Penyesuaian harga BBM nonsubsidi diharapkan bisa meringankan beban fiskal negara. Perlu pembagian yang jelas peran di kebijakan subsidi BBM
Pemerintah akan tetap impor minyak dari Rusia dan negara alternatif lain. Langkah mitigasi gangguan distribusi energi.
Stabilitas daya beli masyarakat saat ini tengah menghadapi tantangan. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) 10 Juni lalu menambah kekhawatiran daya beli akan melemah.
Keputusan PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per 10 Juni 2026 memicu kekhawatiran. Daya beli masyarakat di paruh kedua tahun ini akan menghadapi tekanan yang lebih berat.
Kenaikan harga Pertamax di tengah tetapnya harga BBM subsidi kembali mengangkat urgensi reformasi subsidi energi.
Indonesia mencatatkan lonjakan impor bahan bakar minyak pada kuartal I-2026 di tengah krisis minyak akibat konflik Timur Tengah. Sementara, laporan dari International Energy Agency (IEA) justru mencatat adanya penurunan konsumsi minyak dunia.
Penyebab penurunan lifting minyak antara lain karena kebocoran pipa transportasi gas, usia sumur yang tua, hingga gejolak geopolitik di Timur Tengah
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar industri membuat hidup nelayan semakin sulit. Beban operasional meningkat. Produktivitas tangkapan berpotensi menurun.
Kenaikan BBM membuat para pelaku usaha di Indonesia tengah dihadapkan dengan situasi yang sulit.
Bahlil mengatakan blok tersebut memiliki cadangan gas sekitar 5 triliun cubic feet (TCF) dan kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen.
Kenaikan harga ICP sejalan dengan tren harga minyak mentah utama dunia yang juga mengalami peningkatan tajam. Untuk menjaga kepastian pasokan energi, Indonesia disarankan lanjutkan strategi diversifikasi impor energi.
Kerja sama yang ditindaklanjuti mencakup kemitraan jangka panjang di sektor energi, termasuk pemenuhan kebutuhan minyak nasional.
Menampilkan 12 dari 19 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.