Optimisme dari Realisasi Investasi di Paruh Pertama 2026

Realisasi investasi triwulan II-2026 mencatatkan capaian yang positif di tengah kondisi global yang bergejolak. Pertumbuhan realisasi investasi sepanjang paruh pertama 2026 ini memberi optimisme untuk mencapai target selanjutnya di paruh kedua.

Optimisme dari Realisasi Investasi di Paruh Pertama 2026

Menteri Investasi dan Hilirisasi (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani mengumumkan capaian atau realisasi investasi triwulan II dan semester I 2026 dengan capaian yang positif (16/7/2026). Di triwulan II-2026, realisasi investasi sudah mencapai 25,1% dari target. Dengan capaian ini, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 742.293 orang di seluruh Indonesia.

Periode triwulan II-2026 mencatatkan realisasi sebesar Rp 511,8 triliun dengan pertumbuhan 7,1% (year-on-year/y-o-y) atau secara triwulanan tumbuh 2,6% (quarter-to-quarter/q-t-q). Meski angkanya menceritakan pencapaian yang fantastis, dilihat dari satu tahun terakhir terjadi perlambatan pertumbuhan. 

Sementara jika dilihat dalam periode semester I-2026, tercatat pertumbuhan dengan nilai realisasi sebesar Rp 1.010,6 triliun. Angka ini tumbuh 7,2% (yoy) dibandingkan semester I-2025 yang mencatatkan realisasi investasi Rp 941,9 triliun. 

Bidang hilirisasi juga mencatatkan pertumbuhan positif hingga 6,8% (yoy) dengan nilai realisasi Rp 300,1 triliun di periode semester I 2026. Bidang hilirisasi secara konsisten menyumbang 29-30% dari total capaian realisasi investasi.

Dilihat per sektor hilirisasi, sektor mineral secara konsisten menjadi bidang yang berhasil menarik investasi yang menyumbang kontribusi 60-70% dari total investasi di bidang hilirisasi. Di semester I-2026, realisasi di sektor mineral menyumbang 68,8% dari total atau senilai Rp 206,5 triliun. Capaian sektor ini mencatatkan lonjakan tahunan 6,6% dan 15% secara triwulanan. Realisasi investasi di sektor mineral menjadi satu-satunya bidang hilirisasi yang mencatatkan pertumbuhan positif secara triwulanan jika dibandingkan dengan semester II-2025.

Pertumbuhan realisasi tertinggi di periode paruh pertama tahun ini berada di sektor minyak dan gas bumi dengan pertumbuhan 104,6% (yoy) dengan nilai Rp 35,4 triliun. Sektor minyak dan gas bumi dalam 2 semester terakhir nilai investasinya tercatat mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dari Rp 17,3 triliun di semester I-2025, hingga menjadi Rp 42,8 triliun di semester II-2025. Di semester I-2026, angkanya sedikit turun menjadi Rp 35,4 triliun.

Selain itu, pertumbuhan tinggi juga ditunjukkan sektor perikanan dan kelautan yang tercatat 65,2% secara tahunan. Namun, dibandingkan dengan realisasi semester II-2025 yang senilai Rp 4,1 triliun, terjadi sedikit penurunan. Realisasi sektor peikanan dan kelautan di semester I-2026 ini sebesar Rp 3,8 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa selain sektor mineral yang menjadi daya tarik utama investor, sektor-sektor lainnya juga tidak kalah mendorong pertumbuhan realisasi investasi.

Secara keseluruhan, realisasi investasi telah mencapai sekitar 49,5% hingga pertengahan tahun 2026. Pencapaian ini memberi optimisme untuk mendorong pencapaian selanjutnya di paruh kedua 2026.

Author

Baca selengkapnya