Mitigasi Risiko Bencana untuk Bisnis Berkelanjutan

Mitigasi Risiko Bencana untuk Bisnis Berkelanjutan

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Mitigasi Risiko Bencana untuk Bisnis Berkelanjutan
Dalam Artikel Ini

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Jangan fokus pada risiko. Fokuslah pada peluang. Tidak apa-apa jika salah, tetapi tidak boleh jika lambat." (Reed Hastings - Pendiri Netflix)

Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dampak Aktivitas Ekonomi

  • Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026) kini berdampak pada aktivitas perekonomian. Sampai dengan Senin (7/9/2026), pukul 00.00 WIB, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk menghentikan operasional penerbangan di 7 bandara hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB
  • Akibat persebaran abu vulkanik pasca erupsi Gunung Anak Krakatau, Kementerian Perhubungan mencatat ada 1.039 penerbangan yang terdampak. Adapun rinciannya sebanyak 746 penerbangan domestik, 272 penerbangan internasional, dan 21 penerbangan. Jumlah penumpang yang terdampak tak kurang 166.351 penumpang.

Ekonomi Hijau, Mitigasi Risiko, dan Usaha Berkelanjutan

  • Di tengah meningkatnya risiko bencana alam dan ketidakpastian gejolak geopolitik global, pelaku usaha mulai menempatkan ekonomi hijau dan keberlanjutan bukan lagi sekadar sebagai pemenuhan regulasi, melainkan bagian dari strategi bisnis untuk menjaga daya saing sekaligus menghadapi risiko yang semakin kompleks. Perubahan iklim, bencana alam, cuaca ekstrem yang menjadi masalah krusial Indonesia, volatilitas energi dan bahan baku, hingga tuntutan pasar global mendorong perusahaan memperkuat efisiensi dan ketahanan operasional. Agenda keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga mengenai bagaimana perusahaan Indonesia tetap kompetitif dalam 10–20 tahun ke depan

Tiga Wajah Destry Damayanti dalam Tiga Dekade Ekonomi RI

  • Bagaimana sikap Destry Damayanti soal BI Rate ke depan? Apakah Hawkish? Dovish? atau Status Quo dari gubernur sebelumnya? mungkin jawabannya bisa kita lihat dari beragam pandangan Destry selama tiga dekade terakhir.
  • Berdasarkan penelusuran pangkalan data ProQuest, SUAR mengurasi 50 kutipan penting dari 457 hasil pencarian mengenai pandangan Destry Damayanti sebagai ekonom dalam kurun waktu 1998-2026. Pencarian dikhususkan seputar topik mengenai nilai tukar rupiah, inflasi, suku bunga acuan, dan situasi pasar keuangan.
  • Ragam komentar tersebut disampaikan Destry dalam kedudukan berbeda-beda. Penelusuran kami menemukan 1 pernyataan mengutip Destry sebagai ekonom Citibank, 20 pernyataan sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, 14 pernyataan sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri, dan 14 pernyataan sebagai Deputi Senior Gubernur BI periode pertama (2019-2024) maupun periode kedua (2024-2026).

Soft Power Indonesia Didorong Jadi Mesin Ekonomi Baru

  • Kekayaan budaya Indonesia sudah saatnya dikomersilkan, Bisa menjadi kekuatan ekonomi dan soft power. Gelaran budaya di Indonesia, dinilai memiliki potensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia, di tengah ketergantungan terhadap sumber daya alam yang semakin terbatas. Apalagi industri budaya dan kreatif menyumbang US$4,3 triliun atau setara 6% Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Ketahanan Bank Milik Negara sebagai Pilar Ekonomi Nasional

  • Peran strategis Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terlepas dari fungsinya sebagai agen pembangunan yang mendorong stabilitas sistem keuangan nasional. Himbara menjadi pionir dalam mengimplementasikan kebijakan moneter dan fiskal. Salah satunya, ia menjadi mitra utama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mendistribusikan penempatan dana kredit guna menggerakkan perekonomian. Himbara juga memegang peran dalam mendistribusikan program berdampak lainnya, seperti program kerakyatan antara lain Bantuan Subsidi Upah (BSU), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM. 

Statistik Cadangan Devisa Agustus 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI) pada Senin, 7 September 2026. Adapun laporan selengkapnya dapat diunduh dan dibaca di situs www.bi.go.id. Laporan ini menjadi penting bagi pelaku dunia usaha karena menjadi indikator untuk melihat bagaimana geliat perdagangan internasional dan sejauh mana ketahanan moneter Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agustus 2026 akan diselenggarakan Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB. Turut hadir memberikan keterangan pada jumpa pers jajaran dewan komisioner OJK yakni Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko; Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi; Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono; Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman; Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso; Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono; dan Anggota Dewan Komisioner OJK Isabella Watimena.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

ADVERTISEMENT Google Adsense Banner (970x250)

Lainnya Dalam Weekday Bright

Rekomendasi SUAR