Kenaikan harga Pertamax di tengah tetapnya harga BBM subsidi kembali mengangkat urgensi reformasi subsidi energi.
Indonesia mencatatkan lonjakan impor bahan bakar minyak pada kuartal I-2026 di tengah krisis minyak akibat konflik Timur Tengah. Sementara, laporan dari International Energy Agency (IEA) justru mencatat adanya penurunan konsumsi minyak dunia.
Penyebab penurunan lifting minyak antara lain karena kebocoran pipa transportasi gas, usia sumur yang tua, hingga gejolak geopolitik di Timur Tengah
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri membuat hidup nelayan semakin sulit. Beban operasional meningkat. Produktivitas tangkapan berpotensi menurun.
Kenaikan BBM membuat para pelaku usaha di Indonesia tengah dihadapkan dengan situasi yang sulit.
Bahlil mengatakan blok tersebut memiliki cadangan gas sekitar 5 triliun cubic feet (TCF) dan kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen.
Kenaikan harga ICP sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam. Untuk menjaga kepastian pasokan energi, Indonesia disarankan lanjutkan strategi diversifikasi impor energi.
Kerja sama yang ditindaklanjuti mencakup kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk pemenuhan kebutuhan minyak nasional.
Rusia tidak menutup kemungkinan adanya pembicaraan yang sedang berlangsung di level teknis atau skema business-to-business (B2B) antarperusahaan tanpa melibatkan jalur diplomatik
Kapasitas penyimpanan BBM nasional diperkirakan mampu bertahan 21 hingga 28 hari.
Indonesia juga mendorong agar ASEAN terus memperkuat ketahanan ekonomi melalui diversifikasi pasar ekspor dan pengembangan industri bernilai tambah.
Invasi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran selama hampir dua minggu, yang berbuntut pada penutupan Selat Hormuz, telah memicu guncangan pada rantai pasok minyak mentah dunia. Dampak lanjutannya bagi Indonesia dapat menambah beban keuangan negara akibat meningkatnya harga dan subsidi BBM.
Menampilkan 12 dari 27 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.