Industri nikel Indonesia bergantung pada China sebagai pasar dan sumber investasi. Namun, kini investor China mulai melirik industri di Afrika.
Bagi Maluku Utara, hilirisasi hanya bisa disebut benar-benar berhasil apabila tidak hanya menghasilkan peningkatan PDB, tetapi juga meningkatkan pendapatan rumah tangga, menurunkan tingkat kemiskinan, serta membuat petani dan nelayan memperoleh penghasilan yang lebih bai
Negara yang berhasil maju adalah negara yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, serta penguasaan teknologi secara berkelanjutan.
Hilirisasi nikel Indonesia dinilai membutuhkan fondasi yang kuat serta kebijakan yang seimbang agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah tantangan global.
Dalam rinciannya, ekspansi hilirisasi kali ini tersebar di tiga sektor strategis, bidang energi, mineral dan sektor pertanian
Realisasi investasi Jepang di Indonesia dua tahun terakhir menurun. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang tahun ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan negara sahabat ini untuk menanamkan modalnya di sektor-sektor strategis di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu produsen timah terbesar di dunia dengan cadangan bijih timah yang sangat besar. Dengan posisi tawar yang kuat ini, selayaknya Indonesia mampu mengubah struktur ekonomi dari sekadar berbasis komoditas menjadi berbasis manufaktur.
Sektor swasta mengincar sektor yang paling siap dibuka secara kredibel, bankable, dan memberikan ruang nyata bagi swasta untuk menciptakan nilai tambah.
Meski tercatat dalam lima besar produsen tembaga di dunia, Indonesia memberlakukan kebijakan pembatasan ekspor mineral mentah tembaga. Sumber daya yang dimiliki harus diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi untuk bisa berperan utama dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah tengah mewacanakan pemberlakuan bea keluar untuk komoditas batubara yang akan berlaku tahun 2026. Kebijakan ini untuk mendorong hilirisasi di dalam negeri, mengurangi ekspor bahan mentah, dan meningkatkan nilai tambah produk tambang nasional.
Di tengah tingginya permintaan akan kendaraan listrik (EV) yang membutuhkan material ringan atau aluminium, Indonesia turut ambil bagian dalam rantai pasok, bahkan berpotensi menguasai pasar global. Dengan sekitar 4% cadangan bauksit dunia, Indonesia memegang kunci bahan baku aluminium untuk EV.
Menampilkan 12 dari 11 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.