Geliat Dunia Usaha Lewat Tren Ekspansi SKDU Triwulan II-2026

​Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dari Bank Indonesia pada triwulan II-2026 menunjukkan sinyal penguatan perekonomian nasional. Namun, ketidakpastian masih membayangi.

Geliat Dunia Usaha Lewat Tren Ekspansi SKDU Triwulan II-2026

​Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI memperlihatkan aktivitas dunia usaha mengalami akselerasi. Hal itu tercermin dari capaian total saldo bersih tertimbang (SBT) yang meningkat menjadi 12,97%, dibandingkan triwulan I-2026 yang sebesar 10,11%. Tercatat kenaikan di triwulan II ini mencapai 28%.

Kenaikan di triwulan II-2026 bahkan melampaui rata-rata pencapaian pada tahun sebelumnya. Tren peningkatan ini mengindikasikan bahwa kapasitas produksi, penyerapan tenaga kerja, dan aktivitas operasional pelaku usaha domestik berada dalam fase pemulihan yang solid.

​Penguatan kinerja bisnis pada triwulan II-2026 ini didorong oleh lompatan performa di sejumlah sektor lapangan usaha utama. Sektor konstruksi mencatatkan kenaikan paling impresif, melesat dari 0,12% pada triwulan sebelumnya menjadi 0,81%, seiring percepatan eksekusi proyek properti dan infrastruktur. Sektor pertambangan & penggalian juga berhasil bangkit dari zona negatif (-0,08%) menjadi positif 0,37%. 

Selain itu, pertumbuhan yang sehat terus ditunjukkan oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (naik dari 1,54% ke 1,74%), jasa keuangan (naik menjadi 2,05%), serta penyediaan akomodasi dan makan minum (naik dari 0,23% ke 0,50%) yang terdorong oleh peningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.

​Di sisi lain, terdapat beberapa sektor yang mengalami normalisasi atau penurunan laju pertumbuhan secara terbatas dibandingkan triwulan I-2026. Sektor industri pengolahan melambat tipis dari 1,46% menjadi 1,34%, sektor perdagangan besar dan eceran terkoreksi dari 1,24% menjadi 1,04%, sektor transportasi dan pergudangan turun dari 0,79% menjadi 0,72%, serta sektor informasi dan komunikasi turun dari 0,84% ke 0,82%. 

Penurunan yang terjadi pada sektor-sektor di periode triwulan II-2026 ini agaknya penyesuaian pasca-puncak permintaan perayaan hari besar keagamaan di awal tahun serta penataan siklus persediaan bahan baku di rantai pasok manufaktur.

​Dinamika antarsektor ini menggambarkan struktur pertumbuhan dunia usaha yang membaik dan terdiversifikasi. Meredupnya konsumsi barang dagangan secara ritel tertutupi oleh peningkatan aktivitas belanja modal dan investasi pada sektor konstruksi serta jasa-jasa produktif. 

Peningkatan pada sektor konstruksi dan pertambangan menciptakan multiplier effect yang luas, baik terhadap penyerapan tenaga kerja maupun permintaan barang modal pendukung. Sehingga menjaga roda perekonomian tetap berputar secara berkesinambungan dan saling menyokong.

​Memasuki triwulan III-2026, prospek dunia usaha diperkirakan tetap berada dalam zona ekspansif, meski sedikit turun dengan perkiraan total SBT sebesar 11,75%.

Meski demikian, sektor industri pengolahan dan perdagangan diproyeksikan akan kembali berbalik melaju masing-masing ke angka 1,47% dan 1,20%, yang menandakan bahwa penurunan di triwulan II hanyalah penyesuaian sementara. Ketahanan yang ditunjukkan dari tren SBT SKDU ini menunjukkan bahwa optimisme pelaku usaha di triwulan II-2026 ini masih terjaga pasca-penurunan di triwulan sebelumnya.

Author

Baca selengkapnya