Visualisasi, analisis, dan interpretasi data terkini yang relevan dengan isu-isu ekonomi, kebijakan, dan bisnis
Dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai meluas, tak terkecuali bagi komoditas ekspor unggulan Indonesia, yakni minyak sawit. Negara-negara di kawasan Timur Tengah merupakan pasar strategis minyak sawit Indonesia, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Indonesia pernah mengalami defisit APBN di angka 6% di masa pandemi Covid-19. Namun, setelah pulih kembali ke batas aman di bawah 3% selama empat tahun terakhir, defisit APBN berpotensi kembali melebar akibat kondisi geopolitik global.
Target lifting minyak bumi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Untuk mencapai target ini, tantangan terbesar terletak pada upaya optimalisasi sumur eksisting dan percepatan alih kelola wilayah kerja.
Efek domino dari perang di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz tidak hanya mengancam stabilitas energi, tetapi juga mengganggu keberlangsungan industri manufaktur, salah satunya industri plastik.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026, konsumsi dan pengeluaran masyarakat meningkat. Pertumbuhan uang beredar (M2) jelang hari raya pun meningkat.
Dengan jumlah investor yang mencapai 23 juta investor dan nilai kapitalisasi pasar sebesar 891,03 juta dolar AS, pasar modal Indonesia menjadi yang terbesar dan terkuat di antara 6 negara utama anggota ASEAN.
Penutupan Selat Hormuz akibat perang di Timur Tengah memengaruhi perdagangan internasional. Sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan pasar internasional, gangguan pada jalur ini secara langsung mengancam arus barang dari ke negara-negara di kawasan tersebut.
Invasi Amerika Serikat-Israel terhadap Iran selama hampir dua minggu, yang berbuntut pada penutupan Selat Hormuz, telah memicu guncangan pada rantai pasok minyak mentah dunia. Dampak lanjutannya bagi Indonesia dapat menambah beban keuangan negara akibat meningkatnya harga dan subsidi BBM.
Jumlah emiten di sektor teknologi dan energi secara persentase lebih unggul dalam memenuhi ambang batas free float 15%. Namun, nilai kapitalisasi pasar yang besar dimiliki terutama oleh emiten-emiten di sektor keuangan.
Industri gas alam cair (LNG) Indonesia tengah memasuki fase pemulihan setelah sempat mengalami penurunan produksi selama beberapa tahun terakhir. Diharapkan pada tahun 2030, produksi LNG Indonesia bisa menjadi penyuplai utama kebutuhan di kawasan Asia Pasifik.
Indonesia menyepakati peningkatan pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan total nilai sekitar 15 miliar dolar AS. Kesepakatan ini tidak akan menambah kuota impor energi nasional, namun mengalihkan sumber impor dari negara lain ke AS.
Tren penerimaan pajak dalam beberapa tahun terakhir menurun. Setelah pada tahun 2022 realisasi penerimaan pajak meningkat dan jauh melebihi target, performa tahun-tahun berikutnya cenderung menurun. Demikian pula dengan rasio penerimaan pajak terhadap PDB. Padahal, jumlah wajib pajak meningkat.
Menampilkan 12 dari 319 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.