Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Keagungan terbesar dalam hidup bukan terletak pada tidak pernah jatuh, melainkan bangkit setiap kali kita jatuh." (Nelson Mandela - Mantan Presiden Afrika Selatan & Pejuang Kemanusiaan)

Menjaga Mesin Kredit Tetap Menyala di Tengah Tekanan Global
- Emiten perbankan sudah merilis laporan kinerja semester I-2026. Perbankan mencatat laba bersih di tengah tekanan ekonomi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 24,4% YoY. Pertumbuhan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 19,9% secara tahunan (year on year/YoY), hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan.
- Senada, bank swasta nasional, PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp189 miliar, meningkat 49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp127 miliar. Peningkatan laba ditopang oleh pertumbuhan jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan penyaluran kredit. Bank Indonesia memperkirakan tren pertumbuhan kredit masih akan berlanjut pada triwulan III-2026.


Uang Beredar Tumbuh, Ekonomi Tak Serta-Merta Sembuh
- Dalam pernyataan resminya, Kamis (23/7/2026), Bank Indonesia (BI) mengumumkan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar 8,7% year on year (yoy) menjadi Rp10.432,8 triliun. Perkembangan ini didorong pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8% yoy dan uang kuasi sebesar 6,9% yoy.

Indonesia-China Susun Proyek Prioritas TCTP, Kantongi Komitmen Investasi Rp37,1 Triliun
- Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Fujian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyepakati untuk mendorong penyusunan daftar potensi proyek dan sektor prioritas, sebagai dasar pengembangan kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP). Total terdapat 30 Nota Kesepahaman atau MoU telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar USD2 miliar atau Rp37,1 triliun.

Membangkitkan Ekonomi Mandiri dari Motor Listrik Nasional
- Kalangan pelaku usaha dan pakar menilai keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh hadirnya merek motor listrik nasional semata, melainkan sejauh mana mampu memperkuat industri komponen inti, meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), hingga memperluas rantai pasok lokal.
- Pengembangan industri motor listrik nasional ini dinilai sebagai langkah penting dalam upaya mengurangi kebutuhan anggaran subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah sepeda motor berbahan bakar fosil atau internal combustion engine (ICE) yang masih tumbuh setiap tahun. Karenanya, pemerintah perlu mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), yang salah satunya adalah melalui pengembangan kendaraan listrik.


Kinerja Manufaktur Indonesia dari Dua Indeks, Antara Ekspansi dan Kontraksi
- Kinerja dan arah pergerakan industri manufaktur Indonesia saat ini mendapat dua penilaian yang berbeda dari dua barometer utama: Prompt Manufacturing Index (PMI) dari Bank Indonesia dan Purchasing Manager’s Index (PMI) dari S&P Global. Dua barometer indeks yang lazim digunakan dalam melihat kinerja dan proyeksi ke depan industri manufaktur atau pengolahan Indonesia belakangan ini menyajikan hasil yang kontradiktif. Di satu sisi, laporan PMI-BI untuk triwulan II-2026 menghembuskan angin segar dengan menunjukkan bahwa industri masih berada di zona ekspansi. Sebaliknya, PMI S&P Global menggambarkan kondisi suram pada industri manufaktur. Hasil indeks melaporkan bahwa sektor manufaktur telah jatuh ke zona kontraksi sejak akhir kuartal pertama dan terus merosot pada pertengahan tahun. Perbedaan dua lembaga ini tentu memunculkan tanda tanya di kalangan pelaku pasar dan pembuat kebijakan mengenai realitas sesungguhnya sektor industri.


Webinar Insentif EV Ditunda Lagi di Tengah Krisis Energi akan diselenggarakan pada Jumat 24 Juli 2026 pukul 09.00-10.30 WIB yang diadakan via daring melalui link ini. Adapun webinar ini akan mengambil tema "Menelusuri Jejak Advokasi Industri dalam Kebijakan Otomotif Indonesia". Hadir sebagai pembicara Climate Change Policy Analyst InfluenceMap Muhammad Fahrul Risky, Direktur Eksekutif Satya Bumi Andi Muttaqien, Researcher International Council on Clean Transportation Tenny Kristiana, dan Vice Chairman of Public Relations and Education Periklindo Ahmad Rafiqi.
Selamat beraktivitas Chief.
Tim SUAR