Antisipasi El Nino, Geothermal untuk Pusat Data, Industri Jasa Keuangan, dan Investasi KEK

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Antisipasi El Nino, Geothermal untuk Pusat Data, Industri Jasa Keuangan, dan Investasi KEK
ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/YU
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

"Hal-hal hebat dalam bisnis tidak pernah dilakukan oleh satu orang. Mereka dilakukan oleh sebuah tim orang." (Steve Jobs - Pendiri Apple)

Hadapi El Nino Kuat, Begini Solusi yang Disiapkan Agar Jadi Peluang

  • Berbagai ancaman yang mengintai di sejumlah sektor akibat El Nino, Pemerintah melihat adanya peluang untuk mengoptimalkan sejumlah hal seperti pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), hingga mendorong produksi garam nasional ketika El Nino kuat terjadi.
    Pemerintah merumuskan dokumen policy brief yang dibagi menjadi 4 klaster pembangunan utama yakni hutan, lahan dan pertanian, energi dan sumber daya air, kesehatan, dan pangan akuatik. 
    Dengan membangun ketahanan nasional di berbagai sektor prioritas, akan jadi kunci utama untuk menghadapi El Nino. Sejak beberapa bulan yang lalu, BMKG juga telah melakukan upaya untuk melakukan berbagai langkah antisipasi seperti berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengoptimalkan pengisian bendungan, sekaligus memperkuat sinergi lintas kementerian, TNI, hingga Polri.

Dari Geothermal, Anak Usaha PT Pertamina Produksi Hidrogen Hijau dan Energi Pusat Data

  • PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai memperluas model bisnis panas bumi di luar pembangkit listrik. Perseroan membidik pengembangan hidrogen hijau atau green hydrogen, serta penyediaan energi hijau bagi pusat data (data center) sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih. Potensi panas bumi di Indonesia selain untuk listrik, juga bisa untuk peroduksi hidrogen hijau. Bisa memasok energi buat data center

Investasi KEK Tembus Rp32 Triliun pada Semester I-2026, Serap 34 Ribu Tenaga Kerja

  • Pemerintah mencatat realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp 32 triliun sepanjang Semester I-2026. Nilai tersebut didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 24 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berkontribusi Rp8 triliun. Arus investasi tersebut juga berhasil menciptakan 34.162 lapangan kerja baru, mencerminkan peran strategis KEK sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Dibayangi Tekanan, Geliat Sektor Keuangan Terus Berjalan

  • Meski dibayangi tekanan perekonomian global, sektor jasa keuangan Tanah Air tidak patah arang. Senarai tindak lanjut Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2026 yang merupakan perubahan UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang terus digodok, mulai dari pendirian bursa mineral hingga demutualisasi bursa efek. Tugas menjaga persepsi stabilitas dan perilaku keuangan bijak menjadi motif utama memastikan persiapan implementasi terus berjalan sesuai agenda yang telah direncanakan.

Indonesia Menyongsong Surplus Perdagangan Melalui Kerja Sama Strategis Dengan Thailand

  • Pertemuan bilateral antara Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta pada Senin (3/8/2026), menjadi momentum untuk memperkuat hubungan diplomasi kedua negara khususnya kerja sama bidang ekonomi. Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Thailand ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan kemitraan strategis antar-kedua negara. Khususnya di bidang ekonomi perdagangan dan investasi, PM Thailand juga menegaskan bahwa kondisi dan stabilitas ekonomi Indonesia memberikan optimisme tinggi. Sehingga, para pelaku usaha Thailand terus memperluas jangkauan kerja sama perdagangan dan penanaman modal di Indonesia.

Rilis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2026 akan disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Rabu 5 Agustus 2026 secara hibrida di Kantor Pusat BPS, Jakarta dan melalui akun Youtube resmi BPS pada pukul 11.00 WIB. Selain rilis soal pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026, BPS rencananya juga akan merilis statistik lainnya seperti Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufakur (IKBM), Keadaan Ketenagakerjaan, Profil Kemiskinan, dan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk.

Indonesia Garment and Textile Expo (IGT) 2026 akan diselenggarakan pada 5-7 Agustus 2026 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Ini merupakan ajang eksebisi internasional ke-13 perlengkapan manufaktur dan jasa untuk produk garmen & tekstil.

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya