BI Rate, Peringkat Kredit Pefindo, Kinerja Himbara, dan ASEAN

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

BI Rate, Peringkat Kredit Pefindo, Kinerja Himbara, dan ASEAN
Foto kreasi: AI oleh Krisna/Suar.id
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, Anda harus terus bergerak." (Albert Einstein - Fisikawan & Pemenang Nobel)

BI Rate Tetap 5,75%, Insentif Pasar Uang Lebih Efektif Kendalikan Rupiah

  • Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Juli 2026. Langkah ini diikuti perluasan kebijakan insentif untuk menarik aliran masuk investasi portofolio dan pendalaman pasar uang sebagai agenda stabilisasi kurs rupiah tanpa menaikkan suku bunga yang memiliki efek samping berkepanjangan.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, keputusan mempertahankan merupakan bagian terintegrasi bauran kebijakan BI untuk semakin konsisten memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan mempertahankan inflasi berada pada kisaran sasaran 1,5-3,5% yang telah ditetapkan sebelumnya. Tak hanya insentif untuk portofolio asing, otoritas moneter Tanah Air juga memperluas pembiayaan insentif bagi Local Curency Transaction (LCT) sebagai bagian dari praktik diversifikasi pembayaran perdagangan dan investasi. Insentif tersebut diberikan untuk swap beli dan insentif premi DNDF lindung nilai sebesar 10%. Selain mendorong pendalaman pasar valuta asing lewat insentif, BI juga meningkatkan likuiditas dengan melibatkan perbankan. Langkah ekspansi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) terhitung 1 September 2026 menjadi strategi yang ditempuh bank sentral untuk mengatasi segmentasi likuiditas yang selama ini terjadi.

Antisipasi Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Rating Kredit Emiten di Semester II-2026

  • Meningkatnya tensi geopolitik global dan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi dua faktor yang paling diwaspadai PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) terhadap kualitas kredit emiten pada semester II tahun 2026. Kedua risiko tersebut dinilai berpotensi memicu aksi pemeringkatan (rating action), terutama pada perusahaan yang memiliki eksposur besar terhadap transaksi valuta asing, impor bahan baku, maupun aktivitas usaha yang terdampak konflik global.

Setahun Dikelola Danantara, Himbara Lanjutkan Kinerja Impresif

  • Satu tahun setelah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mengelola Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), kinerja perbankan pelat merah tetap menunjukkan tren positif. Sejumlah bank BUMN membukukan pertumbuhan laba disertai ekspansi bisnis yang berlanjut di tengah tantangan ekonomi global.

Ada Proteksionisme Global, Momentum ASEAN Perkuat Integrasi Ekonomi

  • Negara-negara di Asia Tenggara perlu memperkuat integrasi ekonomi kawasan, disaat dunia sedang mengalami guncangan akibat perang tarif, meningkatnya rivalitas geopolitik, hingga disrupsi rantai pasok global. Di tengah meningkatnya proteksionisme global, ASEAN dinilai perlu memperkuat koordinasi dan daya tawar kolektif.
  • Dinamika global saat ini menunjukkan bahwa instrumen ekonomi semakin sering digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan strategis suatu negara.  Dimana geoekonomi saat ini dijadikan war by other means, di mana masalah ekonomi dijadikan secara spesifik sebagai instrumen, sebagai economic statecraft, untuk mencapai agenda-agenda strategis yang biasanya menjadi fokus isu geopolitik.
  • Situasi seperti ini, menjadi tantangan besar bagi ASEAN yang selama ini mengandalkan perdagangan internasional sebagai motor pertumbuhan ekonomi. Dimana sekitar 75% perdagangan negara-negara ASEAN masih dilakukan dengan mitra di luar kawasan, sementara perdagangan intra-ASEAN hanya sekitar 25%.

Perang Timur Tengah dan Guncangan Pasokan Energi Terbesar Sepanjang Sejarah Krisis

  • Laporan Asian Development Outlook July 2026: A Fragile Outlook as Energy Market Disruptions Persist oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan perang Timur Tengah yang dimulai sejak akhir Februari lalu telah menyebabkan kerugian energi paling besar sepanjang sejarah. Pasokan minyak global turun tak kurang dari 10 juta barel per hari (mb/d) pada bulan Maret. Seiring dengan meningkatnya tensi konflik, pasokan minyak berkurang lebih banyak, bahkan mencapai 13,6 juta barel per hari pada Mei. Laporan ADB menyebut kekurangan tersebut sekitar 13% dari pasokan minyak global tahun 2025.

Tantangan Hunian Nasional Antara Tingginya Backlog, Kenaikan Harga, dan Tekanan Penjualan Properti di Awal Tahun 2026

  • Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2025 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, posisi backlog perumahan di Indonesia kini mencapai 13,4 juta keluarga untuk backlog kepemilikan dan 29,9 juta keluarga untuk backlog rumah tidak layak huni (RTLH). Di tengah tingginya kebutuhan hunian tersebut, harga properti residensial di pasar primer secara konsisten terus menunjukkan tren meningkat meskipun dalam laju yang terbatas. Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Nasional naik secara gradual dari 102,26 pada triwulan I-2020 hingga menyentuh 110,60 pada triwulan I-2026. Pada triwulan I-2026, harga properti tumbuh sebesar 0,62% (year-on-year/yoy), melambat dibandingkan triwulan IV-2025 yang tumbuh 0,83% (yoy). 

Laporan Perkembangan Uang Beredar Juni 2026 akan dirilis Bank Indonesia (BI) pada Kamis 23 Juli 2026 di situs resmi BI yakni www.bi.go.id. Rilis ini berisi perkembangan jumlah uang beredar dalam arti luas maupun arti sempat. Perkembangan jumlah uang beredar di sistem keuangan Indonesia menjadi penting untuk dunia usaha karena bisa menjadi cerminan dalam melihat bagaimana geliat perekonomian.

Food & Hospitality Indonesia 2026 digelar pada 21-24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO). Ini merupakan ajang eksebisi industri hospitality, food and beverages terbesar di Indonesia.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya