Partisipasi perempuan dalam pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan tren positif yang konsisten dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Februari 2021 hingga Agustus 2025, jumlah pekerja perempuan berumur 15 tahun ke atas mengalami pertumbuhan sebesar 12,9%, meningkat dari 51,79 juta menjadi 58,47 juta orang pada periode penghitungan bulan Agustus.
Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja perempuan yang mencapai 61,44 juta pada Agustus 2025. Menariknya, selisih antara angkatan kerja dan jumlah pekerja (yang mengindikasikan angka pengangguran terbuka) cenderung stabil, bahkan cenderung menurun, menunjukkan bahwa pasar kerja mampu menyerap pertambahan tenaga kerja perempuan dengan cukup baik.
Sejalan dengan peningkatan kuantitas, kualitas pekerjaan perempuan juga membaik dengan peningkatan porsi di sektor formal. Meskipun sempat mengalami sedikit fluktuasi pada tahun 2022 di angka 35,57%, persentase tenaga kerja formal perempuan terus merangkak naik hingga mencapai sekitar 36,66% pada tahun 2025.
Peningkatan persentase pekerja perempuan di sektor formal menjadi sinyal penting bahwa semakin banyak perempuan yang mendapatkan akses pekerjaan dengan jaminan sosial, perlindungan hukum, dan stabilitas pendapatan yang lebih baik dibandingkan sektor informal.
Jika menilik lapangan pekerjaan utama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja perempuan terbesar. Namun, sektor ini menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun cenderung stagnan dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan sektor jasa.
Pada Februari 2021, sektor ini menyerap 14,19 juta pekerja (20% dari total sektor). Meskipun sempat melonjak ke angka 15,48 juta pada Februari 2023, jumlahnya kembali terkoreksi ke 14,78 juta pada Agustus 2025 (25,3%). Pekerja di sektor ini sangat dipengaruhi oleh faktor musiman, di mana serapan tenaga kerja biasanya mencapai puncak pada bulan Februari (di saat musim tanam/panen) dan menurun pada bulan Agustus.
Di sisi lain, jumlah pekerja perempuan di sektor perdagangan serta penyediaan akomodasi dan makan minum menunjukkan pertumbuhan yang sangat solid sebagai motor baru ekonomi perempuan. Sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh hampir 6% dari 12,54 juta pada awal 2021 menjadi 13,24 juta pada Agustus 2025.
Lonjakan paling signifikan terlihat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh pesat sekitar 26,3%, dari 5,53 juta di Agustus 2021 bertumbuh menjadi 6,98 juta pekerja di Agustus 2025. Hal ini mengindikasikan pergeseran struktur ketenagakerjaan di mana perempuan semakin berperan aktif dalam sektor jasa dan pariwisata yang terus berkembang pasca-pandemi.
Namun, tantangan terlihat pada beberapa sektor yang mengalami perlambatan atau volatilitas. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Meski secara nominal jumlah pekerja perempuan di sektor ini naik dari 4,07 juta ke 4,74 juta, sempat mengalami penurunan tipis sebesar 0,83% antara Februari 2025 (4,78 juta) ke Agustus 2025 (4,74 juta).
Secara keseluruhan, gambaran data pekerja perempuan ini menunjukkan bahwa profil pekerja perempuan Indonesia sedang bertransformasi. Tidak lagi hanya terkonsentrasi di sektor tradisional pertanian, tetapi mulai mendominasi sektor jasa modern dan industri pengolahan, sembari terus meningkatkan posisi mereka di ranah pekerjaan formal.