Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.
"Ingatlah selalu bahwa pasar modal adalah cara memindahkan uang dari orang yang tak sabar menuju orang yang sabar." (Warren Buffet - Investor Dunia)
Era Baru Batas Minimum Saham Rp1, Nasib Alumni Saham Gocap, dan Respon Pasar
Mulai Senin (28/9/2026), Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja menjalankan ketentuan baru soal batas harga minimum saham dari sebelumnya Rp50 per unit menjadi Rp1 per unit. BEI menyebut jumlah saham yang sebelumnya berada di level Rp50 berada di kisaran 20-an saham. Angka tersebut kemudian bertambah jika memperhitungkan saham yang pada perdagangan kali ini sudah bergerak di bawah Rp50.
Setelah level Rp43, antrean terbesar berikutnya berada pada harga Rp50 dengan jumlah sekitar 66,22 juta saham atau 662.206 lot. Selain GOTO, sejumlah saham seperti DADA, BBKP, KPIG, dan CPRO juga tercatat mengalami tekanan pada awal perdagangan dan nyangkut di level Rp43. Sementara itu, LPKR berada di level Rp46.
Menyiapkan Listrik Andal untuk Ekspansi Data Center
Industri pusat data atau data center di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan kecerdasan buatan (AI). Namun, ekspansi sektor ini membawa kebutuhan listrik yang semakin besar sekaligus spesifik, sehingga kesiapan pasokan dari sisi kapasitas, keandalan, hingga harga menjadi faktor penting yang perlu dipastikan.
Sejumlah pelaku usaha mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) secara konsisten dan adil. Hal ini dilakukan demi menciptakan persaingan usaha yang sehat di sektor logistik. Direktur Utama PT Lookman Djaja Group sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) Kyatmaja Lookman mengatakan kesiapan dalam implementasi kebijakan ini belum merata di seluruh ekosistem logistik. Saat ini, ujar dia, tidak semua pemilik barang siap dalam menerapkan Zero ODOL lantaran ongkos angkut juga dapat meningkat. Akibatnya, harga barang meningkat dan biasanya harus ditanggung oleh masyarakat.
Danantara bekerja dalam dunia second best, ketika pilihan terbaik secara ekonomi tidak selalu dapat dijalankan karena kendala politik. , tantangannya bukan mengabaikan first best, melainkan mempertahankan sebanyak mungkin disiplinnya dalam realitas tersebut. Artikel ini merupakan opini dari Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Deni Friawan.
Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Jakarta, Deni Friawan. (Foto: AI/SUAR).
Belajar Transformasi Industri dari Korea Selatan untuk Akselerasi Ekonomi Indonesia
Untuk keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle-income trap) dan bertransformasi menjadi negara maju, Indonesia perlu menjadikan Korea Selatan sebagai tolok ukur. Indonesia bisa belajar bagaimana perjalanan pembangunan ekonomi Korea Selatan sehingga mencapai status High-Income Economy pada 1995. Sektor industri manufaktur memegang peranan krusial sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Namun, kontribusi manufaktur terhadap total PDB yang terjadi di Indonesia dan Korsel menunjukkan perbedaan tren. Kontribusi sektor manufaktur di Indonesia menunjukkan perlambatan.
Seminar "Navigating The Economy Across Generations" akan diselenggarakan Selasa, 29 September 2026 pukul 08.00 - 16.00 WIB di Menara Kompas, Jakarta. Hadir sebagai pembicara Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja, Chairman & Group CEO Mayapada Healthcare Group Jonathan Tahir, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN)/Utusan Presiden Bidang Perdagangan Internasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia I Dewa Gede Karma Wisana, Co-Founder & Executive Director of Synergy Policies Dinna Prapto Raharja.
Executive Finance Mini Workshop "Why is The Liability Still There?"memahami employee benefit liability di Balik DPLK, BPJS, Asuransi, dan Program Pendanaan Lainnya. Kegiatan ini akan diselenggarakan Selasa, 29 September 2026 pukul 12.00 - 15.00 WIB di Menara Kadin. Hadir sebagai pembicara Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Asosiasi Himpunan dan Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia Benny Soetrisno, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute Mulya Amri, Ketua Asosiasi Kantor Konsultan Aktuaria Indonesia (AKKAI) Azwir Arifin, dan Direktur Teknik Azwir Aktuaria Yoherdy Johan.