Penyelenggaraan ajang olahraga Amartha 10X Run memberikan dampak positif terhadap interaksi peserta dengan Amartha. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga membuka ruang interaksi langsung antara peserta dengan Amartha sebagai perusahaan yang bergerak dalam ekosistem keuangan inklusif dan pemberdayaan UMKM.
SVP Growth and Marketing Amartha Financial Sheldon Chuan mengatakan dari sisi bisnis, kehadiran ribuan peserta dalam ajang tersebut memberikan kesempatan bagi Amartha untuk memperkenalkan layanan dan produk investasi secara lebih dekat. Pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal lebih jauh berbagai layanan keuangan yang ditawarkan, sehingga aktivitas olahraga turut dimanfaatkan sebagai kanal komunikasi yang lebih interaktif dengan calon pengguna.
“Dampak lainnya terlihat dari peluang akuisisi pengguna baru. Interaksi yang terjadi di lokasi acara memungkinkan peserta memperoleh informasi mengenai platform dan layanan Amartha secara langsung. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah ketertarikan yang muncul selama acara menjadi minat untuk mencoba layanan keuangan mikro maupun produk investasi yang tersedia,” ujar dia dalam Konferensi Pers Amartha 10X Run, di One Senayan, Jakarta (7/8/2026)
Selain memberikan dampak langsung terhadap bisnis, Amartha 10X Run juga berperan dalam meningkatkan brand awareness. Kehadiran Amartha dalam sebuah ajang olahraga yang melibatkan masyarakat luas membuat perusahaan dapat menjangkau audiens di luar kanal komunikasi finansial konvensional. Dengan demikian, Amartha dapat membangun asosiasi sebagai platform keuangan yang dekat dengan gaya hidup masyarakat sekaligus membawa pesan mengenai inklusi keuangan.
Ajang tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai investasi. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemahaman produk keuangan, pendekatan melalui kegiatan yang bersifat partisipatif dinilai dapat membuat pesan investasi lebih mudah diterima.
Ia mengatakan Amartha 10X Run memperluas promosi terhadap ekosistem pemberdayaan UMKM yang menjadi bagian penting dari bisnis Amartha. Pesan mengenai dukungan terhadap pelaku usaha mikro dapat disampaikan kepada masyarakat melalui pengalaman yang lebih dekat dan tidak semata-mata melalui komunikasi korporasi.
“Hal ini sekaligus memperkuat positioning Amartha sebagai perusahaan yang menghubungkan akses keuangan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar dia.
Dengan demikian, Amartha 10X Run tidak hanya dapat dipandang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai kanal pemasaran, edukasi, dan engagement bagi Amartha. Kombinasi antara interaksi langsung dengan peserta, potensi akuisisi pengguna baru, peningkatan brand awareness, edukasi investasi, serta pengenalan ekosistem pemberdayaan UMKM membuat kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan Amartha dengan masyarakat dan calon pengguna layanan keuangannya.
Amartha 10X Run Kembali Digelar Tahun Ini
Sheldon mengatakan Amartha kembali menggelar ajang lari dan festival tahunan, Amartha 10X Run, pada 6 September 2026 mendatang di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta. Bersama Indonesia Muda Road Runner (IMRR) sebagai mitra penyelenggara, Amartha menghadirkan kategori 10K dan half marathon dengan pengalaman race yang aman, nyaman, dan berkesan. Dengan mengusung tema #WeGoBeyond, Amartha 10X Run mengajak peserta menjadikan olahraga sebagai perjalanan personal untuk terus bertumbuh dan melampaui batas.
“Di Amartha, kami percaya setiap pencapaian adalah awal untuk mencapai level berikutnya. Filosofi #WeGoBeyond inilah yang selama lebih dari 16 tahun pengalaman kami melayani lebih dari 4 juta UMKM perempuan di lebih dari 50.000 desa di Indonesia yang terus mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan membuka peluang bagi komunitas di sekitarnya. Melalui Amartha 10X Run, kami ingin mengajak lebih banyak orang merasakan semangat yang sama yaitu berani memulai, menikmati setiap proses, dan terus melangkah melampaui pencapaian sebelumnya.” ujar dia.
Amartha 10X Run dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi lari untuk mencapai garis finis, tetapi juga sebagai ruang untuk merayakan setiap langkah dalam proses bertumbuh. Pengalaman ini diwujudkan melalui berbagai elemen yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia, salah satunya race village bertema pasar tradisional, tempat para pelari dapat membawa pulang sayur-mayur hingga ikan cupang setelah menyelesaikan race.
Tak hanya itu, ibu-ibu masyarakat sekitar juga akan hadir memberikan semangat di sepanjang lintasan. Kehadiran mereka merepresentasikan semangat ketangguhan jutaan UMKM perempuan di perdesaan dalam mengembangkan usaha, membuka peluang, dan meraih kesejahteraan yang berkelanjutan bagi keluarga serta komunitasnya.
Adapun rute Amartha 10X Run 2026 akan dimulai dan berakhir di kawasan Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta. Peserta kategori 10K maupun Half Marathon akan melintasi Jalan Jenderal Sudirman dan Bundaran HI, dengan rute Half Marathon yang diperpanjang hingga kawasan Senopati, Prapanca, dan Blok M sebelum kembali ke garis finis. Cut-off time ditetapkan selama dua jam untuk kategori 10K dan empat jam untuk Half Marathon.
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan race bagi peserta maupun pengguna jalan, Amartha menggandeng Indonesia Muda Road Runner (IMRR) untuk menyiapkan sistem pengamanan berlapis di sepanjang rute. Dukungan tersebut meliputi 8 ambulans yang dilengkapi automated external defibrillator (AED), petugas medis setiap 2 kilometer, serta marshal setiap 100 meter, terutama di area persimpangan.
Pelari Mempunyai Target
Sports Enthusiast Stena Wakkary mengatakan setiap pelari memiliki target dan definisi go beyond yang berbeda dalam mengikuti sebuah perlombaan. Bagi sebagian peserta, go beyond dapat berarti menyelesaikan race untuk pertama kalinya, sementara bagi peserta lainnya dapat diwujudkan dengan berlari lebih jauh atau mencatat waktu yang lebih baik dari sebelumnya. Perbedaan target tersebut menjadi bagian dari perjalanan masing-masing pelari dalam menantang batas kemampuan diri.
Stena mengatakan, apa pun target yang ingin dicapai, hal terpenting adalah keberanian untuk memulai, menjalani latihan secara konsisten, serta menikmati setiap perkembangan yang dicapai. Menurutnya, pencapaian dalam berlari tidak selalu harus diukur dari hasil akhir atau catatan waktu, tetapi juga dari proses dan progres yang berhasil dilewati setiap peserta selama mempersiapkan diri menghadapi race.
“Apa pun targetnya, yang terpenting adalah berani memulai, berlatih secara konsisten, dan menikmati setiap progres. Persiapan juga perlu dilakukan dengan memperhatikan waktu istirahat, hidrasi, nutrisi, serta kondisi tubuh agar peserta dapat menjalani race dengan aman dan percaya diri,” ujar Stena.