Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Makna hidup adalah menemukan bakatmu. Tujuan hidup adalah memberikannya (sebagai hadiah) kepada sesama. (Pablo Picasso, Seniman Legendaris)

Penyerapan Beras Bulog Tembus 3,4 Juta Ton, Perkuat Ketahanan Pangan
- Perum BULOG kembali mencatatkan capaian strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga 14 Juli 2026, BULOG berhasil menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri atau sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton. Capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena lima wilayah kerja BULOG berhasil melampaui 100 persen target pengadaan, yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali. Di antara seluruh wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.


Ada Investasi Cina untuk Perkuat Ekosistem AI, Indonesia Perlu Sediakan SDM Mumpuni
- Pemerintah memastikan, bergabungnya Indonesia sebagai negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) telah memperkuat kerja sama investasi, sekaligus mempercepat transfer teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dalam konferensi pers dari Shanghai, Cina, pada Jumat (17/7/2026), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia bergabung dalam WAICO atas arahan Presiden Prabowo Subianto setelah rapat terbatas pada 13 Juli 2026. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah kerja sama internasional untuk membangun tata kelola AI atau akal imitasi yang inklusif, aman, bertanggung jawab, dan berpusat pada manusia.
Hasilnya, RI dan Tiongkok sudah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Kementerian Perdagangan Cina Wang Wentao.
"Termasuk di dalamnya kerja sama di bidang ekonomi digital yang mencapai USD160 miliar, dan investasi Tiongkok ke Indonesia mencapai USD7 miliar langsung, dan USD10 miliar lewat Hong Kong," kata Airlangga yang saat ini sedang kunjungan kerja ke Cina.

Pemerintah Siapkan Pajak Nol Persen untuk Tarik Investor Global ke PFII
- Pemerintah tengah menyiapkan berbagai insentif fiskal guna meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi global melalui pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Salah satu insentif utama yang diusulkan adalah pemberian tarif pajak sebesar 0 persen bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang lebih kompetitif sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat aktivitas jasa keuangan internasional. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, skema insentif yang sedang disiapkan dirancang agar Indonesia mampu bersaing dengan berbagai pusat keuangan dunia, seperti Singapura dan Dubai.

Wawancara Eksklusif Wakil Kepala BPS: Partisipasi Masyarakat Dalam Sensus Ekonomi Menentukan Kualitas Data
- Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi hajatan besar bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam memotret perekonomian Indonesia yang mengalami banyak perubahan dalam satu dekade terakhir. Menggerakkan tak kurang dari 251.000 tenaga lapangan untuk mendata sekitar 32 juta pelaku usaha serta 95,3 juta keluarga di seluruh penjuru Indonesia sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, hasil gawean sepuluh tahunan ini menjadi fondasi utama bagi negara dan pelaku bisnis dalam menyusun strategi serta kebijakan berbasis data.
- Berikut petikan wawancara eksklusif SUAR dengan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Sonny Harry B Harmadi di Jakarta (Jumat, 10/7/2026). Sonny memaparkan secara gamblang urgensi dan relevansi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, perubahan lanskap ekonomi digital yang perlu ditangkap, kisah perjuangan para surveyor di lapangan, hingga jaminan keamanan data yang dikumpulkan.

Video Pilihan: Bantu Petugas, Sensus Ekonomi Bermanfaat untuk Pengusaha Mikro hingga Besar


Dari Piala Dunia 2026, FIFA Meraih Pendapatan Fantastis
- Tren pendapatan FIFA sebagai penyelenggara pertandingan sepak bola dunia menunjukkan grafik yang terus bertumbuh secara masif. Pada Piala Dunia 1990 di Italia, pendapatan organisasi ini hanya tercatat sebesar 0,15 miliar dolar AS. Selanjutnya naik perlahan menjadi 0,23 miliar dolar AS pada edisi Amerika Serikat 1994 dan melonjak tajam ke angka 3,5 miliar dolar AS saat Perancis menjadi tuan rumah pada tahun 1998. Memasuki tahun 2000-an, fluktuasi dan pertumbuhan nilai ekonomi turnamen ini kian menegaskan dominasi sepak bola sebagai industri hiburan olahraga paling menguntungkan. Walaupun sempat mengalami sedikit koreksi pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang dengan perolehan 2 miliar dolar AS, serta penurunan tipis menjadi 1,9 miliar dolar AS di Jerman pada 2006, momentum kebangkitan finansial kembali terjadi secara konsisten setelahnya.
Pendapatan FIFA merangkak naik menjadi 3,66 miliar dolar AS di gelaran Afrika Selatan pada tahun 2010, kemudian meningkat menjadi 5,7 miliar dolar AS di Brasil pada 2014, dan mencapai 6,42 miliar dolar AS saat diselenggarakan di Rusia pada tahun 2018. Puncaknya, pada penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar.


Pekan Riset Sawit Indonesia 2026 bertajuk “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” resmi digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Senin-Selasa, 20-21 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Event strategis ini menghadirkan jajaran pembicara kunci mulai dari Menteri Keuangan RI hingga Direktur Utama PalmCo, serta berfokus pada diseminasi hasil riset komprehensif yang mencakup inovasi bahan bakar nabati, peningkatan produktivitas tanaman, biomaterial, teknologi pangan dan kesehatan, hingga pengelolaan limbah dan teknologi informasi berkelanjutan. Selain menyajikan talkshow ilmiah, agenda utama yang turut menjadi sorotan dalam perhelatan ini adalah peluncuran Pedoman Pengarusutamaan Gender di Sektor Kelapa Sawit yang akan diresmikan langsung oleh Menteri Keuangan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA).
Komisi VIII DPR RI dijadwalkan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama jajaran pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam tingkat pusat pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 13.00 WIB. Pertemuan strategis yang berlangsung di Gedung DPR RI ini akan menghadirkan para Ketua Umum dari berbagai ormas besar nasional, mulai dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Mathla'ul Anwar, Al Jam'iyatul Washliyah, hingga Persatuan Ummat Islam (PUI), guna mendiskusikan berbagai aspirasi dan isu keagamaan serta sosial keumatan terkini.
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR