 2026.
- Setelah pembangunan tahap pertama selesai, pemerintah akan melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap koperasi yang telah terbentuk.
- Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar pembayaran kepada Agrinas Pangan, yang selanjutnya akan menyelesaikan kewajiban pembiayaan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).


Dua Wajah Dunia Usaha di Triwulan Dua
- Kondisi dunia usaha akhir-akhir ini ternyata dimaknai berbeda oleh dua survei yang dilakukan dua lembaga tepercaya. Dalam Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Triwulan II yang ditujukan terhadap 3.300 responden, Bank Indonesia (BI) menyimpulkan, indikasi kinerja dunia usaha meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha di kuartal II-2026 sebesar 12,97% lebih tinggi dari 10,11% di kuartal I-2026.
- Sedangkan dari hasil Survei Kadin Business Pulse Q2 2026 yang dirilis Rabu (15/7/2026). Menyebut 47,1% pelaku usaha menilai kondisi bisnis triwulan II-2026 memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya. Jumlah ini naik dari persentase 40,5% pada survei Q1-2026. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi kelompok yang paling terdampak, dengan 50,6% menilai kondisi bisnisnya memburuk.

Sukseskan B50, Produktivitas Sawit Rakyat Mesti Dikebut
- Langkah berjenjang untuk mengejar produktivitas perkebunan sawit rakyat (PSR) menjadi syarat menyukseskan program ketahanan energi, tanpa mendisrupsi alokasi CPO untuk kebutuhan pangan dan ekspor.
- Saat ini, dengan luas kebun sawit nasional mencapai 16,8 juta hektare, PSR memegang porsi 42% atau sekitar 6,9 juta hektare di antaranya. Sedangkan perkebunan sawit yang dimiliki korporasi swasta seluas 53% (8,8 juta hektare), sementara perkebunan milik negara di bawah PTPN IV hanya memiliki proporsi sekitar 5% dari luas perkebunan sawit.
- Meski demikian, proporsi luas areal tersebut tidak berkorelasi dengan tingkat produktivitas yang menunjukkan ketimpangan mencolok. Pada tahun 2025, rata-rata PSR memproduksi 3,27 juta ton CPO per hektare, sementara perkebunan swasta 3,79 juta ton CPO per hektare.

Bocor Rp16 Triliun, Ini Strategi Perbaiki Tata Kelola Niaga Benur
- Kebocoran ekspor ilegal Benih Bening Lobster (BBL) ke Vietnam diperkirakan merugikan negara hingga Rp16 triliun per tahun, dengan tren modus operandi yang kini bergeser dari jalur laut ke kargo udara melalui 21 kasus pada 2026. Dalam RDPU Panja Komisi IV DPR RI, para ahli mengungkapkan bahwa maraknya penyelundupan ini dipicu oleh disparitas harga yang tajam—di mana Vietnam berani membeli seharga Rp48 ribu per ekor dibanding pembudi daya lokal yang hanya mampu menyerap Rp8 ribu akibat rendahnya tingkat kelangsungan hidup (survival rate) domestik yang tertahan di angka 30%.
- Sebagai solusi, para pakar mendesak peningkatan regulasi dari Peraturan Menteri ke Peraturan Presiden, penerapan sistem pelacakan digital (traceability), pembentukan Badan Pengelola BBL Terintegrasi (BP-BBL2T) untuk memotong rantai pasar gelap, serta pengetatan kuota ekspor yang hanya diberikan kepada korporasi dengan rekam jejak budi daya lokal yang nyata.


Optimisme dari Realisasi Investasi di Paruh Pertama 2026
- Realisasi investasi triwulan II-2026 mencatatkan capaian yang positif di tengah kondisi global yang bergejolak. Dimana di rentang waktu ini, realisasi investasi sudah mencapai 25,1% dari target. Dengan capaian ini, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 742.293 orang di seluruh Indonesia.
- Periode triwulan II-2026 mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp511,8 triliun dengan pertumbuhan 7,1% (year-on-year/y-o-y) atau secara triwulanan tumbuh 2,6% (quarter-to-quarter/q-t-q). Meski angkanya menceritakan pencapaian yang fantastis, dilihat dari satu tahun terakhir terjadi perlambatan pertumbuhan.
- Sementara jika dilihat dalam periode semester I-2026, tercatat pertumbuhan dengan nilai realisasi sebesar Rp1.010,6 triliun. Angka ini tumbuh 7,2% (yoy) dibandingkan semester I-2025 yang mencatatkan realisasi investasi Rp941,9 triliun.


Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 akan resmi dibuka besok, 21 Juli 2026, dan berlangsung hingga 23 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Mengangkat fokus pada pengembangan ekosistem hidrogen dan transisi energi, forum ini dipersiapkan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, investor, serta komunitas dari Indonesia maupun dunia melalui serangkaian agenda konferensi dan pameran. Gelaran strategis ini diselenggarakan oleh Murtila Promosindo dengan dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), di-host oleh Indonesian Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE), didukung oleh PLN dan Pertamina, serta menggandeng Listrik Indonesia sebagai media resmi.
Food & Hospitality Indonesia 2026 edisi ke-20 siap diselenggarakan pada 21–24 Juli 2026 di JIExpo dengan mengusung tema “A Thrilling Journey of Excellence That Celebrates the New and Ignites the Future”. Sebagai wadah kolaborasi dan perkembangan bisnis di industri makanan, minuman, dan perhotelan, pameran ini menghadirkan 23 kategori tumpuan mulai dari produk natural & organics, daging, minuman, produk halal, hingga bakery dan waralaba. Selain pameran, acara ini juga akan memeriahkan industri lewat kompetisi bergengsi World Fashion Drink Competition yang menawarkan kesempatan bagi pemenang untuk tampil di ajang lanjutan di Shanghai, di mana tiket masuk advance ticket sale bisa didapatkan seharga Rp150.000 untuk periode pembelian tanggal 16–20 Juli 2026.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR