SUAR Forum 2026, Menavigasi Tantangan dan Menciptakan Peluang Ekonomi
"Fondasi kepemimpinan yang kuat itu adalah integritas, nilai-nilai, dan prinsip. Tanpa fondasi yang kuat, rumah yang kita bangun tidak akan kuat, tidak akan kokoh menghadapi berbagai tantangan."
•
7 Menit Baca
Oleh:
Tautan telah disalin! Tempelkan ke stiker tautan di Bio atau Story Anda.
Narasumber SUAR Roundtable Decision dalam rangkaian acara SUAR Forum 2026 bertema "Navigating Challenges, Creating Opportunity Together" yang digelar di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/08/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Dalam Artikel Ini
SUAR, sebuah media dengan pendekatan jurnalisme solusi, menyelenggarakan ajang SUAR Forum 2026 bertema “Navigating Challenges, Creating Opportunity Together” yang digelar di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten tepatnya di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/08/2026).
Acara ini merupakan momen perayaan satu tahun SUAR berdiri sekaligus sebagai sarana untuk mempertemukan jajaran pemerintah, pelaku usaha, investor, hingga akademisi guna merumuskan strategi penguatan iklim investasi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang ditandai oleh tekanan geopolitik, perang dagang, dan juga perubahan arah investasi. Kolaborasi ini dinilai menjadi semakin penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
SUAR Forum 2026 juga berhasil terselenggara dengan baik berkat dukungan dari Sinarmas, Plataran Catering Services, Triputra Agro Persada, Bank BCA, Pupuk Indonesia Holding Company, Astra International, Bank BTN, Wilmar, dan juga Amartha.
SUAR Experience
Rangkaian kegiatan dimulai dengan agenda SUAR Experience, di mana para peserta SUAR Forum 2026 yang merupakan jajaran petinggi perusahaan dan pengambil keputusan diajak mengelilingi KEK ETKI Banten atau yang juga dikenal dengan D-HUB SEZ.
Managing Director Sinarmas Saleh Husin mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh SUAR melalui Suar Forum 2026 ini. KEK ETKI Banten sendiri yang berada di atas lahan seluas 60 hektare, dirancang sedemikian rupa untuk menjadi pusat pertumbuhan baru terhadap empat sektor utama yakni riset dan teknologi digital, pendidikan global, layanan kesehatan berstandar internasional, dan industri kreatif.
“Mewakili Sinar Mas, kami mengajak semua pihak, setiap inovator serta investor, baik yang hadir di sini maupun yang tengah berada di luar sana untuk mengetahui secara langsung potensi KEK Banten, dan kemudian sudi berinvestasi di kawasan ini. Di mana atasa perkenan pemerintah, inklusivitas ekonomi kami upayakan dapat terwujud melalui kolaborasi investasi, utamanya dalam ranah teknologi kesehatan, pendidikan, serta teknologi,” kata Saleh dalam sambutannya.
Para peserta SUAR Forum 2026 diajak mengelilingi Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) dalam SUAR Experience. (Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Para peserta pun tampak antusias mengikuti agenda SUAR Experience, mereka terlihat aktif menggali informasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai perkembangan kawasan, potensi investasi, hingga aktivitas para pelaku usaha yang telah beroperasi di KEK ETKI Banten.
Dengan mengunjungi sejumlah tenant dan melihat langsung fasilitas serta aktivitas usaha di dalam kawasan, peserta memperoleh gambaran lebih konkret mengenai kesiapan infrastruktur dan peluang pengembangan KEK ETKI Banten sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Penampilan Musikal
Setelah mengunjungi KEK ETKI Banten, para peserta kembali ke lokasi acara. Suasana menjadi lebih hangat dengan penampilan dari pengacara korporat sekaligus musisi Mohamad Kadri yang berkolaborasi dengan band Bendera 80, membawakan lagu “Rumah kita” dari God Bless. Penampilan apik tersebut menjadi jeda hiburan sekaligus mencairkan suasana sebelum para peserta melanjutkan diskusi.
Pada kesempatan tersebut, Kadri memberikan pesan yang menjadi pengingat di tengah dorongan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan keuntungan bisnis, dunia usaha perlu juga memperkuat fondasinya dalam menopang keberlanjutan. Kadri menekankan pentingnya aspek hukum dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis, agar perusahaan memiliki perlindungan dan kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya, tidak hanya mampu tumbuh saja.
“Selain kita punya tujuan profit dan inovasi, kita juga memikirkan fondasi yang paling vital yaitu hukum. Supaya kita comply terhadap regulatory, supaya bisnis kita itu sepanjang masa terproteksi secara operasional, jangan sampai membangun suatu bisnis seperti membangun rumah di atas pasir,” kata Kadri.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Roundtable Decision bertema “Rolling Out The Gold Carpet for New and Existing Investor”, dengan menghadirkan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, Founder & CEO Plataran Indonesia Yozua Makes, dan Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Mohamad Ikhsan sebagai narasumber. Selain itu, hadir pula Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Ichsan Zulkarnaen sebagai keynote speaker.
Melalui Roundtable Decision, SUAR berupaya menggali solusi dari berbagai sisi mengenai kondisi iklim investasi Tanah Air. Suasana forum berubah menjadi lebih serius dengan pembahasan mengenai berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi dunia usaha serta perekonomian nasional.
Masing-masing narasumber mewakili latar belakang yang berbeda, mereka membawa sudut pandang dan pengalaman yang beragam dalam membaca tantangan ekonomi serta perubahan global. Perbedaan perspektif ini membuat diskusi menjadi lebih utuh, memperlihatkan bagaimana suatu persoalan dapat dilihat dari berbagai sisi sekaligus membuka ruang untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi dan peluang.
Namun, diskusi berlangsung dalam atmosfer yang cair dan hangat. Sesekali lontaran humor dari para pembicara pun mengundang tawa dari para peserta, tetapi di balik suasana ringan tersebut, isu-isu strategis yang dibahas tetap mendorong para peserta untuk berpikir lebih dalam mengenai arah kebijakan dan langkah yang perlu dilakukan bersama untuk menghadapi ketidakpastian global.
Usai sesi SUAR Roundtable Decision, rangkaian acara dilanjutkan dengan makan malam bersama, peserta kembali dihibur dengan penampilan musik dari Bendera 80, sebelum kemudian memasuki agenda SUAR Appreciation. Pada sesi ini, SUAR memberikan SUAR Prize sebagai bentuk apresiasi kepada dua tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dan kepemimpinan penting, masing-masing mewakili business leader dan juga policy maker.
Penerima SUAR Prize 2026 berfoto bersama usai menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan mereka bagi Indonesia. (Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Founder & Editor in Chief SUAR.id Sutta Dharmasaputra menjelaskan, SUAR Prize ini merupakan penghargaan kepada dua tokoh yang berhasil menunjukkan kepemimpinannya dengan visi yang jauh ke depan, berintegritas, serta kontribusi nyata dalam menciptakan solusi, dan membawa kemajuan yang berkelanjutan bagi Indonesia.
“Piala ini didesain oleh salah satu founder kami, dan dikerjakan oleh pengrajin tembaga asal Desa Tumang, Boyolali, Dimas Bayu Saputra. Dengan bangga dan rasa hormat, kami berikan kepada dua tokoh besar negeri ini,” ucap Sutta.
Dua tokoh menerima apresiasi SUAR Prize
SUAR Prize dengan kategori Business Leader diberikan kepada Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja. Bukan tanpa sebab, Jahja berhasil menunjukkan peran strategisnya dalam menavigasi Bank BCA melewati krisis finansial 1998 dan pandemi Covid-19 dengan menjaga stabilitas likuiditas serta kesehatan neraca keuangan bank.
Jahja dalam kesempatan tersebut membagikan tiga hal yang menurutnya menjadi kunci bagi seorang business leader dalam menghadapi perubahan, yakni proses, manusia, dan digitalisasi. Menurutnya, proses bisnis harus disederhanakan dan dipercepat agar perusahaan dapat bekerja lebih efisien, sementara investasi dalam digitalisasi juga telah menjadi sebuah keniscayaan.
“Digital itu tergantung pada kemampuan, ada perusahaan besar dan kecil, harus cepat investasi dan melakukan standardisasi dan masuk dalam dunia digital, itu sangat penting. Proses adalah bagaimana mempersingkat yang tadinya manual atau lama itu dipersingkat. Contohnya aplikasi, dulu di BCA membuat aplikasi bisa 1,5 tahun cukup lama, sekarang dua minggu selesai,” ujar Jahja.
Namun, di atas kedua hal tersebut, Jahja menilai pengelolaan sumber daya manusia tetap menjadi yang paling penting. Keberhasilan sebuah perusahaan pada akhirnya sangat bergantung pada bagaimana seorang pemimpin mampu membuat karyawannya bekerja dengan sepenuh hati. Gaya kepemimpinan yang diterapkannya selama memimpin BCA sendiri adalah servant leadership, di mana konsep tersebut terdengar kontradiktif.
“Kalau kita bisa melayani karyawan, maka mereka bekerja untuk kita bukan mencari reward atau mencari promosi, mereka akan bekerja dari dalam hati. Hal kecil yang saya lakukan adalah merangkul mereka, dan kita merasa bekerja sebagai teman,” lanjutnya.
Sementara untuk kategori Policy Maker, diberikan kepada Utusan Khusus Sekertaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Bidang Air yang juga merupakan Menteri Luar Negeri periode 2014-2024 Retno Marsudi. Selama dua periode menjabat, Rento memiliki berbagai prestasi seperti menjalankan diplomasi vaksin selama pandemi Covid-19 hingga menavigasi kepemimpinan Indonesia di G20 pada tahun 2022 lalu.
“Pengalaman saya mengatakan, bahwa fondasi kepemimpinan yang kuat itu adalah integritas, nilai-nilai, dan prinsip. Tanpa fondasi yang kuat, rumah yang kita bangun tidak akan kuat, tidak akan kokoh menghadapi berbagai tantangan yang akan kita lalui,” ujar Retno.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keynote speech dalam SUAR Forum 2026 yang diselenggarakan di Marketing Office BSD City, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/08/2026).(Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Prospek ekonomi Indonesia tetap baik
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut hadir memeriahkan acara SUAR Forum 2026. Pada kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan rasa optimismenya terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih kuat. Ia menyoroti sejumlah tantangan mulai dari konflik geopolitik, gangguan energi dan logistik, hingga perang dagang yang menekan perdagangan dan investasi Tanah Air.
Akan tetapi, pemerintah juga tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi mendekati 6% dengan mengandalkan peningkatan investasi, produktivitas, hilirisasi, penguatan ekspor, serta ketahanan energi dan pangan. Pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan melalui semangat “opportunity together” seperti yang menjadi tema dalam SUAR Forum 2026.
“Yang pemerintah pentingkan adalah kita perlu Indonesia incorporated, yaitu kerja sama seluruh stakeholder untuk menghadapi hal-hal yang kita hadapi bersama. Dan ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh pengusaha, hanya pemerintah, hanya akademisi, dan tidak juga hanya masyarakat. Tapi kita bekerja bersama-sama sehingga dengan kerja sama ini apa yang kita capai bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat,” jelas Airlangga.
Indonesia dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk menumbuhkan perekonomiannya lebih tinggi lagi. Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Indonesia pada semester I tahun 2026 sendiri telah mencatatkan rekor mencapai Rp1.010,6 triliun, yang mana tumbuh 7,2% secara tahunan. Angka ini sendiri telah memenuhi capaian 49,5% dari total target investasi nasional pada tahun 2026 yang ditargetkan mencapai Rp2.041,3 triliun.
“Dengan fundamental yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, kebersamaan antara pemerintah dan dunia usaha, kami ingin mendorong bahwa ke depan kita bisa menjaga ketahanan perekonomian dan juga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif. Kalau kita ingin negara kita maju dan sejahtera, kita harus tumbuh lebih tinggi,” tutupnya.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (kanan) bersama dengan Band Bendera 80 membawakan lagu We Are the Champions menutup rangkaian acara SUAR Forum 2026. (Foto:Gema Dzikri/Suar.id).
Rangkaian SUAR Forum 2026 ditutup dengan suasana penuh semangat melalui penampilan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas bersama dengan Bendera 80 yang membawakan lagu “We Are the Champions” dari Queen. Para peserta tampak larut dalam suasana dengan ikut bernyanyi bersama, termasuk para pemimpin perusahaan dan pejabat negara yang menikmati momen tersebut.
Penampilan Tony Wenas mendapat sambutan meriah dari peserta, bahkan mereka memintanya kembali membawakan satu lagu tambahan sebelum acara benar-benar berakhir. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat, memperlihatkan suasana kebersamaan di antara para pemimpin dari berbagai latar belakang yang sepanjang hari berdiskusi mengenai tantangan dan peluang ekonomi Indonesia.