Ironi Tata Kelola Anggaran di Balik Potensi Ekonomi Kalimantan Timur

Kalimantan Timur yang tengah menjadi sorotan publik karena polemik terkait tata kelola anggaran adalah provinsi yang kaya sumber daya alam dengan pundi-pundi daerah yang besar. Pertumbuhan ekonominya mencapai 6% (2024), yang bertumpu pada kegiatan sektor jasa, industri pengolahan, dan perdagangan.

Ironi Tata Kelola Anggaran di Balik Potensi Ekonomi Kalimantan Timur

Menilik data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, Bumi Etam atau Kalimantan Timur memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat dan dinamis.

Sektor jasa memegang peranan penting dalam perekonomian Kaltim, terlihat dari pertumbuhan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak drastis dari 2,07% pada 2021 menjadi 13,03% pada 2025. Tren positif ini juga diikuti oleh sektor jasa lainnya yang konsisten naik hingga mencapai 12,53% di periode yang sama. 

Akselerasi di sektor jasa tersebut mengindikasikan adanya pergeseran struktur ekonomi dan peningkatan mobilitas serta daya beli masyarakat yang signifikan. Pertumbuhan dua digit ini menjadi modal bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ekonomi non-ekstraktif agar ketergantungan pada sumber daya alam dapat dikurangi secara bertahap.

Selain sektor jasa, sektor industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran juga mencatatkan performa yang impresif. Industri pengolahan mengalami pemulihan yang sangat tajam pada tahun 2025 dengan pertumbuhan 12,68%, setelah sempat melambat pada tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor perdagangan terus menunjukkan tren penguatan hingga mencapai angka 11,03%. 

Tidak ketinggalan, sektor administrasi pemerintahan ikut menyumbang pertumbuhan positif sebesar 10,42% pada 2025. Kolektivitas pertumbuhan dari lima lapangan usaha unggulan ini mencerminkan mesin ekonomi Kaltim yang aktif bergerak.

Geliat perekonomian di Kaltim ini menyumbang pendapatan yang cukup besar bagi kas daerah. Dari sisi pendapatan daerah, realisasi anggaran pendapatan seringkali melampaui target anggaran.

Pada tahun 2024, misalnya, realisasi pendapatan mencapai angka tertinggi sebesar Rp 22,08 triliun dari target anggaran Rp 20 triliun. Lonjakan pendapatan ini sejalan dengan akselerasi di sektor-sektor kunci seperti penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 13,03% serta industri pengolahan yang melonjak 12,68%. 

Kemampuan daerah dalam mengumpulkan pendapatan ini seharusnya menjadi modal kuat untuk melakukan transformasi ekonomi, mengingat potensi pajak dan retribusi dari sektor jasa serta perdagangan yang terus menguat secara konsisten dalam lima tahun terakhir.

Namun, pola sebaliknya pada anggaran belanja daerah, di mana realisasi anggaran belanja berada di bawah target anggaran, terutama di tahun 2024 dan 2025. Pada 2025, misalnya, realisasi belanja tercatat sebesar Rp 19,09 triliun dibandingkan target anggaran belanja sebesar Rp 20,95 triliun. 

Besarnya pendapatan di daerah yang kaya sumber daya alam berupa minyak dan gas bumi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, kemampuan daerah dalam menyediakan dana untuk pembangunan tergolong sangat besar. Namun, di sisi lain, membuka peluang pemborosan anggaran pada fasilitas birokrasi, seperti yang saat ini menimbulkan polemik di masyarakat Kaltim.

Tren belanja yang fluktuatif cenderung besar bagi pemimpin atau pejabat daerah ini menuntut pengawasan yang lebih ketat agar surplus pendapatan tidak habis digunakan untuk kepentingan konsumtif pejabat. Surplus pendapatan harus ditujukan untuk kepentingan masyarakat, termasuk dalam menjaga momentum pertumbuhan lapangan usaha yang sedang berkembang.

Potret ekonomi dan keuangan daerah Kaltim adalah gambaran tentang wilayah yang kaya sumber daya alam dan produktif secara sektoral, namun rentan dalam aspek tata kelola belanja pemerintahan. Potensi besar dari sektor industri, jasa, hingga properti yang terus tumbuh positif hanya akan menjadi angka di atas kertas jika tidak dikelola untuk kemaslahatan publik.

Ke depan, sinkronisasi antara tingginya realisasi pendapatan dengan belanja yang tepat sasaran menjadi kunci utama pembangunan yang berkelanjutan dan masyarakat yang lebih sejahtera.

Baca selengkapnya

Ω