Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Indonesia mencatatkan lonjakan impor bahan bakar minyak pada kuartal I-2026 di tengah krisis minyak akibat konflik Timur Tengah. Sementara, laporan dari International Energy Agency (IEA) justru mencatat adanya penurunan konsumsi minyak dunia.
Keputusan Bank Indonesia (BI) pada Mei 2026 untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% menandai babak baru dalam strategi moneter domestik. Langkah BI tersebut mengakhiri fase pelonggaran panjang yang sempat dinikmati sepanjang tahun lalu.
Akselerasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa kini menjadi prioritas pemerintah Indonesia untuk melindungi pusat ekonomi nasional di Pulau Jawa.
Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) membawa babak baru di dunia modern saat ini. Meski penggunaan AI tidak menimbulkan gelombang PHK yang dikhawatirkan banyak kalangan, perlambatan serapan tenaga kerja menjadi ancaman nyata AI. Di Indonesia, paparan dari penggunaan AI belum begitu besar.
Pergerakan IHSG di zona merah terjadi selama delapan hari berturut-turut dua pekan lalu dan mencapai level terendah di bawah 6.000. Kemerosotan IHSG selama empat bulan terakhir menempatkan pasar saham Indonesia di posisi terbawah, baik di tingkat ASEAN, Asia Pasifik, maupun dunia.
Pemenuhan protein hewani dari daging sapi domestik masih bergantung pada pasokan luar negeri. Tahun 2026 ini, produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar separuh dari kebutuhan nasional. Beban impor bertambah karena jatuhnya rupiah.
Kebijakan sentralisasi ekspor komoditas batubara akan berjalan di tengah volatilitas harga batubara di pasar global yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Pemerintah memperketat keran ekspor komoditas andalan nasional, khususnya kelapa sawit, batu bara, dan paduan logam (ferro-alloy). Kebijakan ini mewajibkan seluruh aktivitas ekspor komoditas tersebut dilakukan secara terpusat melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk oleh pemerintah.
Nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.700 per dolar AS menjadi alarm keras bagi industri yang memiliki ketergantungan tinggi pada bahan baku dari luar negeri. Industri farmasi nasional menjadi salah satu yang paling rentan terkena dampak guncangan ini.
Pelemahan nilai tukar rupiah yang berkelanjutan hingga ke level Rp 17.700 per dolar AS berdampak langsung pada struktur perdagangan internasional Indonesia, terutama pada sektor impor. Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap pasokan luar negeri mengancam neraca perdagangan.
Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut hingga berada di titik terlemahnya sepanjang sejarah. Per 19 Mei 2026, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp 17.719 per dolar AS. Tak hanya Indonesia, sejumlah mata uang negara lain, seperti Jepang dan India, juga ikut terpuruk.
Harga beras yang cenderung meningkat tidak serta merta menguntungkan petani. Meski ada perubahan, kenaikan harga beras tidak signifikan mengungkit harga pembelian gabah oleh pemerintah dan nilai tukar petani (NTP) yang menjadi indikator kesejahteraan petani.
Menampilkan 12 dari 319 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.