Perkembangan terkini di dunia saham, termasuk kinerja emiten, tren pasar, dan kebijakan yang memengaruhi pergerakan investasi.
Kebijakan pemerintah untuk memangkas kuota produksi nikel nasional berimbas ke perdagangan di bursa saham. Muncul sentimen positif di pasar modal karena asumsi berkurangnya suplai secara global akan meningkatkan harga.
Pasca memperoleh vonis dari MSCI dan Moody's, IHSG perlahan bangkit. Bahkan di saat penjualan asing tinggi, IHSG masih mencatat kenaikan.
Akar utama dari temuan tersebut berasal dari penyimpangan dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Gejolak pasar modal Indonesia awal 2026 mencatat beberapa peristiwa besar mulai dari IHSG tembus rekor 9.134,7 hingga jatuh ke level 7.900-an. Pasca penilaian oleh MSCI dan Moody's yang memengaruhi kepercayaan investor global, beberapa emiten berupaya melakukan langkah penyelamatan lewat buyback.
Keputusan menaikkan besaran free float jadi langkah awal reformasi di lantai bursa.
BEI perlu menemukan keseimbangan menjadi operator pasar modal yang independen dan akuntabel, namun tetap memperhatikan aspirasi pemegang saham, serta stakeholder ekosistem pasar modal lainnya.
Emiten meminta rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menaikkan ambang batas minimum saham beredar di publik (free float) menjadi 15% dari sebelumnya 7,5 % dilakukan secara bertahap.
Perdagangan di lantai bursa pada Senin (2/2/2026), kembali jeblok 4,88% ke level 7.922. Lantas bagaimana jalannya komunikasi BEI-OJK dengan MSCI? Apakah bisa meredakan gejolak di lantai bursa?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan langkah reformasi total tata kelola pasar modal. Para regulator ini telah mempersiapkan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Pemerintah bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi transisi kepemimpinan akibat gejolak pasar modal yang terjadi beberapa waktu lalu.
Belum selesai para investor babak belur dihajar "longsor" Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1/2026), indeks pasar modal tanah air kembali jeblok pada Kamis (29/1/2026). Hanya dalam 2 hari IHSG terperosok dalam hingga 748 poins.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam hingga memicu penghentian sementara perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan Kamis (29/1/2026) pagi, IHSG anjlok 8 persen atau turun 665,89 poin ke level 7.654,66 pada pukul 09.30 WIB.
Menampilkan 12 dari 96 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.