Dari Kompetisi hingga Perlengkapan, Nilai Ekonomi Industri Olahraga Tembus Rp58,62 Triliun

Dari Kompetisi hingga Perlengkapan, Nilai Ekonomi Industri Olahraga Tembus Rp58,62 Triliun

Perputaran ekonomi tidak hanya berasal dari pertandingan atau kompetisi, tetapi juga mencakup penjualan sepatu dan pakaian olahraga, peralatan olahraga, tiket pertandingan, tempat latihan, jasa kebugaran, hingga perjalanan wisata yang berkaitan dengan kegiatan olahraga. 

Dari Kompetisi hingga Perlengkapan, Nilai Ekonomi Industri Olahraga Tembus Rp58,62 Triliun
Dalam Artikel Ini

Pembangunan olahraga nasional tidak lagi semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembangunan karakter bangsa sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi. Aktivitas olahraga dapat membentuk masyarakat yang disiplin, sehat, produktif, memiliki daya juang, serta mampu membangun semangat kebersamaan. Karena itu, investasi di sektor olahraga pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia dan kekuatan ekonomi nasional. 

Dari sisi ekonomi, perkembangan industri olahraga Indonesia menunjukkan prospek yang semakin besar. Berdasarkan Laporan Kinerja Kemenpora 2025, ukuran ekonomi olahraga Indonesia pada 2025 mencapai sekitar Rp58,62 triliun, meningkat signifikan dibandingkan Rp39,85 triliun pada 2024 dan Rp37,28 triliun pada 2023. Kemenpora mencatat capaian tersebut bahkan telah melampaui target Renstra 2029 yang berada pada kisaran Rp41,93 triliun hingga Rp44,08 triliun.

CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono menuturkan besarnya nilai ekonomi tersebut menunjukkan bahwa olahraga telah berkembang menjadi sebuah ekosistem bisnis yang melibatkan berbagai sektor.

Perputaran ekonomi tidak hanya berasal dari pertandingan atau kompetisi, tetapi juga mencakup penjualan sepatu dan pakaian olahraga, peralatan olahraga, tiket pertandingan, tempat latihan, jasa kebugaran, hingga perjalanan wisata yang berkaitan dengan kegiatan olahraga. 

“Dengan demikian, semakin besar masyarakat terlibat dalam aktivitas olahraga, semakin besar pula peluang ekonomi yang dapat tercipta di berbagai sektor pendukung,” ujar dia dalam acara “ Indonesia Sport Summit 2026 : Global Leadership Forum di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta (13/9/2026).

Pertumbuhan industri tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Aktivitas seperti lari, bersepeda, futsal, bulu tangkis, gym, hingga olahraga rekreasi semakin berkembang di berbagai daerah. 

Tren tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku usaha, mulai dari industri manufaktur hingga usaha mikro, kecil, dan menengah. Meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga menciptakan permintaan terhadap produk dan layanan baru, termasuk pakaian olahraga, sepatu, perlengkapan latihan, pusat kebugaran, penyelenggaraan kompetisi, hingga berbagai layanan berbasis digital. Bahkan, event olahraga masyarakat juga terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal. 

Ke depan, peluang industri olahraga nasional juga semakin terbuka melalui pengembangan sport tourism. Penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional dapat mendatangkan wisatawan, meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan transportasi, kuliner, perdagangan, serta membuka lapangan kerja baru. 

CEO PT Indonesian Padel League Andri Paranoan, CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono, Direktur Kompetisi Indonesia League dan CEO Indonesian Basketball League Jurnas Miradiarsyah Saat Menghadiri Press Conference Indonesia Sport Summit 2026,di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta (13/9/2026). Foto: Suar.id/Ridho.

Teddy menuturkan besarnya potensi tersebut tetap membutuhkan ekosistem yang kuat. Pengembangan industri olahraga perlu didukung oleh investasi infrastruktur, pembinaan atlet dan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, penyelenggaraan event yang berkelanjutan, kepastian regulasi, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat. 

Langkah Kemenpora menggandeng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada Agustus 2026 untuk memperkuat perizinan dan pengembangan investasi sektor keolahragaan menunjukkan bahwa olahraga mulai ditempatkan sebagai sektor ekonomi yang memiliki peluang investasi.

Dengan potensi pasar yang terus berkembang, olahraga pada akhirnya dapat menjadi salah satu bentuk investasi masa depan Indonesia. Investasi tersebut tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif dan berkarakter. Apabila peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga dapat diikuti dengan penguatan industri, pembinaan prestasi dan pengembangan sport tourism, sektor olahraga berpeluang menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Basket dan basis penggemar besar

Pada kesempatan yang sama, CEO Indonesian Basketball League Jurnas Miradiarsyah mengatakan perkembangan Indonesia Basketball League (IBL) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semakin kuatnya posisi bola basket sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia. 

Kompetisi bola basket profesional nasional tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi pertandingan, klub peserta, pemain maupun pengalaman bagi penonton. Perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekosistem bola basket Tanah Air.

“IBL juga semakin berkembang sebagai kompetisi olahraga yang memiliki nilai komersial. Kehadiran klub-klub dengan basis suporter yang kuat, dukungan sponsor, penjualan tiket, merchandise, hak siar, serta aktivitas digital membuka sumber pendapatan yang semakin beragam. Kondisi ini menunjukkan bahwa kompetisi bola basket tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari industri olahraga yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi,” ujar dia.

Simak juga:

Transformasi IBL di Tangan Junas Miradiarsyah
Sejak Juli 2019, Junas Miradiarsyah mendapat mandat sebagai Direktur Utama Liga Bola Basket Indonesia (IBL). Melalui tangan dinginnya, IBL terus bertransformasi menjadi kompetisi bola basket yang semakin diterima masyarakat.

Dari sisi kompetisi, peningkatan kualitas klub dan pemain menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong popularitas IBL. Persaingan yang semakin kompetitif membuat klub dituntut memiliki manajemen profesional, program pembinaan pemain, serta strategi bisnis yang berkelanjutan. Di saat yang sama, kesempatan bagi pemain muda untuk tampil di level profesional dapat menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi dan meningkatkan kualitas tim nasional Indonesia.

Perkembangan IBL juga tidak terlepas dari meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga dan hiburan berbasis pertandingan. Media sosial serta platform digital memberikan ruang yang lebih luas bagi klub dan pemain untuk membangun kedekatan dengan penggemar. Konten pertandingan, aktivitas pemain, hingga interaksi dengan komunitas membuat bola basket semakin mudah diakses oleh generasi muda dan berpotensi memperluas basis penonton IBL ke depan.

Sejumlah peserta bertanding saat kejuaraan basket 3X3 pada Indonesia Sports Summit 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (11/9/2026). Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar Indonesia Sports Summit 2026 sebagai ajang kolaborasi yang mempertemukan berbagai stakeholder olahraga untuk mendorong pengembangan ekosistem, inovasi, dan industri olahraga Indonesia menuju level yang lebih maju dan berdaya saing global. ANTARA FOTO/Fauzan/nz

Ia mengatakan IBL memiliki prospek untuk terus berkembang sebagai salah satu penggerak industri olahraga nasional. Konsistensi penyelenggaraan kompetisi, peningkatan kualitas venue dan produksi siaran, penguatan pembinaan pemain, serta kemampuan klub dalam membangun basis penggemar akan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan liga. Jika dikelola secara berkelanjutan, perkembangan IBL bukan hanya akan meningkatkan prestasi bola basket Indonesia, tetapi juga membuka peluang investasi, lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi baru di sektor olahraga. 

Padel Menjanjikan

CEO PT Indonesian Padel League Andri Paranoan mengatakan olahraga padel memiliki prospek yang semakin menjanjikan di Indonesia seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi dan gaya hidup sehat. Karakter permainan yang relatif mudah dipelajari dibandingkan sejumlah olahraga raket lainnya membuat padel menarik bagi berbagai kelompok usia, termasuk masyarakat yang baru mulai berolahraga. Popularitasnya juga semakin terdorong oleh komunitas dan tren media sosial yang menjadikan padel sebagai salah satu pilihan aktivitas olahraga sekaligus sarana bersosialisasi.

Dari sisi bisnis, pertumbuhan minat terhadap padel membuka peluang bagi berkembangnya ekosistem industri yang lebih luas. Pembangunan lapangan, penyewaan fasilitas, penjualan perlengkapan, pakaian olahraga, jasa pelatih, penyelenggaraan turnamen, hingga kegiatan komunitas dapat menciptakan sumber pendapatan baru. Kehadiran lapangan padel di berbagai kota juga berpotensi mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan konsep fasilitas olahraga yang terintegrasi dengan kafe, ruang komunitas, dan berbagai layanan pendukung.

“Prospek padel juga semakin besar karena olahraga ini dapat menjadi bagian dari perkembangan industri olahraga dan sport tourism di Indonesia,” tambah dia.

Turnamen lokal maupun internasional dapat menarik peserta dan penonton sekaligus menggerakkan sektor pendukung seperti akomodasi, kuliner, transportasi, serta perdagangan perlengkapan olahraga. Jika pertumbuhan tersebut berlangsung secara terarah, padel tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga dengan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. 

Peluang Kolaborasi Pendanaan

Managing Director Global Business Development, Corporate Finance & Investments Danantara Djamal Attamimi mengatakan pihaknya membuka peluang kolaborasi pendanaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan ekosistem olahraga Indonesia.

Sektor sport tourism dinilai menjadi salah satu bidang yang paling siap dikembangkan karena memiliki potensi ekonomi besar dengan kebutuhan modal yang relatif ringan.

Djamal mengatakan, olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi atlet. Menurutnya, olahraga memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga pengembangannya membutuhkan dukungan modal, tata kelola, serta sistem pendanaan yang berkelanjutan.

Menurut Djamal, besarnya dampak ekonomi tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi bagian penting dari penggerak perekonomian. Potensi tersebut semakin besar jika pengembangan olahraga dilakukan melalui perencanaan investasi yang tepat dan berorientasi jangka panjang.

Baca juga:

Di Balik Ribuan Pelari, Ada Ekonomi UMKM yang Bergerak
Di balik lintasan 10K dan half marathon, aktivitas ekonomi turut bergerak melalui kehadiran para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan produknya kepada para peserta.

Potensi ekonomi acara olahraga

Menanggapi terpisah, pemerhati olahraga Fritz Simanjuntak menilai, geliat event olahraga ini tidak hanya dapat dilihat dari jumlah peserta maupun aktivitas ekonomi yang muncul. Ketika sebuah event olahraga dapat menarik perhatian masyarakat secara luas dan dikelola secara konsisten, dampaknya pada akhirnya meluas juga menjadi bagian dari upaya membangun citra sebuah negara.

“Sport event bukan saja meningkatkan sport tourism, tetapi nation branding. Saat Asian Games diadakan di Jakarta dan Palembang tahun 2018, branding Indonesia meningkat tajam,” kata Fritz.

Warga memberikan dukungan semangat kepada sejumlah pelari saat Maybank Marathon 2026 di Gianyar, Bali, Minggu (23/8/2026). Lomba lari internasional tersebut mempertandingkan tiga kategori yakni 10K, Half Marathon (21,1 kilometer), dan Marathon (42,2 km) dengan diikuti sekitar 14.100 peserta dari 46 negara. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/wsj.

Semakin banyak event olahraga yang digelar, semakin besar pula dampak ekonomi yang diciptakan di berbagai sektor yang menopangnya. Kehadiran ribuan peserta baik dari dalam maupun luar negeri ini kemudian menciptakan multiplier effect bagi perekonomian.

Indonesia sendiri dinilai memiliki modal yang kuat untuk menggelar lebih banyak event olahraga lari lantaran infrastruktur pendukungnya sudah siap. Dengan kesiapan tersebut, fokus penyelenggaraan dapat diarahkan pada peningkatan kualitas event yang mampu menarik lebih banyak lagi peserta.

“Jelas nilai ekonominya ada. Bahkan hotel, transportasi, UMKM, dan lain-lain pasti banyak yang untung. Saya yakin dari marathon yang sering diadakan Indonesia juga banyak memberi pemasukan. Apalagi biaya infrastruktur yang dikeluarkan tidak terlalu banyak karena Indonesia sudah siap,” ujarnya.

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Bisnis

Rekomendasi SUAR